Pilpres 2019 Bagi Kreator Milenial, Pilihan atau Sekedar Peluang?

in indonesia •  3 months ago

image

Doeloe, siapa yang punya tanah, dialah pemilik pendapatan. Tapi, tanpa pekerja tanah tiada berguna. Maka manusia yang kuat berkerja berpeluang pula menikmati pula rezeki.

Seiring waktu, manusia pekerja tergantikan oleh hewan pekerja, maka pemilik kerbau, kuda, gajah, unta, keledai pun berkesempatan menikmati pemasukan.

Zaman berkembang, dengan ditemukannya mesin-mesin pengolah tanah, dan pengolah hasil bumi, mereka yang mampu menciptakannya juga berkesempatan menikmati pendapatan.

Pengetahuan pun berkembang, dan ketika ilmu berlimpah, seiring berkembangnya teknologi informasi, maka para pengelola informasipun memperoleh pendapatan.

Terkini, ketika dunia terhubung dengan teknologi, pengelola media sosial bisa jadi lebih kaya dari mereka yang memiliki lahan.

Semua informasi bisa diproduksi menjadi data yang menghasilkan uang, maka perhatianpun kini menjadi sumber pendapatan, bahkan cara mendapatkan kekuasaan. Siapa yang berhasil menarik perhatian maka dialah yang akan menguasai pendapatan dan kekuasaan.

image

Pertarungan politik di musim Pilpres 2019 ini adalah kompetisi merebut perhatian melalui konten-konten yang diproduksi dengan sengaja. Sasarannya adalah 40 persen pemilih milineal yang disebut belum memiliki pilihan, minimal masih galau alias masih bisa bertukar pilihan.

Pada Pilpres 2014, Prabowo kalah dalam merebut perhatian rakyat. Masa lalunya sebagai bagian dari Soeharto dan riwayat kemiliterannya berhasil diproduksi sebagai konten yang membuat pemilih berpaling dan akhirnya menjatuhkan pilihannya kepada Jokowi.

Kini, Jokowi juga sudah memiliki masa lalu, yang juga bisa diproduksi sedemikian rupa untuk akhirnya akan membuat pemilih berpikir lagi. Jika Prabowo masih disuguhkan sebagai pelaku pelanggaran HAM, maka Jokowi akan diposisikan sebagai pelaku impunity dan gagal pula dalam menyelesaikan ragam pelanggaran HAM yang sudah dijanjikan.

Itulah kenapa berita-berita laporan Komnas HAM tentang Rumoh Geudong berserta berita diskusi yang mengangkat nama Prabowo tidak menjadi massif ditanggapi, kecuali dikalangan para busser semata. Hal ini karena publik juga mendapat berita-berita persekusi terhadap hak rakyat mengemukakan pendapatnya di muka umum, plus perilaku aparat dan birokrat yang berat sebelah. Bagi milenial yang kritis, persekusi adalah juga pelanggaran HAM.

Kedua pihak akan terus memproduksi konten baik yang membuat pemilih makin menjadi setia, maupun konten-konten yang dapat meragukan pemilih terhadap kompetitor, atau konten yang menarik dukungan. Salah satunya, seperti kabar dukungan kepala daerah, dukungan pemilik media di kubu Jokowi dan dukungan ulama di kubu Prabowo.

image

Menariknya, masih cukup banyak kaum milenial yang cuek, dan masih lebih tertarik dengan dunia ekonominya sendiri, yaitu ekonomi konten untuk juga menarik perhatian pembaca. Bahkan, melalui konten peraturangan politik di musim Pilpres 2019 ini mereka dapat menghasilkan duit. Dengan mengkreasikan konten tentang Jokowi atau tentang Prabowo maka jumlah perhatian lewat kunjungan di blog, steemit, instagram dan youtube, mereka pun menghasilkan duit. Tapi, apakah kreator milenial sudah pasti memilih siapa? Rahasia!

Foto by google

Authors get paid when people like you upvote their post.
If you enjoyed what you read here, create your account today and start earning FREE STEEM!
Sort Order:  

Your posts are good You write well I pray You can succeed in the coming life I'd love to meet you I will be with each of your posts That you will be a successful person one day You should work harder Thank you very much You can become a successful man God always keeps your family happy Always be happy

Posted using Partiko Android

kaum millenial pasti sudah memiliki pilihan tersendiri, pilihan yang terbaik tidak hanya bagi dirinya sendiri tapi juga untuk kemaslahatan publik... semoga senantiasa kita tidak salah dalam memilih.

Dengan mengkreasikan konten tentang Jokowi atau tentang Prabowo maka jumlah perhatian lewat kunjungan di blog, steemit, instagram dan youtube, mereka pun menghasilkan duit.

Dan postingan ini adalah salah satu contoh jitunya! Sip oke sip, kalo Abang yang nulis, mah! 😊👍

dan karena abang menyebut mereka berdua,
kedua mata saya langsung tertarik.

"apa pula mereka berdua di steemit.. tak kira lagi bagi-bagi upvote.. xixix"