[Kisah Inspirasi] Pendidikan Adalah Kekuatan Untuk Tetap Bertahan — Steemit

[Kisah Inspirasi] Pendidikan Adalah Kekuatan Untuk Tetap Bertahan

in steempress •  4 months ago


ilustrasi

Kemiskinan bukanlah suatu halangan bagi anak manusia untuk bisa mengenyam pendidikan yang lebih tinggi, pendidikan adalah hak setiap manusia untuk memiliki ilmu pengetahuan sebagai modal dasar atau sebagai kebutuhan dalam berinteraksi didalam lingkungan sehari-hari. Sehingga dengan adanya ilmu pengetahuan yang didapatkan dari pendidikan, akan sangat mendukung ketentraman, kenyamanan serta kebutuhan yang akan dijalaninya dari usia muda sampai tua nantinya.

Walaupun sekarang ini dapat kita lihat, masyarakat yang akan memasuki dunia pendidikan semata-mata hanya untuk memiliki Ijazah, Gelar, Pangkat dan lain sebagainya, sehingga pendidikan dijadikan sebagai mitos dan ritual yang dianggap mujarab memberikan jaminan kebahagiaan di masa yang akan datang.

Ada tujuan utama yang sudah dilupakan tentang tujuan pendidikan itu sendiri, katakanlah seperti kewajiban kita mengenyam pendidikan wajib sembilan (9) tahun yang pernah di programkan dulu oleh pemerintah. Pada saat itu para orang tua mewajibkan anaknya pendidikan sampai tingkat SLTA walaupun keadaan keluarganya kurang mampu, namun tujuan utamanya sangat mulia. Yaitu agar anak-anaknya nanti dapat menjaga diri dari pembohongan, penipuan dan bully-an dari orang lain dengan kemampuan dan ilmu dasar yang mereka dapatkan, paling tidak pengetahuan itu dapat mencegah mereka dari penipuan atau kebohongan orang lain.

Karena itulah, saya teringat akan sebuah kisah yang sangat terinspirasi bagi saya walaupun hanya sekedar melihat dilayar kaca telivisi yang bergenre iklan, kisahnya dibungkus dengan apik sekali dalam durasi yang sangat singkat, namun mampu membuat penonton berlinang air mata.


ilustrasi

Dalam Iklan tersebut dikisahkan seorang anak yang duduk dibangku Sekolah Dasar, selalu datang terlambat ke Sekolah sedangkan anak-anak yang lain sudah asyik dalam pembelajarannya, kemudian disaat bel pulang berbunyi dia yang pertama kali pulang sebelum gurunya keluar dari kelas, membuat anak ini tampil berbeda dengan anak-anak yang lain di mata gurunya. Bahkan dia rela mendapatkan hukuman setiap hari dipukul tangannya dengan roll besi karena keterlambatannya, namun tidak membuat dia jera dan datang lebih awal.

Lama kelamaan sang Guru menjadi risih dan ingin mencari tahu sebab kenapa anak ini selalu datang terlambat. Hingga pada suatu hari, kebiasaan Guru ini selalu lari-lari pagi di lingkungan tempat tinggalnya, tanpa disengaja beliau melihat anak didiknya ini sedang mengayuh sepeda tuanya keliling dari satu jalan ke jalan lainnya. Saat itu beliau terpikir apa gerangan anak ini masih berkeliling dijalanan dan belum bersiap-siap untuk pergi ke sekolah, jika dibandingkan dengan anak yang lain seusianya sedang mempersiapkan diri pergi sekolah disaat jam tersebut.

Tanpa berpikir panjang, sang Guru langsung mengikutinya dari belakang dan melihat sendiri apa yang dilakukan anak tersebut, hingga sampai anak tersebut pulang ke rumah, Guru tersebut masih tetap mengikutinya seraya ingin melihat kondisi keluarganya dan mencari jawaban atas pertanyaan yang selama ini mengganjal dalam pikirannya.

Setiba dirumah anak tersebut, tanpa sepengetahuan anak didikannya itu, Guru tersebut melihat sendiri kondisi keluarga anak didikannya itu. Kondisi rumah yang tidak layak huni didalamnya terlihat dua orang yang sudah berumur terbaring lesu ditempat tidur mereka, mereka adalah ibu bapaknya. Ibunya yang sudah tua sering sakit-sakitan selalu mendamping dan mengurusi suaminya yang sudah lama sakit dan hanya terbaring atas tempat tidur. Pada akhirnya beliau mengetahui bahwa bapak dari anak didikannya itu, dulu adalah seorang pembawa surat kabar keliling yang merupakan sumber utama pendapatan keluarganya untuk membiayai kehdupan keluarga dan sekolah anaknya. Sehingga dalam keadaan sakitnya yang lama, anak didikannya ini mengambil alih pekerjaan bapaknya untuk membiaya semua kebutuhan keluarganya, itulah sebabnya mengapa anak didikannya ini selalu datang terambat ke sekolah.


Ilustrasi

Saat itu, tanpa disadari sang guru menetes air matanya melihat kondisi keluarga dan perjuangan anak tersebut, hatinya sedih dan merasa sangat bersalah terhadap anak didikannya itu karena selama ini telah menambah beban dan selalu memberikan hukuman setiap paginya tanpa mencari tahu besarnya tanggungan, kewajiban dan kepedihan yang dirasakan anak didikannya itu. Perjuangan yang sedang ia jalani sangat mulia tanpa harus mengorbankan pendidikannya selama ini. Dalam perasaan yang bercampur aduk dan sedih, sang guru pulang untuk mempersiapkan diri untuk ke sekolah seperti biasanya, namun berat beban dikepala dengan perasaan yang bersalah tidak bisa hilang dalam benak pikirannya.

Di sekolah, seperti hari-hari sebelumnya sang guru mengajar seperti biasanya, dan anak didikannya ini tetap datang terlambat. Pada saat hendak masuk kelas, anak tersebut memberi salam dan mendekati guru tersebut seraya memberikan tangannya untuk mendapatkan hukuman seperti biasanya ia dapatkan. Melihat anak ini mendekatinya sang guru tertegun sementara melihat anak ini dalam-dalam, kemudian mendekati dan memeluknya erat-erat seraya memohon maaf kepada anak didikannya ini atas hukumannya yang selalu sang guru berikan.

Sebagai rasa permintaan maaf, kemudian sang guru menceritakan kondisi dan perjuangan anak ini kepada siswa yang lain dan pada pihak sekolah untuk dijadikan inspirasi dan motivasi dalam perjuangan di dalam pendidikan, seraya mengumpulkan bantuan untuk diberikan kepada anak tersebut untuk kebutuhan pengobatan orang tuanya dan kebutuhan lainnya.

Dalam kisah tersebut, dapat kita ambil intisari bahwa tidak ada yang akan menghalangi pendidikan kita walaupun kemiskinan yang melanda, ada banyak cara yang akan kita dapatkan selagi kita mau berusaha, karena yakinlah Allah akan memberikan kemudahan kepada kita, jika kita bersungguh-sungguh dan ikhlas menjalaninya dengan keyakinan sebab karena-Nya.

Selain itu, ada kesan lain yang dapat kita simpulkan, tergantung bagaimana sisi pandang kita terhadap kisah tersebut, semoga dengan kisah ini akan membuat kita lebih semangat dan tidak putus asa dalam meniti hidup di dalam dunia pendidikan khususnya dan dunia yang fana ini.


 

Banyak informasi yang akan dibahas di discord @sevenfingers, tertarik untuk menjadi salah satu anggota atau team sevenfingers, anda dapat bergabung dan join di discord ( klik link dibawah : )


 
Discord ~ https://discord.gg/uRnXdcs

 






Terima kasih telah mengunjungi dan membaca artikel ini. Kiranya jika bermanfaat untuk komentar dan resteem


~ Salam ~
 
Bersyukur adalah cara terbaik agar cukup, bahkan selagi dalam kekurangan. Jangan berharap lebih sebelum berusaha



Dalam hidup, setiap masalah adalah Pelajaran berharga. Setiap cobaan yg datang adalah proses pendewasaan diri. Kebahagiaan tak akan datang menghampiri jika kamu tak menjemputnya. Ciptakan di pikiran, lanjutkan ke tindakan. Tersenyum dan Nikmati!




Posted from my blog with SteemPress : https://oomcie.000webhostapp.com/2018/08/kisah-inspirasi-pendidikan-adalah-kekuatan-untuk-tetap-bertahan

Authors get paid when people like you upvote their post.
If you enjoyed what you read here, create your account today and start earning FREE STEEM!
Sort Order:  

Benar sekali om, semoga semua anak-anak negeri ini dibekali oleh pendidikan yang matang.

·

Amin..
Semoga pendidikan di negeri kita, lebih maju seperti di negara lain, sehingga pribumi tidak keluar masuk mencari pendidikan.
Satu lagi, pendidikan sebaiknya diusahakan dapat setara/selalu sama kurikulum dari pusat sampai daerah, dari kota sampai pedalaman. Sama seperti Program UAN yang disetarakan dari pusat sampai daerah. Sehingga semua anak akan sama sama memiliki ilmu pengetahuan yang mumpuni. Terima kasih bang @pupu93

·
·

Terima kasih kembali Bang @oomcie85 atas penjelasan yang konkrit!
Semoga sehat selalu,,amin

·
·
·

Amin 💪tetap semangat

Congratulations You Got Upvote
& Your Content Also Will Got Curation From

  • Community Coalition

Thanks for using #Steemprees

IndonesiaPhillipinesArab
@sevenfingers@steemph.antipolo@arabsteem