Scouting Education is the Foundation for Applying Character Education [BILLINGUAL]

in steemiteducation •  2 months ago


In undergoing scouting education so far I only know the figure of Robert Stephenson Smyth Baden Pawell as one who gave birth to the forerunner of current character education. As I learned in Boyman's book, Robert Stephenshon Smyth Baden Pawell or what I call Baden Pawell is the initiator of the establishment of world scout education. If we trace the traces of his life we ​​will get a lot of very valuable knowledge about the life of Baden Pawell. Among British nobles, Baden Pawell is known as a figure who is very manly, tough and brave. Starting from his idea the journey of scouting education spread to Indonesia. It was very clear I read on the opening page of Boyman's book.

In Indonesia, scouting education has been formed since the Japanese colonial era. Scouting education in Indonesia is known as Scout Movement. The famous Indonesian guide was Sri Sultan Hamengkubuwono IX, who was later called the father of Indonesia. Scout movement in Indonesia is one type of education that aims to shape the character of young people who are noble. Until now the Scout Movement has become a place for character education and even become a compulsory education that must be carried out in every school.

I have been pursuing this education since elementary school until now, for about 11 years I have lived it. Starting from being a student until now being an educator in the Ekstrakulikuler subject of the Scout Movement. I have had many experiences from this education. For me, the Scout Movement is an education that is very worthy to be pursued, because this is a very important place to shape human character in the current era. Scouting education also goes along with the times and is adjusted according to its place, circumstances, and times.


In this modern era, people might only know Thomas Lickona as the father of modern character education. I have taken several hours to gather information about this. I am really interested in explaining about character education. In the education of the Scout Movement, what I have known so far is that adults have the duty to educate character to young people and children. I still remember when I was in school, we usually studied in the form of a team. When it was a team of 10 people, we were guided by adults to know about scouting science. Pembinan leads direct learning activities and directs us to carry out various activities that are in accordance with the guidance of scout education.

"A child is just a place where an adult has the responsibility to be able to make them ..."(Thomas Lickona).

Character education is one of the most important education to implement. In school there is one area called BK (Counseling Guidance). The counseling teacher is usually responsible for sanctioning, advising, or solving problems of students who are having problems. The problem is usually about the level of student achievement, student discipline, and acquaintances that are caused by students. However, Counseling Guidance has not been able to reduce the level of student delinquency.

Character education not only serves to reduce the level of student delinquency, but more than that. With the character education in schools, this will greatly support the cognitive skills possessed by students. Because according to my understanding, the existence of sisswa character education will be encouraged to form positive character values ​​in themselves. So that with the character education will give birth to superior student character because character education will support the cognitive abilities possessed by each student.


In the world of education, there are four characteristics of character education proposed by FW Foerster. Fw Foester is one of the originators of character education. Based on the characteristics of character education that I read, I concluded the points as follows:

1. Children must be educated based on the norms prevailing in the community, and then guided by these norms.
2. Children must be educated to be people who are confident and have courage.
3. Children in the students can practice the rules that apply in society, then the rules become values ​​for their lives.
4. Children in the students to be people who have commitment, determination and loyalty.

These four points become the main foundation for implementing character education. Education can then be developed through our respective concepts and methods. In this era of globalization, we should apply character education in schools, family environments, and social communities. So that it will give birth to a superior generation of a good education system. To implement character education at the school level, I think we can copy the scout education (Scout Movement). Although the government has obliged the education of the Scout Movement in every school, the implementation of the educational goals has not been fully achieved.

This then encouraged us to really implement the Scout Movement Education as an effort to give birth to character education at the school level. If the methods and concepts of the Scout Movement are truly used as a source of learning, it will be able to realize efficient character education in this period.



[INDONESIA]



Dalam menjalani pendidikan kepanduan selama ini saya hanya mengenal sosok Robert Stephenson Smyth Baden Pawell sebagai salah seorang yang melahirkan cikal bakal pendidikan karakter saat ini. Seperti yang saya pelajari di buku Boyman, Robert Stephenshon Smyth Baden Pawell atau yang akrap disapa dengan sebutan Baden Pawell adalah penggagas berdirinya pendidikan kepanduan sedunia. Jika kita menelusuri jejak kehidupannya kita akan memperoleh banyak pengetahuan yang sangat berharga tentang pengelaman kehidupan Baden Pawell. Dikalangan bangsawan Inggris, Baden Pawell dikenal sebagai sosok yang sangat gagah, tangguh, dan berani. Berawal dari gagasannya perjalanan pendidikan kepanduan menyebar hingga ke Indonesia. Itu sangat jelas saya baca di halaman pembuka buku Boyman.

Di Indonesia, pendidikan kepanduan itu sudah terbentuk sejak era penjajahan Jepang. Pendidikan kepanduan di Indonesia dikenal dengan istilah Gerakan Pramuka. Pandu Indonesia yang sangt terkenal adalah Sri Sultan Hamengku Buwono IX, yang kemudian disebut sebagai bapak pandu Indonesia. Gerakan pramuka di Indonesia adalah salah satu jenis pendidikan yang bertujuan untuk membentuk karakter kaum muda yang berakhlak mulia. Sampai saat ini Gerakan Pramuka menjadi salah satu wadah pendidikan karakter bahkan menjadi pendidikan wajib yang harus dijalankan di setiap sekolah.

Saya telah menekuni pendidikan ini sejak sekolah dasar sampai sekarang, kira-kira sudah 11 tahun lebih saya menjalaninya. Mulai dari menjadi peserta didik hingga saat ini menjadi sebagai pendidik dalam mata pelajaran Ekstrakulikuler Gerakan Pramuka. Banyak pengalaman yang telah saya dapati dai pendidikan ini. Bagi saya, Gerakan Pramuka adalah pendidikan yang sangat patut untuk ditekuni, karena ini adalah wadah yang sangat penting untuk membentuk karakter manusia di era saat ini. Pendidikan kepanduan juga berjalan mengikuti zaman dan disesuaikan menurut tempat, keadaan, dan zamannya.


Di era modern ini, orang mungkin hanya mengenal Thomas Lickona sebagai bapak pendidikan karakter modern. Saya telah meluangkan waktu beberapa jam untuk mengumpulkan informasi mengenai ini. Saya benar-benar tertarik untuk menjelaskan tentang pendidikan karakter. Di dalam pendidikan Gerakan Pramuka, yang saya ketahui selama ini orang-orang dewasa bertugas untuk mendidik karakter kepada kaum muda dan anak-anak. Saya masih ingat ketika dulu waktu masih sekolah, biasanya kami belajar dalam bentuk beregu. Ketika itu satu regu terdiri dari 10 orang, kami dipandu oleh orang dewasa untuk mengenal tentang ilmu pengetahuan kepanduan. Pembinan memimpin langsung kegiatan belajar dan mengarahkan kami untuk melakukan berbagai macam aktivitas yang sesuai dengan pedoman pendidikan kepanduan.

”Seorang anak hanyalah wadah di mana seorang dewasa memiliki tanggung jawab untuk dapat menbuat mereka...”(Thomas Lickona).

Pendidikan karakter adalah salah satu pendidikan yang sangat penting untuk diterapkan. Di sekolah ada satu bidang yang disebut dengan nama BK (Bimbingan Konseling). Guru bimbingan konseling biasanya bertugas untuk memberi sanksi, menasehati, atau menyelesaikan masalah siswa yang sedang bermasalah. Masalah itu biasanya mengenai tingkat prestasi belajar siswa, kedisiplinan siswa, dan kenakalan-kenalan yang di akibatkan oleh siswa. Namun, Bimbingan Konseling itu belum mampu mengurangi tingkat kenakalan siswa.

Pendidikan karakter tidak hanya berfungsi untuk mengurangi tingkat kenakalan siswa, akan tetapi lebih dari pada itu. Dengan adanya pendidikan karakter di sekolah maka ini akan sangat mendukung kecakapn kognitif yang dimiliki oleh siswa. Karena menurut pemahaman saya, dengan adanya pendidikan karakter sisswa akan akan di dorong untuk membentuk nilai-nilai karakter yang positif dalam diri mereka. Sehingga dengan adanya pendidikan karakter tersebut akan melahirkan karakter siswa yang unggul karena pendidikan karakter akan mendukung kemampuan kognitif yang dimiliki oleh masing-masing siswa.


Dalam dunia pendidikan, ada 4 ciri pendidikan karakter yang dikemukakan oleh FW Foerster. Fw Foester adalah salah seorang pencetus tentang pendidikan karakter. Berdasarkan ciri-ciri pendidikan karakter yang saya baca, saya meyimpulkan poin tersebut sebagai berikut ini :

1. Anak-anak harus didik berdasarkan norma yang berlaku di dalam masyarakat, dan kemudian berpedoman kepada norma tersebut.
2. Anak-anak harus di didik untuk menjadi orang yang percaya diri dan memiliki keberania.
3. Anak-anak di didik untuk dapat mengamalkan aturan yang berlaku dalam masyarakat, kemudian aturan tersebut menjadi nilai-nilai bagi kehidupannya.
4. Anak-anak di didik untuk menjadi orang yang memiliki komitmen, keteguhan dan sikap kesetiaan.

Keempat poin tersebut menjadi landasan utama untuk menerapkan pendidikan karakter. Pendidikan itu kemudian dapat dikembangkan melalui konsep dan metode kita masing-masing. Di era globalisasi ini sudah hendaknya kita menerapkan pendidikan karakter itu di sekolah, lingkungan keluarga, dan masyarakat sosial. Sehingga akan melahirkan generasi yang unggul dari sistem pendidikan yang baik. Untuk menerapkan pendidikan karakter di tingkat sekolah, saya pikir kita bisa mencontohi dari pendidikan kepanduan (Gerakan Pramuka). Meskipun pemerintah telah mewajibkan pendidikan Gerakan Pramuka di setiap sekolah, namun implementasi dari tujuan pendidikan itu belum tercapai sepenuhnya.

Hal ini kemudian mendorong kita untuk benar-benar menerapkan Pendidikan Gerakan Pramuka sebagai upaya untuk melahirkan pendidikan karakter di tingkat sekolah. Apabila metode dan konsep dari Gerakan Pramuka benar-benar dijadikan sebagai sumber pembelajaran, hal itu akan mampu mewujudkan pendidikan karakter yang efesien di masa ini.

You have to know more about them :

My writing about scout education :



Posted from my blog with SteemPress : http://ponpase.com/2018/08/31/scouting-education-is-the-foundation-for-applying-character-education/

**********

Thanks to : @rok-sivante

**********

Follow me at Twitter!

Vote To Witness@good-karma@steempress@kevinwong

https://steemit.com/~witnesses


Ciptakan Banyak Uang Di Walletmu!

Visit To My Blog ! Story Blog


By : @ponpase | From Indonesia
For : Science, Life, Spirituality, Inspiration, Nature, Philosophy.


If you like sevenfingers in giving a curate you can also follow sevenfingers CURATION TRAIL Here


"Thank You"

PicsArt_08-21-04.18.52.gif





Authors get paid when people like you upvote their post.
If you enjoyed what you read here, create your account today and start earning FREE STEEM!