Sore Yang Panas dan Naas

in steempress •  3 months ago

Tidak semuanya di Indonesia ini tercatat, misalnya kasus kriminal ada yang tidak dilaporkan. Sensus penduduk yang kadang tak tercatat juga secara realtime. Apalagi sensus pertanian dan perternakan, karena takut dimintai pajak, beberapa warga menyembunyikan lahannya dan berapa ekor ternaknya.

Beberapa kejadian dan data yang tidak tercatat kadang ada masyarakat yang tahu kejadiannya atau jumlahnya. Misalnya saat Gampong kami diserang virus Taeuen Ija Brok, seluruh ayam dan unggas lain mati, baru Pak Idrus mengungkapkan bahwa ayamnya mati 65 ekor, itik 30, dan angsa 6 ekor. Pak Diyus juga baru panik saat sapi-sapinya ditangkap Satpol PP dan dia harus menebus dengan sejumlah uang, dan saat dia giring, dia merepet-repet kalau sapinya satu hilang.


(Source)

Kriminal kecil juga banyak tak tercatat, misalnya beberapa pencabulan dan pengintipan tetangga mandi diselesaikan perkaranya secara adat dan setelah kenduri, si pencabul disuruh keluar dari kampungya dan didakwa tak boleh kembali lagi.

Aksi asusila juga terjadi di sekolah, beberapa diselesaikan dengan pihak sekolah dan orang tua, dan sanksinya terberat ada juga yang anak didik yang melakukan tindakan tak senonoh itu dikeluarkan dari sekolah. Bagaimana kalau aksinya hanya tiga orang yang tahu, tak ketahuan penjaga sekolah, tak ketahuan orangtua dan bahkan tak ketahuan sama siapa-siapa, kecuali mereka berdua.

Inilah yang ingin kuceritakan wahai kawan-kawan, kepada kalian, kalau ceritanya berhasil kutulis dan tahan 24 jam, maka yang melihat postingan ini biasanya paling banyak adalah 100 orang. Maka kalian ini beruntung bisa membaca ini, berarti kalian orang keempat yang tahu cerita bedebah ini.

Di masa sekolah, saat itu aku SMP dan abang yang melakukan ini abang SMA. Dimasa SMP adalah mungkin puber pertama, anak SMP adalah anak-anak yang mau mengenal wanita, dan ada yang merasa diri ganteng dan berani, menembak cewek dan ceweknya mati..eh maksud menembak disini menyatakan cinta pada cewek dan mati disini, cintanya diterima.


(Source)

SMA yang nakal dan penasaran melakukan tindakan yang lebih parah, tidak hanya ingin mengenal wanita, ada yang berani pratikum, bagaimana wujud dari bagian wanita yang tak sama dengan mereka, makanya terjadilah yang terjadi di kisah ini.

Di hari yang panas, di bangunan kayu yang sejajar, bertemulah tiga ruang yang terpisah, dapur disebelah kanan, sebuah gudang ditengahnya dan di ujung sebelah sana asrama pria SMA. Di masa penasaran ini, anak SMA merencanakan sesuatu yang amat jahat, dan disesali seumur hidupnya.

Di dapur semua yang memasak adalah kumpulan ibu-ibu dan satu anak gadis. Ibu-ibu ini sangatlah tidak menarik, dengan wajah seperti manusia purba dan rambut keriting tak beraturan, berwarna putih, abu-abu dan hitam kadang dalam kepala tumbuh bersamaan. Pokoknya kalau makan dan ada rambutnya tiba-tiba di nasi, maka otomatis anak-anak akan terkena kolera.


Anak gadis ini berkulit putih, dagingnya tumbuh di tempat-tempat yang tepat dan secara kami anak SMP bukanlah yang paling menarik, karena kami merasa teman-teman seleting kami di kelas lainlah wanita yang menarik di sekolah ini.

Anak SMA entah siapa-siapa, masuk kedalam gudang sore, menyelinap melalui meja patah, kursi yang tak terpakai, dan benda-benda di gudang, demi mengintip anak gadis mandi. Eh tapi setelah beberapa kali mata perih dan bernanah karena yang mandi adalah ibu-ibu. Akhirnya mereka berhasil sekali mengintip si gadis itu, tapi layaknya mandi di sungai, anak perempuan mandi ini memakai basahan.

Karena kesal mungkin, tiba-tiba terdengar suara dari gudang, dan semua orang mendengar ibu-ibu teriak dan gudang di kepung sama anak-anak sekolah, maka terciduklah kedua abang ini, akibat mengintip ini mereka di ikat di tiang bendera selama sehari penuh.





Posted from my blog with SteemPress : https://riodejaksiuroe.knpipidie.or.id/sore-yang-panas-dan-naas/

Authors get paid when people like you upvote their post.
If you enjoyed what you read here, create your account today and start earning FREE STEEM!