Pentingnya Menjauhkan Anak Dari Smartphone

in pendidikananak •  last month

Anak-anak masa kini memang sangat identik dengan smartphone. Bagi mereka pada umumnya, sudah tak asing dengan perangkat elektronik tipis ini. Mereka umumnya pun begitu cepat beradaptasi bermain game. Apakah sang buah hati kita demikian? Lalu, apakah hal ini positif baginya? Kita, sebagai orang tua, ada baiknya mencoba bersikap keras tak memberikannya kepadanya. Apalagi hingga membiarkannya sangat larut selama berjam-jam misalnya bermain game. Ada baiknya ia melakukan aktivitas lainnya. Khususnya, aktivitas yang menggunakan fisiknya. Lalu, mengapa demikian? Membiarkannya bermain smartphone bisa saja mendatangkan beberapa dampak kurang baik yang akan dirasakannya


Gambar 1. Anti Smartphone

Kecanduan Bermain Game. Dengan smartphone, ia dapat bermain beraneka game. Permainan pun dibuat semenarik mungkin agar pemainnya tidak cepat jenuh. Bagi anak, hal ini sebenarnya kurang baik. Sebabnya, menjadikannya merasa tertantang. Terlebih permainan biasanya diisi beraneka karakter yang begitu menarik dan sedap dipandang. Perlahan-lahan, menjadikannya kecanduan. Bila demikian, tak tertutup kemungkinan kita sulit mengatasinya. Selain itu, bila kecanduan, biasanya enggan mengerjakan aktivitas lainnya termasuk belajar. Kecanduan ini pun berisiko juga mengakibatkan muncul karakter agresif dalam dirinya. Ataupun, bisa juga menjadikannya mengalami gangguan perilaku seperti mengurung diri sendiri, tak ingin bergaul dengan orang-orang di sekitarnya, dan sebagainya.

Menjadikannya Mudah Merengek-Rengek. Bila seseorang kecanduan terhadap suatu hal, biasanya ia tak akan mampu mengendalikan dirinya. Tak tertutup kemungkinan akan berimbas ke hal lain. Pernyataan ini pun berlaku juga bagi sang anak. Bila ia kecanduan bermain game, berisiko berimbas juga ke hal lainnya. Misalnya, ia menginginkan mainan baru. Ia akan merengek-rengek agar keinginannya terpenuhi. Nah, apakah kita siap menghadapinya? Pada titik inilah, pentingnya menjauhkan smartphone dari genggamannya.

Membuatnya Merasa Panik Berada di Lingkungan Sosial. Komunikasi yang baik adalah tatap muka. Bila terlalu lama mengoperasikan smartphone, akan mengurangi waktunya untuk bertatap muka dengan orang lain. Hal ini bisa saja menjadikannya mudah merasa panik saat berada di lingkungan sosial misalnya di dalam ruang kelas. Bisa juga, muncul pikiran paranoid dalam benaknya. Hal ini tentunya menghambat proses pendidikannya. Sekali lagi, jauhkan darinya agar ia lebih banyak waktu untuk bertatap muka dengan orang lain.

Mengurangi Hubungan Anak Orang Tua. Menurut suatu penelitian, bila ia terlalu banyak bermain smartphone mempengaruhi kemampuannya dalam bersosialisasi. Termasuk juga bersosialisasi dengan orang tuanya. Ia akan lebih senang menatap layar dibandingkan berinteraksi ayahnya ataupun ibunya. Padahal, ada banyak hal yang mesti diajarkan orang tua kepadanya. Bisa saja, tak akan mendengarkan nasehat-nasehat kedua orang tuanya secara serius.

Demikian, pentingnya menjauhkan anak dari smartphone. Dampak-dampak kurang baik tersebut memang sangat tak kita inginkan Ada baiknya mencoba menjauhkannya dari perangkat elektronik tersebut

Oleh: Rahadian
(mas_rahadian@yahoo.co.id)

Referensi:

Gambar:

  1. https ://cdn.pixabay.com/photo/2018/08/27/15/35/iphone-3635262_960_720.jpg

Byteball tebar hadiah. Segera klaim airdrop anda!.

Voting bot @kakibukit: kirim 0.002 - 0.04 SBD + memo = URL, voting setiap 2.4 jam, min ROI 10%, max age 3.5 hari, jenis posting bukan komentar.

Pilih @puncakbukit Sebagai Witness Anda - setiap suara menentukan.

  • Akses halaman Witness Voting.
  • Scroll down sampai bawah.
  • Ketik "puncakbukit" di textbox berikut.
  • Klik tombol "VOTE".
  • Kami akan follow anda.. ;-)
  • My Witness Update

Lihat juga:

Authors get paid when people like you upvote their post.
If you enjoyed what you read here, create your account today and start earning FREE STEEM!