Syair Kehilangan, Perlukah Kita Menangis?

in indonesia •  last month


Perlukah kehilangan ditangisi? Ada yang menangisi, dan ada yang tidak. Semua orang punya cara sendiri menghadapi kehilangan. Masing-masing kita punya kearifan sendiri untuk memaknai kehilangan. Puisi berikut, lagi-lagi, saya kutip dari bundel puisi saya tahun 1990-1992 bertajuk "Perjalanan". Inilah cara saya memaknai sebuah kehilangan.

SYAIR KEHILANGAN

.... maka hanyutlah sekeping emas terbawa
deras arus, tambang mana mesti kembali aku
mencarinya. atau kubiarkan saja kereta pagi
lewat dan menggilasku. dalam tidur panjang
beratap lagit muram, karena di tanganku
semua telah terlukiskan?
itu kepengecutanku yang sia-sia!

bna,
mei 90

MUSTAFA ISMAIL | IG: MOESISMAIL | @MUSISMAIL | MUSISMAIL.COM



Posted from my blog with SteemPress : http://musismail.com/syair-kehilangan-perlukah-kita-menangis/

Authors get paid when people like you upvote their post.
If you enjoyed what you read here, create your account today and start earning FREE STEEM!