Memangkas Bait | Cutting the Stanza |

in poetry •  2 months ago



Engkau memangkas bait yang baru kumulai
dengan pencarian diksi di antara reruntuhan cahaya.
dalam kitab pencarian makna,
tak kau temukan setitik getar
tidak juga aroma yang biasa melapisi waktu
sekejap setelah hujan turun di tanah kering.
aroma rumput pun menjadi hambar dalam piring
retak yang kau ciptakan dari masa lalu.

Rindu akan menjadi kering setelah suara pecah di angkasa
kau takkan pernah menoleh ke belakang
bahkan ketika semua kenangan menjadi tumpukan berlian
engkau tetap merindukan cahaya yang tiada

Lhokseumawe, 12 Maret 2019






Cutting the Stanza

You cut down the temple I just started
by searching diction among the ruins of light.
in the book of search for meaning,
You don't find a spatter
nor does the aroma that usually coats time
instantly after rain falls on dry land.
the smell of grass became bland on the plate
the crack you created from the past.

Miss will dry out after the sound breaks in the sky
You will never look back
even when all memories become a pile of diamonds
you still long for the absence of light

Lhokseumawe, March 12, 2019







Badge_@ayi.png


follow_ayijufridar.gif

Authors get paid when people like you upvote their post.
If you enjoyed what you read here, create your account today and start earning FREE STEEM!
Sort Order:  

Puisi yang menyentuh dan bermakna banget pak @ayijufridar
Saya mengapresiasi penuh.

·

Terima kasih @wiralhokseumawe. Tidak bisa disebut puisi beneran, sebab saya menulisnya hanya dalam hitungan menit, mungkin sekitar tujuh menit saja dan tidak ada pendalaman.

·
·

Tujuh menit sudah cukup untuk menikmati puisi indah dari seorang @ayijufridar

Terimakasih telah berbagi kata yang penuh makna tersirat dan tersurat dengan beribu arti didalamnya
Salam
@iskandarawe