RUMAH KARDUS

in poetry •  last year  (edited)

image

Udara petang membuat diriku agak menggigil. Ruas jalan aspal semakin legam disertai basah kuyup. Dan beberapa bagian tergenang sisa air hujan tadi sore. Dengan langkah tertatih-tatih menuju ke warung angkringan. Ku pesan secangkir kopi.

Dengan kepulan kopi membuat lidah ingin menikmatinya. Namun mataku melihat beberapa rumah kardus yang agak basah di kolong jembatan kereta. Di sana seorang balita makan nasi kering dengan lahap. Di sampingnya seorang bunda sedang melihat anaknya.

Mata hatiku melihat rautan wajah bunda menahan lapar. Ia mencari setetes rejeki untuk anaknya bukan untuk dagingnya. Ku alihkan mataku ke cangkir kopi dan kuminum kopi pahitku terasa asam di mulutku. Hatiku terharu pada langkah bundanya.

Authors get paid when people like you upvote their post.
If you enjoyed what you read here, create your account today and start earning FREE STEEM!