Canda Bulus
Senyum canggu, kecup haru, tabuhan rindu
Semua ku-alamatkan kepadamu kasih
Dulu binar mata-ku begitu merekah cahayanya
Tapi sekarang binar tersebut meredup, kelam tak memancarkan cahayanya lagi.
Dulu kau datang dengan angin harapan surga.
Perlahan kau sering beralasan
Seiring waktu kau berilah
Hingga akhirnya kau raip
Dan tiba masanya kau lenyap dari tilik kasat mataku.
Untuk doa yang ku-lantunkan dulu
Kau masih dalam setiap bait rahmatnya
Tapi Sekarang munajat-ku telah kosong tentangmu, namamu ku-pindahkan dalam bait doa tolak bala.
Kau kecintaan-ku, terbaik pula
Tapi sayang, baikmu bukan untukku
Ini semua jawaban atas tiap bait sajak doaku
Canda bulus itu telah tiada lagi.
By @anshari08
Your post was upvoted and resteemed on @upvoteandresteem