Ketika Karya Tulismu Di Steemit Dibaca Oleh Anak-Anakmu, Itulah Penghargaan Yang Luar Biasa!

in story •  5 months ago

Adalah suatu kebahagian jika tulisan kita dibaca oleh orang lain, tapi lebih bahagia lagi jika yang membacanya adalah orang-orang yang paling dekat dengan kita, tidak hanya sekedar dibaca, tapi juga memberi tanggapan dengan komentar yang positif atau istilah lainnya memberikan pujian. Itulah energi spirit yang saya rasakan hari ini.

IMG_20171222_111800_HHT.jpg
Maher, Syamil, dan Umminya.

Tadi bakda salat Magrib, aku menyambung makan malam setelah pada saat berbuka puasa hanya minum dan makan kue alakadarnya untuk mengganjal perut setelah seharian berpuasa. Hpku dibawa anak-anak (Syamil dan Maher) ke dalam kamar mereka, biasanya mereka menonton film animasi di Youtube sambil menunggu azan Isya berkumandang.

Sesekali terdengar cekikikan mereka, aku pikir pasti karena filmnya lucu. Setelah selesai makan, aku bergegas masuk ke dalam kamar untuk istirahat sejenak sambil menunggu isi perut diproses oleh lambung. Biasanya setelah diproses, perutku minta ke toilet untuk buang hajat. Namun tiba-tiba, anak-anakku berhamburan masuk kamar.

pak mar.JPG

"Bi, cukop lucu cerita Abi di Steemit, Abang dan Adek nggak sanggup menahan ketawa. Cerita Abi waktu SMP kena hukum oleh guru matematika, yang paling lucu kawan Abi yang botak, karena nggak ada bulu jambang, kupingnya kena jewer pak guru, hihihihi." Kata si sulungku Syamil sambil cekikikan.

Kemudian disambung oleh si bungsu Maher, "Abi ternyata bodoh pelajaran matematika ya dulu, sampai kena hukum pak guru." Rupanya Syamil membacakannya untuk Maher, dan si bungsu menyimaknya dengan serius karena dia belum begitu lancar membaca, maklum masih TK.

Ternyata prediksiku salah, mereka tidak nonton youtube, tapi malah baca tulisanku di Steemit tentang kisah ketika aku kena hukuman saat masih SMP gara-gara tidak mengerjakan PR matematika, berikut linknya: https://steemit.com/story/@akukamaruzzaman/pak-mar-mantan-guru-matematika-killer-itu-telah-tiada-584b1cea0bbb6. Aku terperangah dan takjub, kok bisa-bisanya mereka buka Steemit di aplikasi eSteem Hpku. Baru kali ini mereka melakukannya, dan lansung mengomentari tulisanku. Tentu saja hal itu membuatku bersuka-cita dan sumringah.

razan al najjar.JPG

"Razan itu siapa Bi? Kenapa bisa ditembak Israel? Paleh kali Israel itu ya, tembak-tembak orang Palestina seenaknya!" Tanya Syamil kemudian dengan tidak bisa menyembunyikan rasa geramnnya. Aih! ternyata anakku juga membaca tulisanku tentang Edward W. Said, Razan al-Najjar, dan Maha Duka Palestina (Link: https://steemit.com/writing/@akukamaruzzaman/edward-w-said-razan-al-najjar-dan-maha-duka-palestina-b1eab47cfc007).

"Oh, Abang dan Adek baca itu juga ya? Razan itu pahlawan Palestina, ia seorang juru rawat yang syahid ditembak tentara Israel pada saat menolong orang palestina lain yang yang sedang terluka. Kita doakan semoga orang palestina dilindungi oleh Allah ya, Amin." kataku menjelaskan.

IMG_20180504_061256.jpg
Keluarga kecilku.

Demikianlah ceritaku hari ini, aku tidak bisa menyembunyikan perasaan senang campur bahagia, karena tulisanku dibaca oleh anak-anakku, dan bagiku itu adalah sebuah perhargaan yang luar biasa dari mereka, orang yang paling dekat sekaligus penyemangat hidup.

Kebahagian di Steemit bukan hanya ketika tulisanmu di upvote dan mendapatkan rewards, tapi juga ketika orang lain membacanya, dan yang paling membuat bahagia adalah, ketika anak-anakmu membaca karya orang tuanya, dan itu merupakan sebuah penghargaan yang luar biasa melebihi upvote dan rewards!

Lhokseumawe, 4 Juni 2018

@akukamaruzzaman

Authors get paid when people like you upvote their post.
If you enjoyed what you read here, create your account today and start earning FREE STEEM!