Bencana, bukan alasan untuk menjarah harta orang lain?

in indonesia •  19 days ago

image

Beberapa hari yang lalu, kita dan khususnya secara individual saya agak kaget ketika sebuah video berdurasi pendek dikirim dalam sebuah group WhatsApp di mobile saya. Video tersebut direkam oleh seseorang yang berada disebuah mall, tepatnya di lokasi bencana gempa, tsunami terjadi.

Beberapa orang terlihat asik sedang mengambil beberapa bagian mobil yang di letakkan didalam mall sebagai produk promosi. Mereka mengambil bagian - bagian mobil, sepeti setirnya, ban, roda dan beberapa bagian yang dianggap laku untuk dijual. Parahnya, meski ada orang yang heran menatap mereka ketika mereka sedang melepas bagian tersebut. Mereka tidak perduli, seolah hal itu adalah amanah yang diwasiatkan oleh bencana sebelum ia lekas pergi.

Mereka tampak santai, seperti orang-orang yang sedang melakukan perbaikan mobil di bengkel-bengkel. Duduk tanpa rasa panik sedikitpun bahwa mereka sedang menjarah harta milik orang lain. Tentu bencana bukanlah alasan untuk merampas hak orang lain. Meski di sebuah media bergengsi dinegeri ini di isukan bahwa pemerintah "memperbolehkan" mengambil barang-barang sisa bencana.

Saya kira, banyak orang disana keliru memahaminya. Saya sepakat, semua orang sedang sekarat dan butuh makanan sebagai konsumsi darurat mereka. Mereka butuh air bersih dan makanan untuk dapat bertahan hidup selama bantuan masih dianggap minim dan belum terkendali kesemua wilayah yang terkena gempa dan tsunami.

Kekeliruan dari "memperbolehkan" oleh pemerintah itu saya kira adalah hanya dalam bentuk makanan dan minuman sekedar untuk bertahan hidup. Bukan lantas semua harta benda harus di jarah habis dengan dalih untuk bertahan hidup. Itu sama sekali tidak logis, bukankah untuk bertahan hidup kita hanya butuh makan. Sebagai upaya untuk pemulihan kondisi yang dianggap darurat makanan.

Sebagai manusia normal, tentu kita tidak menjadikan besi dan karet sebagai konsumsi fisik, meski dalam keadaan extra darurat sekalipun. Tetapi meski kondisi sedang terdesak, kita hanya butuh makan dan minum sebagai alasan untuk bertahan hidup bukan untuk merampas harta peninggalan orang lain. Ini salah kaprah.

Saya menganggapnya itu adalah penjarahan, bagaimanapun pemilik harta benda tersebut akan merasa sangat dirugikan. Apalagi ditengah-tengah kondisi daerah yang sedang dilanda Musibah. Mungkin dia akan menganggap itu adalah malapetaka kedua, atau tsunami kedua yang meluluhlantakkan harta yang ditinggalkan tsunami pertama. Itu adalah bencana kedua bagi pemilik harta benda tersebut.

image

Authors get paid when people like you upvote their post.
If you enjoyed what you read here, create your account today and start earning FREE STEEM!