Bagaimana Jika Tiba-tiba Ide Tulisan Hilang?

in writing •  18 days ago

image
Ilustrasi

Tuan dan Puan Steemians...

Sampai saat ini kita masih menyandang status sebagai manusia. Dengan status ini, selain beberapa kelebihan, kita juga dilengkapi dengan beberapa kekurangan. Salah satunya adalah "penyakit" lupa.

Lupa, meskipun ia dianggap sebagai "kekurangan," tapi dalam kondisi tertentu ia justru menghadirkan kenikmatan. Lupa makan sahur misalnya, adalah lupa yang menyakitkan.

Tapi bagaimana jika kita lupa bahwa sedang berpuasa sehingga kita pun meneguk kopi sanger di siang hari? Tentu lupa serupa ini akan memberi kenikmatan. Bahkan mungkin sebagian kita berdoa agar bisa lupa setiap hari.

Oleh sebab itu, sebagai manusia, kita tidak pantas "mengutuk" lupa, sebab lupa tidak selamanya menyakitkan, tapi juga menyenangkan.

image
Ilustrasi

Nah, bagaimana jika sedang menulis tiba-tiba kita dilanda lupa? Kita lupa sesuatu yang ingin kita tulis. Padahal sebelumnya gumpalan ide telah terpacak di kepala? Lantas, haruskah kita mengutuk lupa? Jawabannya adalah tidak, Tuan dan Puan.

Lupa sama dengan "mati." Tiba-tiba saja gelap. Ia tidak bisa dilawan. Sebab lupa datang dan pergi tanpa permisi. Melawan lupa dengan memukul meja dan menggerat gigi tidak akan menyelesaikan masalah. Semakin dikutuk, ia akan semakin terbenam.

Nah, apa yang harus dilakukan jika ide hilang akibat lupa? Tentu ada banyak jawaban yang dapat diajukan. Lain penulis, lain pula jawabannya.

Saya pun begitu, punya jawaban sendiri sesuai pengalaman kecil-kecilan. Pada saat dilanda lupa, biasanya saya meninggalkan tulisan itu untuk sementara waktu sampai ide yang hilang tadi datang kembali. Sebab, mencari sesuatu yang hilang akan sangat menguras energi. Tentu akan lebih baik, jika energi ini digunakan untuk menulis topik lain sehingga aktivitas menulis tidak terhenti akibat kehilangan ide.

Kita tidak perlu membuang waktu dan duduk terpaku hanya karena ide tulisan tiba-tiba hilang. Dalam kondisi ini kita harus segera berpindah menuju ide-ide lain yang masih mampu kita ingat.

Teruslah menulis pada saat ingatan tentang sesuatu masih tertancap di pikiran. Sebab, seperti kata Hamka, jika ia hilang lagi, kita pun menangis lagi.

Jika menulis menggunakan komputer, maka buatlah sebuah folder khusus untuk menyimpan tulisan-tulisan "setengah jadi" yang tidak selesai akibat kehilangan ide. Nanti, ketika ingatan itu telah kembali, maka segera sempurnakan sehingga ia tetap menjadi tulisan utuh yang layak disajikan kepada pembaca.

image

Kesimpulannya?

Jika sedang menulis tentang sesuatu kita kehilangan ide, maka segera tinggalkan tulisan itu. Kemudian coba beralih menulis hal-hal lain yang masih kita ingat.

Buatkan folder khusus untuk menampung tulisan yang belum selesai. Sempurnakan tulisan itu di lain waktu.

Demikian dulu Tuan dan Puan Steemians, lain waktu disambung kembali...

image

Authors get paid when people like you upvote their post.
If you enjoyed what you read here, create your account today and start earning FREE STEEM!
Sort Order:  

Banyak banyak refresing dan program rileks beuna terjadwal.

·

Beutoi abon

Saya punya cara supaya ide tulisan tak tiba-tiba menguap atau jalan-jalan dengan tetangganya. Begitu ide nongol, langsung catat garis besarnya, sambil membayangkan kemungkinan pengembangan ide, di buku tulis tapi 😂, kalau udah duduk depan laptop, nggak boleh berhenti soalnya (waktu mepet). Jadi setiap kali muncul ide baru, buka halaman baru.

Soal lupa makan atau lupa puasa, Insya Allah, sama-sama nikmatnya. Manusia itu memang pelupa selain pembangkang juga 😊

·

Mantap. Tentang mencatat ide sudah pernah kita ulas di sini https://steemit.com/writing/@tinmiswary/menangkap-ide-yang-beterbangan

Tengkiyu atas informasinya @cicisaja. Menarik strateginya. Yg penting jangan suka lupa. Haha

·
·

Ini lah masalah penulis, bikin catatan mengatasi bisa, giliran kena kasus sama, palak juga... Hahahaha

·
·
·

Haha. Ini namanya dilema😂

Benar. Menulislah dari apa yang kau lihat dan kau rasakan sekarang juga.

Tips yang bermanfaat, berhubung saya manusia yang terlalu sering lupa apalagi saat menulis. Sebenarnya bukan lupa, tapi kehilangan kata-kata, yaa seperti komentar ini 😁

·

Lupa itu lebih baik siang hari, bisa minum kopi, haha

Masukan yg sangat berharga, Mas @tinmiswary...
Sebagai penulis kita tentu pernah mengalami hal ini...

Salam sukses...☕❤

·

Tengkiyu sudah singgah bung @zaimrofiqi😁

·
·

Sama-sama, Bung @tinmiswary...😀

Siap Tuan Nan Kacau. Agar tak terpaku pada lupa maka butuh sulap memori agar meujeut lagi. Haha