Pematangsiantar

in Steem SEA5 years ago

Kota Pematangsiantar (sering disebut dengan Kota Siantar saja) adalah salah satu kota di provinsi Sumatra Utara, Indonesia. Karena letak Pematangsiantar yang strategis, kota ini dilalui oleh jalan Raya Lintas Sumatra. Kota ini memiliki luas wilayah 79,97 km2 dan berpenduduk sebanyak 268.254 jiwa (2021), dimana Laki-laki berjumlah 132.615 jiwa dan perempuan 135.639 jiwa.[1]

Kota Pematangsiantar

Kota di Sumatra Utara, Indonesia

Lambang

Sapangambei Manoktok Hitei

Kota Pematangsiantar

Tampilkan peta SumatraTampilkan peta IndonesiaTampilkan semua

Koordinat: 2.96°N 99.06°ENegara IndonesiaProvinsiSumatra UtaraTanggal peresmian24 April 1871Pemerintahan

• Wali KotaHefriansyah Noor • Wakil Wali KotaTogar SitorusLuas

• Total79,97 km2 (30,88 sq mi)Populasi

(2021)[1]

• Total268.254 jiwa • Kepadatan3.354/km2 (8,690/sq mi)Demografi

• AgamaKristen 51,25%

  • Protestan 46,54%
  • Katolik 4,71%
    Islam 45,90%
    Buddha 4,36%
    Hindu 0,11%
    Konghucu 0,01%
    Lainnya 0,37%[2] • BahasaBahasa Indonesia, Bahasa Batak Simalungun, Bahasa Batak Toba,Bahasa Batak Mandailing, Bahasa Melayu, Bahasa HokkienZona waktuWIB (UTC+07:00)Kode telepon0622Kode Kemendagri12.72 Jumlah kecamatan8 kecamatanJumlah kelurahan53 kelurahanDAURp 622.331.041.000,- (2020)[3]IPM 78,75 (2020)
    Tinggi[4]Situs webwww.pematangsiantarkota.go.id

Kota Pematangsiantar yang hanya berjarak 128 km dari Medan dan 50 km dari Parapat sering menjadi kota perlintasan bagi wisatawan yang hendak ke Danau Toba. Sebagai kota penunjang pariwisata di daerah sekitarnya, kota ini memiliki 8 hotel berbintang, 10 hotel melati dan 268 restoran. Di kota ini masih banyak terdapat sepeda motor The Birminghan Small ArmsbCompany (BSA) kapasitas 500 cc buatan Inggris, model lama sebagai becak bermesin yang menimbulkan bunyi yang keras.

Wakil Presiden Republik Indonesia yang ke-3 Adam Malik, lahir di kota ini pada 22 Juli 1917. Kota ini pernah menerima Piala Adipura pada tahun 1993 atas kebersihan dan kelestarian lingkungan kotanya. Sementara itu, karena ketertiban pengaturan lalu lintasnya, kota ini pun meraih penghargaan Piala Wahana Tata Nugraha pada tahun 1996.

Sektor industri yang menjadi tulang punggung perekonomian kota yang terletak di tengah-tengah Kabupaten Simalungun ini adalah industri besar dan sedang. Dari seluruh total kegiatan ekonomi, pada tahun 2000 kota ini mencapai Rp1,69 triliun, pangsa pasar industri mencapai 38,18% atau Rp646 miliar. Sektor perdagangan, hotel dan restoran menyusul di urutan kedua, dengan sumbangan 22,77% atau Rp385 miliar.

Motto dari kota ini adalah Sapangambei Manoktok Hitei yang berasal dari Bahasa Simalungun yang memiliki arti Saling bergotong-royong demi mencapai tujuan yang mulia.

SejarahSuntingMasa Kerajaan PematangsiantarSunting

Sebelum Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, Pematangsiantar merupakan daerah kerajaan. Pematangsiantar yang berkedudukan di Pulau Holing dan raja terakhir dari dinasti ini adalah keturunan marga Damanik yaitu Tuan Sang Nawaluh Damanik yang memegang kekuasaan sebagai raja tahun 1906.

Di sekitar Pulau Holing kemudian berkembang menjadi perkampungan tempat tinggal penduduk diantaranya Kampung Suhi Haluan, Siantar Bayu, Suhi Kahean, Pantoan, Suhi Bah Bosar, dan Tomuan. Daerah-daerah tersebut kemudian menjadi daerah hukum Kota Pematangsiantar yaitu:

Pulau Holing menjadi Kampung PematangSiantar Bayu menjadi Kampung Pusat KotaSuhi Kahean menjadi Kampung Sipinggol-pinggol, Kampung Melayu, Martoba, Sukadame, dan Bane.Suhi Bah Bosar menjadi Kampung Kristen, Karo, Tomuan, Pantoan, Toba dan Martimbang.Masa Pendudukan BelandaSunting

Setelah Belanda memasuki Daerah Sumatra Utara, Daerah Simalungun menjadi daerah kekuasaan Belanda sehingga pada tahun 1907 berakhirlah kekuasaan raja-raja. Kontroleur Belanda yang semula berkedudukan di Perdagangan, pada tahun 1907 dipindahkan ke Pematangsiantar. Sejak itu Pematangsiantar berkembang menjadi daerah yang banyak dikunjungi pendatang baru, Bangsa Cina mendiami kawasan Timbang Galung dan Kampung Melayu.

Pada tahun 1910 didirikan Badan Persiapan Kota Pematangsiantar. Kemudian pada tanggal 1 Juli 1917 berdasarkan Stad Blad No. 285 Pematangsiantar berubah menjadi Gemente yang mempunyai otonomi sendiri. Sejak Januari 1939 berdasarkan Stad Blad No. 717 berubah menjadi Gemente yang mempunyai Dewan.

Masa Pendudukan Jepang

Coin Marketplace

STEEM 0.04
TRX 0.32
JST 0.078
BTC 60993.71
ETH 1618.63
USDT 1.00
SBD 0.42