Travel with me #20; Teuraceu Kuala Pante, Air Terjun Indah di taman Tempat Bersejarah

in steempress •  3 months ago

 

Yang saya tahu, ada sekitar tujuh air terjun di Kabupaten Pidie. Salah satunya ini, salah dua dan salah tujuhnya ada Teuraceu (air terjun) Alue Putek, Teuraceu Mantap Kloe, Teuraceu Angen, Teraceu Lhok Jok dan lain-lain. Kali ini saya unlock dulu air terjun Kuala Pante.


Penampakan Air Terjunnya Guys!

Perjalanan kemari, tidak begitu terencana. Awalnya kami mau ke Ie Suum Beungga yang Oja Atjeh dan Akmal Witness belum pernah kesana, jadi saya diajaklah mereka dan saya menghubungi Habil untuk menemani dia sebagai ahlul bait, di Keumala. Maka dengan jadwal yang molor satu jam, kami pergilah. Dari markas Steemit Pidie Taufik Kopi.

Kami menuju jalan Banda Aceh- Medan arah ke Medan, lalu sampai di Beureunuen kami berhenti membeli untuk celana mandi, lalu berbelok ke arah Tangse, jalan Lamlo-Geumpang? Entah jalan Keumala – Tangse, pokoknya jalan itu lah, jalan yang menuju Tangse.

Maka sampailah di Beungga, di bawah pegunungan yang mirip dengan Switzerland di lereng gunung itulah terdapat air panas alami, dari pegunungan yang mengandung kawah api, atau sumber geothermal, tapi sayangnya hari ini ramai sekali masyakarat yang datang kesini, terutama keluarga yang membawa anak-anak, itulah mengapa airnya keruh, kotor dan tidak layak mandi, makanya kami bermusyawarah untuk plan B.


Seorang Pria Paruh Baya berswafoto di Bangku Marsose

Kemudian kami naik mobil lagi, menuju jauh tak pakai helm ke Bangku Marsose, itu adalah bangku bersejarah tempat pendudukan Belanda di Pidie, Aceh. Tapi itu hanya bangku semen tebal dan plakat namanya sudah dicuri karena terbuat dari metal, kami mau bukan kesana, tapi ke air terjun dibelakangnya. Maka kami berjalanlah menyusuri sungai, naik diatas batu-batu dan kadang-kadang masuk hutan sedikit, dan setelah hampir 14 menit, kami tibalah di air terjunnya.

Dinamakan ini Teuraceu Kuala Pante karena terletak di Gampong Pante, air terjun ini unik karena bentuknya terbelah dua, jadi tidak biasa lah, seperti air terjun yang di jalan Tangse – Geumpang kan Cuma tunggal. Ini air terjunnya gak kesepian dia walaupun dia ditengah hutan belantara alami, dia tidak terjun sendiri.


Walaupun hari Sabtu, air terjun ini sepi karena memang untuk yang tahu-tahu saja dan tidak boleh ramai sekali orang pergi ke teuraceu ini, karena sungai ini merupakan tempat sumber air sudekat masyarakat sekitar.

Air untuk mandi, cuci dan masak ini dialirkan secara manual tanpa bantuan mesin, jadi mungkin namanya irigasi gravitasi, jadi hanya bermodalkan selang dan pipa.


Karena sumber mata air, tentu saja airnya dingin dan sangatlah jernih, kita akan sangat betah disini dan mandi dan berswafoto. Bagi kalian yang mau kesini, bawalah makanan sendiri kalau mau makan, karena tak ada warung di air terjun, tapi ingat sampahnya dibawa pulang.

 

Batu yang licin dan tajam minimal bisa kita antisipasi dengan memakan sandal gunung. Siapkan stamina karena perjalanan agak menguras tenaga, naik turun gitu. Tapi perjalanan yang beberapa minit ini akan terbayar dengan pemandangan yang indah.


Setelah sekitar dua jam di Teuraceu Kuala Pante, kami pulang dan makan mie jamur di Keude Keumala, jamurnya kami ambil langsung dari pemeliharanya, bukan jamur dibadannya, tapi jamur yang dia tanam di rumah miliknya. Mie jamur rasanya luar biasa. Kamu harus coba!

 





Posted from my blog with SteemPress : https://riodejaksiuroe.knpipidie.or.id/travel-with-me-20-teuraceu-kuala-pante-air-terjun-indah-di-taman-tempat-bersejarah/

Authors get paid when people like you upvote their post.
If you enjoyed what you read here, create your account today and start earning FREE STEEM!
Sort Order:  

Izin dari mana menaikkan foto saya itu ?

·

Dari Tadi sore.. haha