Kuah "reubong trieng", menu menyambut tahun baru

in indonesia •  20 days ago

image

Sebelumnya, saya mengucapkan selamat tahun baru 2019, semoga di tahun baru kita dapat terus memperbaiki diri menuju insan paripurna sesuai rekomendasi sang khalik. meskipun jam belum menunjukkan tanda-tanda pergantian tahun, namun saya kira semakin saya cepat mengucapkannya itu akan semakin baik.

Banyak orang menghabiskan sisa-sisa akhir tahun dengan berbagai cara. Meskipun ia membuatnya harus mengeluarkan biaya yang cukup besar. Tapi banyak orang demi kesenangan, kepuasan hati rela menghabiskan sisa akhir tahun dengan berbagai cara, piknik ke suatu tempat wisata bersama keluarga, dan sebagainya.

Namun ada yang menyambutnya dengan penuh hikmat. Hanya menggelar doa bersama, atau zikir bersama dengan anggota keluarga itu sudah dianggap sebagai salah satu cara menyukuri nikmat Tuhan di tahun sebelumnya. Beginilah seharusnya merayakannya.

Saya pribadi merayakannya dengan cara yang jauh berbeda lagi. Cukup dengan mengkonsumsi sebangkok kuah dari bambu muda yang sudah lama tidak pernah saya nikmati lagi. Ada cukup banyak manfaat yang dikandung dari bambu muda ini. Namun menu yang satu ini sudah sangat sulit ditemukan. Mungkin dianggap jenis sayur yang ketinggalan zaman. Tak layak dikonsumsi di zaman Z ini.

Bahkan tidak hanya di kota, dikampung saja sayur dari bambu muda ini sudah sangat jarang ditemukan. Apalagi setelah pasca mengucurnya dana desa. Ada banyak perdu-perdu bambu yang di buang untuk renovasi jalan dan sebagainya. Sehingga menyebabkan sayur dari bambu muda ini sangat langka ditemukan.

Dulu dikampung saya ada banyak kumoulan bambu ini. Di belakang rumah saya, ada sekitar tiga bambu yang berukuran cukup besar. Disana, cukup banyak bambu muda. Setiap kali kita kesana akan ada setiap hari bambu muda yang tumbuh. Tapi, dulu tidak ada akses jalan lewat belakang rumah saya. Tetapi saat ini, pohon-pohon bambu itu sudah hilang tak berbekas. Setelah di renovasi pembuatan jalan agar mudah untuk petani sekitar. Kebetulan rumah saya berada antara hutan lebat dan persawahan.

Belum lagi di areal Utara kampung, dulu ada cukup banyak juga bambu-bambu yang tumbuh lebat disana. Katanya bambu-bambu itu di tanam dulu oleh nenek moyang sebagai benteng peperangan dengan Belanda. Begitulah tapi entahlah, sejauh ini belum saya temukan kebenarannya.

image

Authors get paid when people like you upvote their post.
If you enjoyed what you read here, create your account today and start earning FREE STEEM!