Kabut Duka di Ranto Peureulak

in news •  last year  (edited)

Pagi itu, Rabu 25 April 2018, sekira pukul 1.30 pagi, kabut dingin yang menyelmuti ibu kota Kecamatan Ranto Peureulak, Kabupaten Aceh Timur, tiba-tiba berubah panas yang di timbulkan dari semburan api yang membakar salah satu sumur minyak tradisional di Desa Pasir Putih kecamatan setempat. Suasana histeris dan jeritan para korban kebakaran sumur minyak tradisional itu membangunkan warga sekitar yang sedang dibuai mimpi. Kejadian itu juga mengagetkan warga yang masih menikmati kopi di warung-warung sekitar Ibukota Kecamatan Ranto Peureulak di pagi itu.

DSC_0169.jpg

Photo By : @ilyasismail


Awalnya, Selasa 24 April 2018, sekira pukul 12.00 malam, warga sekitar Desa Pasir Putih, datang ramai-ramai melihat adanya semburan minyak dari salah satu sumur minyak tradisional yang terletak persis di lingkungan warga desa itu. Tidak tersirat dipikiran mereka adanya bahaya yang akan ditimbulkan dari semburan minyak tersebut. Ketika warga dan para pekerja di sumur minyak itu menyaksikan semburan minyak, tiba-tiba entah darimana percikan api datang membakar seluruh kawasan itu. Beberapa orang pekerja dan puluhan warga yang sedang melihat semburan minyak juga ikut terbakar.

DSC_1053.jpg

Photo By : @ilyasismail


Api yang membesar, terus meluluhlantakan lima unit rumah warga dan empat unit kendaraan roda dua yang ada di radius 30 meter dari sumur yang mengelurkan semburan minyak itu. Kebanyakan korban kebakaran saat ini mereka masih di rawat di beberapa hospital di Provinsi Aceh, mereka mengaku malam itu tidak tersirat di pikiran mereka bahya yang ditimbulkan dari semburan minyak tersebut. Seperti dikatakan oleh salah satu korban Zainuddin 38 tahun, warga Desa Leuge Kecamatan Peureulak, Kabupaten Aceh Timur, Kisahnya sebelum peristiwa itu terjadi, tidak terlintas di pikirannya ada bahaya yang sedang mengintai mereka, saat Ia sedang melihat semburan minyak, tiba-tiba katanya, ada percikan api dari arah kuburan yang kemudian menyambar seluruh lokasi itu.

“Melihat api yang sangat besar, saya mencoba lari, tapi api yang sangat cepat telah mengelilingi posisi tempat saya berdiri kala itu, akhirnya saya berhasil lolos dengan luka bakar dari kepungan api, dan kemudian saya di evakuasi oleh masyarakat ke Puskesmas Ranto Peureulak,” kata Zainuddin, kepada penulis saat mengikuti kunjungan Ketua Fraksi Partai Aceh, DPR Aceh Iskandar Usman Al Farlaky di ruang rawat inap RSUD Sultan Abdul Aziz Syah Peureulak.

DSC_0189.jpg

Ketua Fraksi Partai Aceh DPRA, Iskandar Usman Al Farlaky, saat berbincang dengan salah satu korban kebakaran sumur minyak tradisional, Zainuddin (38 ) tahun, di RSUD Sultan Abdul Azis Syah Peureulak. (Photo By : @ilyasismail)


Kini kondisi Zainuddin, dengan luka bakar sekujur tubuhnya masih dirawat secara intensif di rumah sakit tersebut. Kisah berbeda di alami oleh korban lainnya, yaitu Radiati 25 tahun, warga Pasir Putih, yang juga masih di rawat secara intensif di RSUD Sultan Abdul Aziz Syah. Radiati mengaku, pagi itu saat kejadian semburan api terjadi, Ia berada dalam rumahnya yang hanya berjarak beberapa meter dari sumur minyak tradisional yang terbakar itu. Ketika api membakar rumahnya Radiati juga ikut terbakar. Kini kondisinya masih dirawat secara intensif di RSUD Sultan Abdul Aziz Syah Peureulak. Kata Radiati, selain dirinya keluarganya yang lain juga ikut korban, malah salah satu iparnya juga meninggal dunia akibat kebakaran itu.

Pagi itu, yang seharusnya suasana jalan lintas Peureulak –Lokop sepi, berubah dengan nyaringnya suara sirine ambulance yang bolak-balik mengangkut puluhan korban dari Puskesmas Ranto Peureulak menuju ke rumah sakit dr. Zubir Mahmud Idi dan rumah sakit Sultan Abdul Aziz Syah Peureulak. Sebanyak 22 orang korban kebakaran dirujuk ke rumah sakit dr. Zubir Mahmud, dan 19 orang di rujuk ke rumah sakit Sultan Abdul Aziz Syah Peureulak, sementara beberapa korban yang meninggal dunia di lokasi kejadian langsung di evakuasi kerumah duka.

DSC_0024.jpg

Puing-puing sepda motor yang terbakar dalam musibah kebakaran sumur minyak di Desa pasir Putih Kecamatan Ranto Peureulak Aceh Timur(Photo By : @ilyasismail)


Hari ini merupakan hari kedua duka yang menimpa warga Kacamatan Ranto Peureulak dan sekitaranya, jumlah korban meninggal dunia terus bertambah. Hari pertama seluruh surat kabar dan televisi nasional dan international memberitakan 10 orang meninggal dunia, dan puluhan mengalami luka bakar serius. Tatapi hari ini merupakan hari kedua pasca musibah terbakarnya sumur minyak tradisional tersebut, jumlah korban meninggal dunia terus bertambah hingga malam ini, informasi yang diperoleh penulis tercatat sebanyak 22 orang meninggal dunia dan puluhan lainya masih dirawat di sejumlah rumah sakit di Provinsi Aceh.

Berikut ini data lengkap korban musibah kebakaran sumur minyak tradisional Desa Pasir Putih Kecamatan Ranto Peureulak, Kabupaten Aceh Timur. :

Berikut data Korban Meninggal Dunia 22 orang:

  1. Wahyuni (38) tahun, warga Gampong Bhom Lama, Kecamatan Ranto Peureulak
  2. Mak Wen (60), tahun Bhom Lama, Kecamatan Ranto Peureulak
  3. Dedi Saputra (25) tahun warga Bhom Lama, Kecamatan Ranto Peureulak
  4. Muhammad Rafi (38) tahun, Alue Batei, Kecamatan Ranto Peureulak
  5. Ridansyah (25) tahun, Warga Alue Dua, Kecamatan Ranto Peureulak
  6. Sidaryono (25) tahun, warga Alue Batee, Kecamatan Ranto Peureulak
  7. Siti Rahya (31) tahun, Pasir Putih, Kecamatan Ranto Peureulak
  8. Siti Habsah (61) tahun, Pasir Putih, Kecamatan Ranto Peureulak
  9. Munazar (30), tahun, Pasir Putih, Kecamatan Ranto Peureulak
  10. M. Fairuz (23) tahun, Pasir Putih, Kecamatan Ranto Peureulak
  11. Rizki Ardiansyah, Pasir Putih, Kecamatan Ranto Peureulak
  12. Afrizal (35) tahun, Punti Payong, Kecamatan Ranto Peureulak
  13. Imawan (45) tahun, Bhom Lama, Kecamatan Ranto Peureulak
  14. Muklis Rusli (42) tahun, Alue Beu, Kecamatan Peureulak Barat
  15. Zainal Abidin (36), Pasir Putih, Kecamatan Ranto Peureulak
  16. Ishaq Ab (45) tahun, Pasir Putih, Kecamatan Ranto Peureulak
  17. M. Faisal Rizal (29), warga Kecamatan Peudawa Aceh Timur
  18. Ayi (23) tahun, Pasir Putih, Kecamatan Ranto Peureulak
  19. Al Husairi (21), Warga Kecamatan Ranto Peureulak
  20. Riskal (35) tahun
  21. Adnan Saputra (30) tahun, warga Kecamatan Mutiara, Kabupaten Pidie.
  22. Rifki Mauliansyah (23) tahun, Kecamatan Ranto Peureulak

Jumlah rumah terbakar 5 unit, antara lain:

  1. Rumah milik Siti Hafizah (70) tahun.
  2. Rumah milik Zainabah (85) tahun
  3. Rumah milik Ridwan Hutabarat (40) tahun
  4. Rumah milik Maryani (60) tahun
  5. Rumah milik Muhammad Yanis (45) tahun

Jumlah korban luka-luka 37 orang. Daftar korban luka-luka:

Rumah Sakit Graha Bunda-Idi Rayeuk:

  1. Julianta Putra (27) tahun, warga Desa Tanah Anoe- Idi Rayeuk
  2. M. Nur (42) tahun, warga Kecamatan Peureulak Barat
  3. Yusri (36) tahun, warga Kecamatan Pantee Bidari
  4. Puta Maulana (28) tahun, Kecamatan Ranto Peureulak
  5. Junaidi (33) tahun, warga Kecamatan Peureulak Barat

Rumah Sakit Zubir Mahmud-Idi Rayeuk

  1. Effendi hamid (50) tahun, warga Kecamatan Ranto Peureulak
  2. Irnawan (34), warga Kecamatan Ranto Peureulak
  3. Agussalim (26) tahun, warga Kecamatan Ranto Peureulak
  4. Burhanuddin (38) tahun, warga Kecamatan Ranto Peureulak
  5. Suheri (31) tahun, Kecamatan Ranto Peureulak
    6 Sapriyadi (25) tahun, Kecamatan Peureulak Barat
  6. Haikal Fikri (15) tahun, Kecamatan Peureulak Barat
    8 Jumadi Amin (40) tahun Kecamatan Peureulak Barat
  7. Junaidi (31) tahun, Kecamatan Peureulak Barat
    10 Saudah (50) tahun, Kecamatan Ranto Peureulak
    11 Halimah (70) tahun Kecamatan Ranto Peureulak
  8. Murniyati (37) tahun, Kecamatan Ranto Peureulak
  9. Fatahillah (12), Kecamatan Ranto Peureulak
    14.Muklis Rusli (42t) tahun, Kecamatan Peureulak Barat
  10. Agus Faizir (35) tahun, Kecamatan Ranto Peureulak

Rumah sakit Sultan Abdul Aziz-Peureulak

  1. Akbar (18) tahun, warga Gp. Bhom Lama, Kecamatan Ranto Peureulak
  2. M. Ridwan (21) tahun, warga Gp. Pasir Putih Kecamatan Ranto Peureulak
  3. Zainuddin (38) tahun, warga Gp. Leuge, Kecamatan Peureulak
  4. Muksal Mina (24) tahun, warga Gp. Alue Rambong, Kecamatan Pante Bidari
  5. Mahyuddin (18) tahun, warga Gp. Pasir Putih, Kecamatan Ranto Peureulak
  6. M. Yusuf (40) tahun, warga Gp. Pasir Putih, Kecamatan Ranto Peureulak
  7. Hafifuddin (36) tahun, warga Gp. Bhom Lama, Kecamatan Ranto Peureulak
  8. Saiful (28) tahun, warga Gp. Awe Udep, Kecamatan Ranto Peureulak
  9. M. Husin (35) tahun, warga Gp. Lubuk Pempeng, Kecamatan Ranto Peureulak
  10. Sari Yulis (25) tahun, warga Gp. Teumpen, Kecamatan Ranto Peureulak
  11. Muhammad Yani, warga Pasir Putih, Kecamatan Ranto Peureulak
  12. Radiati (25) tahun, warga Gp. Pasir Putih, Kecamatan Ranto Peureulak
  13. M. faisal (18) tahun, warga Gp. Bhom Lama, Kecamatan Ranto Peureulak
  14. Heri Herliza (19) tahun, warga Gp. Tanjung Tani, Kecamatan Ranto Peureulak
  15. Umar hamzah (45) tahun, warga Gp. Beusa Beuranoe, Kecamatan Peureulak
  16. M. Razi, warga gp. Alue Dua, Kecamatan Ranto Peureulak
  17. Muklis (46) tahun, warga Gp. Alue Dua, Kecamatan Ranto Peureulak.

Akses dari peristiwa tersebut, juga telah terjadi pengungsian warga sebanyak 56 Kepala keluarga di Desa Pasir Putih Kecamatan Ranto Peureulak, Kabupaten Aeh Timur, Provinsi Aceh, Indonesia.

DSC_0058.jpg

Seorang warga saat sedang mengairi minyak mentah yang masih keluar dari semburan sumur tradisional setelah api padam. (photo By : @ilyasismail)


Setelah lebih kurang 28 jam api membakar sumur minyak tradisional tersebut, pada Kamis 26 April 2018, sekira pukul 5.00 pagi, api padam dengan sendirinya setelah ada suara ledakan kecil dari dalam sumur minyak tersebut. Namun hingga petang tadi, sumur tradisional tersebut masih mengeluarkan minyak mentah yang masih sangat berbahaya. Sejumlah petugas dari Pertamina saat ini sedang mencoba menghentikan semburan minyak dari sumur tradisional itu.

Sejumlah penjabat dari Provinsi Aceh juga sudah mengunjungi lokasi semburan minyak tersebut, adapun penjabat Pemerintah Provinsi Aceh yang telah melihat langsung korban musibah kebakaran itu, yakni, Anngota DPR Aceh dari fraksi Partai Aceh Iskandar Usman Al Farlaky, Pangdam Iskandar Muda, Kapolda Aceh.

DSC_0182.jpg

Anggota DPRA Iskandar Usman Al Farlaky putra kahiran Rantau Peureulak, Aceh Timur di dampingi Ketua Badan Penaggulangan Bencana Aceh, Teuku Dedek saat di lokasi sumur minyak tradisional di Desa pasir Putih Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur. (Photo @ilyasismail)

Iskandar Usman Al Farlaky politisi Partai Aceh itu, selain meninjau langsung lokasi musibah kebakaran sumur minyak tradisonal, yang merupakan daerah tanah kelahiranya Kecamatan Ranto Peureulak Aceh Timur, beliau juga mengunjungi semua korban luka bakar yang masih di rawat di tiga rumah sakit dalam wilayah Aceh Timur.

bingkai by.JPG

SEMOGA BERMANFAAT. SALAM KOMUNITAS STEEMIT INDONESIA

KSI.jpg

KSI EAST ACEH 1.png

http://www.steemit.com/@ilyasismail

Authors get paid when people like you upvote their post.
If you enjoyed what you read here, create your account today and start earning FREE STEEM!
Sort Order:  

Semoga diberi ketabahan, menjadi pelajaran bagi kita semua. Agar terus berhati2.

Semoga semuanya bersabar diatas bencana, dibalik musibah ada hikmahnya.
Allah besrta orang sabar

Innalillahiwainnailaihirajiun..
Semoga korban terdampak sabar akan musibah ini..
Juga menjadi pelajaran bagi kita semua pihak akan musibah ini..

·

Terimakasih @arulkomand4n Salam KSI semoga keluarga yang ditinggal tabah menerima musibah ini.

Mantap, tinggal asah gaya penulisannya sediikit lagi, dan mempertajam angle, maka akan feature yang bernas.

·

Terimakasih @isnorman salam KSI from Aceh Timur

Semoga jadi pelajarnan untuk

Innalillahi wa innailaihi roojiun, turut berduka cita, sedalam dalamnya. Semoga diberi ketabahan untuk keluarga yang di tinggalkan.

Congratulations We Give Upvote 33%
& Your Content Also Will Got Curation From

  • Community Coalition

@sevenfingers @steemph.antipolo @arabsteem

Semoga ini menjadi kasus terakhir

Semoga yang sudah meninggal diberikan tempat terbaik disisi Allah. Dan terhadap yang masih menjalani perawatan semoga diberikan kesembuhan oleh Allah, serta keluarga yang ditimpa musibah bersabar dan dikuatkan hatinya.

Apapun alasannya, Pemerintah, di segala lini yang berkaitan dengan permasalahan ini harus bertanggung jawab. Jangan cuma bisa bilang ilegal, karena pemerintah memiliki hak menutup/menghentikan kegiatan pengeboran sejak dulu, tapi tidak pernah melakukannya.
Saleum kupi phet bangda @ilyasismail

Semoga kabut duka seperti ini segera tersingkap dan mendapatkan perhatian yg lebih dri petinggi negeri agar masyarakat tidak kembali ke tempat berbahaya itu demi mencari rizki