Namib Ocymyrmex, Species Of Insects Conquer The Sahara Desert [BILLINGUAL]

in science •  6 months ago

What would you think if walking in the Sahara desert ?. I do not think we can survive long enough to walk in that hot desert wasteland despite using footwear. According to some studies, living things are impossible to survive in the Sahara desert that has temperatures up to 70° Celsius. 70° Celsius is a very hot condition, where the entire skin will feel broken when exposed to the hot rays. Humans and other living beings can not survive such a temperature level. The Sahara Desert is a vast desert in this world. What do you think if you are embedded in this desert. It surprised me when reading a book in pdf format. The book explains the life of insecta or insects.

In the Sahara desert with exquisite sand, there is one type of insect that can survive even in temperatures that reaches 70° Celcius. Ants named Namib Ocymyrmex (Black Ants) and Cataglyphis Bombycina (silver Ants) are one type of desert ants. These ants have a medium-sized body shape and have legs that are long enough. Not many living things can do what this one creature does. They spend days in search of prey at a moderately hot temperature. The desert ants will start looking for food if the temperature has reached 30° Celsius. 30° Celsius is the temperature that we usually feel today like in Indonesia. Black ants and silver ants inhabitants of the desert will start looking for prey when the temperature starts to feel hot or is at 30° Celsius.

Based on research at such temperature conditions the bodies of the ants still feel cold. As the air gets warmer, more ants start coming out of their nests. Surprisingly, their road movement is highly dependent on temperature conditions. If the temperature has reached 53° Celsius then their movement akam continues rapidly. They will stop moving and hide when the temperature reaches around 69° Celsius. At that temperature they will stop moving to find prey. Usually they will re-move in the afternoon when normal temperatures begin to return at 30° Celsius. At high temperatures they may not be able to come back again. Their quest for food takes up to days. They have to find the right moment to get back to their feet. When the temperature reaches a high point they are likely to die if they can not take shelter. If the temperature has reached 67-69° Celsius then they will move into the sand. If the deeper the sand the temperature will be cooler. They moved to drown themselves in the sand. If the temperature is more than 53° C, they will find a place to cool like a log and a plant. If they are inside the tree trunk, the temperature will be around 38° Celsius.

Although the temperature is quite hot, not infrequently they are also very brave to look for prey even though occasionally looking for shade. The thing that can keep them afloat in hot scorching is their fur. They have a fairly thick fur that allows the air to cool about 2° Celsius despite being exposed to sunburn. The shiny colors of desert ant feathers can produce a mirror effect that allows them to survive and communicate with their habitat. In addition, long legs keep their bodies farther away from the surface of the sand that is hot enough. Their legs allow them to move quickly to keep their bodies cool.


Ocymyrmex

Their lives are very worrying. It is the greatness of God who has created them and given them special abilities to survive. If the Leaf Cut ant has God given such a pointy and sharp jaw, then the desert ants have given Allah the knowledge that they can survive in such a hot condition. Do not we think about what is happening in this world.

Referency : 1,2, 3, 4.



Image Credit By: @steemstem

Do not forget to share knowledge about #steemSTEM to the public at Steemit Platform. Start by posting simple things and original content from yourself.


I'm @ponpase, I'm #science Creator From Sevenfingers Curation Project



[INDONESIA]

Apa yang akan Anda pikirkan jika berjalan di gurun sahara ?. Saya rasa kita tak akan bisa bertahan lama untuk bisa berjalan di dalam gurun pusir yang panas itu meskipun menggunakan Alas kaki. Menurut beberapa penelitian, makhluk hidup mustahil bisa bertahan hidup di dalam gurun sahara yang memiliki suhu hingga 70°Celcius. 70°Celcius adalah kondisi yang sangat panas, dimana seluruh kulit akan terasa pecah bila terkena sinar yang panas. Manusia dan makhluk hidup lain tidak akan bisa bertahan dalam tingkat suhu seperti itu. Gurun sahara merupakan gurun yang sangat luas di dunia ini. Apa yang Anda pikirkan jika Anda tertanam di dalam gurun ini. Hal mengejutkan saya ketika membaca sebuah buku dalam format pdf. Buku tersebut menjelaskan tentang kehidupan insecta atau serangga.

Di gurun sahara dengan keadan pasir yang sangat panas terdapat satu jenis serangga yang dapat bertahan hidup meskipun di dalam suhu yang panasnya mencapai 70°C. Semut yang bernama latin Namib Ocymyrmex (Semut hitam) dan Cataglyphis Bombycina (Semut perak) itu merupakan salah satu jenis semut gurun. Semut ini memiliki bentuk tubuh yang berukuran sedang dan memiliki kaki yang cukup panjang. Tidak banyak makhluk hidup dapat melakukan hal yang dilakukan oleh makhluk yang satu ini. Mereka menghabiskan waktu berhari-hari untuk mencari mangsa di suhu yang cukup panas. Semut-semut gurun itu akan mulai mencari makanan jika suhu telah mencapai 30°Celcius. 30°Celcius adalah suhu yang biasa kita rasakan saat ini seperti di Indonesia. Semut hitam dan semut perak penghuni gurun akan mulai mencari mangsa ketika suhu mulai terasa panas atau berada pada 30°Celcius.

Berdasarkan penelitian pada saat kondisi suhu seperti itu tubuh semut-semut itu masih terasa dingin. Ketika udara mulai semakin panas, maka akan semakin banyak pula semut yang mulai keluar dari sarang mereka. Yang anehnya, gerakan jalan mereka sangat tergantung pada kondisi suhu. Jika suhu sudah mencapai 53°Celcius maka gerakan mereka akam terus berlanjut dengan cepat. Mereka akan berhenti bergerak dan bersembunyi pada saat suhu mencapai sekitar 69°Celcius. Di suhu itu mereka akan berhenti bergerak untuk mencari mangsa. Biasanya mereka akan kembali bergerak pada saat sore hari ketika suhu normal mulai kembali di 30°Celcius. Pada suhu yang tinggi mungkin saja mereka tidak dapat kembali lagi kesarangnya. Perjalanan mereka mencari makanan menghabiskan waktu hingga berhari-hari. Mereka harus mencari saat yang tepat untuk bisa kembali kesarangnya. Pada saat suhu mencapai titik tinggi kemungkinan besar mereka akan mengalami kematian jika tidak bisa berlindung. Jika suhu sudah mencapai 67-69°Celcius maka mereka akan bergerak menuju kedalam pasir. Jika semakin dalam pasir maka suhu akan semakin dingin. Mereka bergerak menenggelamkan diri mereka kedalam pasir. Sedangka jika suhu udara lebih dari 53°C, mereka akan mencari tempat untuk berdingin seperti batang kayu maupun tumbuhan. Jika mereka berada di dalam batang pohon, suhu akan sekitar 38°Celcius.

Meskipun suhu yang cukup panas, tak jarang juga mereka sangat berani untuk mencari mangsa meskipun sesekali mencari tempat peneduh. Hal yang mampu membuat mereka bertahan dalam terik panas adalah bulu mereka. Mereka memiliki bulu yang cukup lebat yang memungkin udara akan lebih dingin sekitar 2°Celcius meskipun terkena sengatan matahari. Warna yang mengkilat pada bulu semut gurun ini bisa menghasilkan efek cermin yang memungkinkan mereka untuk bertahan hidup dan berkomunikasi dengan habitatnya. Selain itu, kaki panjang menjaga tubuh mereka lebih jauh jaraknya dari permukaan pasir yang cukup panas. Kaki mereka memungkinkan mereka untuk bergerak dengan cepat agar membuat tubuh mereka tetap terasa dingin.


Ocymyrmex

Kehidupan mereka sungguh memprihatinkan. Sungguh kebesaran Tuhan yang telah menciptakan mereka dan memberikan mereka kemampuan khusus untuk dapat bertahan hidup. Jika Semut pemotong daun telah Allah berikan rahang yang begitu runcing dan tajam, maka semut gurun telah Allah berikan pengetahuan agar mereka mampu bertahan hidup dalam kondisi yang begitu panas. Tidakkah kita berpikir tentang apa yang terjadi di dalam dunia ini.

Referency : 1,2, 3, 4.



Image Credit By: @steemstem

Do not forget to share knowledge about #steemSTEM to the public at Steemit Platform. Start by posting simple things and original content from yourself.

I'm @ponpase, I'm #science Creator From Sevenfingers Curation Project

"Thank You"
💗







Authors get paid when people like you upvote their post.
If you enjoyed what you read here, create your account today and start earning FREE STEEM!
Sort Order:  

This post has been rewarded with 30% upvote from @indiaunited-bot account. We are happy to have you as one of the valuable member of the community.

If you would like to delegate to @IndiaUnited you can do so by clicking on the following links: 5SP, 10SP, 15SP, 20SP 25SP, 50SP, 100SP, 250SP. Be sure to leave at least 50SP undelegated on your account.

Please contribute to the community by upvoting this comment and posts made by @indiaunited.

·

Thanks....

Subhanallah. Bahkan ditempat yang sangat panas dan gersang sekalipun, rezeki dari Allah tetap terjamin.

Saket ulee aneuk muda, na saja bahan postingan aneh tang hayeu bak droeneuh @ponpase

·

Makhluk ini terlihat lebih gesit dari jenis serangga yang lain, dia memiliki kaki yang sangat panjang sehingga dia mampu bergerak dengan cepat dan dapat melindungi tubuhnya untuk tidak terkena langsung dengan pasir. Mereka sangat hebat, itulah kehidupan, akan ada banyak cara untuk beradaptasi agar bisa bertahan hidup. Maha Besar Allah Yang telah menciptakan mereka.

Terima kasih bang @lamkote sudah hadir lagi di kolom komentar.

·
·

Sedemikian detilnya informasi, makannya saya suka baca postingan syedara @ponpase