Mengapa Sangat Sedikit Pengguna yang Paham Blockchain?

in #indonesia2 years ago

Government Budget Control with Blockchain (1).png

Hampir satu dasawarsa lamanya setelah kemunculan Bitcoin di awal tahun 2009. Saat itulah batu loncatan Perkembangan tersebut sangatlah gencar dan pada tahun kemarin digital aset menjadi primadona yang sangat diinginkan oleh orang banyak.

Itu semua bukan isapan jempol belaka, kepercayaan pengguna yang begitu tinggi dan belum lagi dengan kelahiran sejumlah digital aset lainnya seakan menambah semarak sejumlah dunia blockchain.

Namun banyak pengguna yang tidak memahami blockchain secara sepenuhnya. Umumnya mereka tertarik dengan sistem baru yang ditemukan ditambah dengan euforia sesaat. Seakan itu menjadi batu loncatan buat mencoba. Memang sifat dasar manusia akan memunculkan euforia walaupun ia tidak membutuhkannya.

Tak jarang mereka tidak mau tahu sistem bekerja bagaimana, karena pikiran mereka tertuju pada hasil sukses orang lain di blockchain atau digital aset. Seakan mendorong banyak pihak untuk mencoba hal serupa. Tanpa pikir panjang, banyak yang mencoba.

Fenomena ini wajar terjadi karena pengaruh tren, iklan, hingga pemberitaan media. Namun itu semua tidak akan terjadi bagi pengguna awal. Bagi saya pengguna yang awalnya menyukai dunia digital aset adalah para geek (mereka yang tergila-gila dengan teknologi).

Mereka melihat prospek yang sangat menjanjikan di masa depan mengenai dunia blockchain. Kehadiran ini banyak pihak geek yang mencobanya. Mereka menganggap itu semua adalah investasi yang menjanjikan. Tak heran banyak geek yang berinvestasi secara jangka panjang. Belum lagi teknologi baru yang dihadirkan pada blockchain jadi alasan para geek tertarik di dalamnya.

Efek tersebut begitu kentara saat booming dunia digital aset, sebelum tahun 2013. Pengguna dominan para geek, kemudian saat prospek dianggap begitu menjanjikan oleh para trader dan buyer. Mereka mulai terjun dan berinvestasi ke dunia digital aset, dampaknya terasa saat banyak pengguna baru.

Secara tak langsung semua harga digital aset naik, belum lagi banyak pengembang mencoba membuat platform atau mata uang digital lainnya. Efek dominonya membuat dunia digital aset semakin semarak. Kini blockchain dianggap sebagai salah satu cara yang bisa dicoba untuk mengubah sistem berbasis sentralisasi ke arah desentralisasi transparan.

Perubahannya mulai terasa karena dianggap sangat cocok dengan zaman digital yang serba cepat dan transparan. Namun kendalanya mulai berdatang, jumlah pengguna yang banyak tidak sebanding dengan pengetahuan blockchain memadai dari pengguna.

Para pengguna terbaru banyak yang terpengaruh oleh pendahulunya, tak jarang mereka bisa salah arah dan bahkan tertipu. Banyak digital aset jadi lahan basah buat menipu pengguna baru. Iming-iming bisa menguntungkan dalam waktu singkat seakan menggiring ke investasi scam dan bodong.

Mengapa perlu pemahaman di dunia blockchain

Untuk paham blockchain, digital aset, dan sejumlah bahasa lainnya dibutuhkan kemampuan mendasar konsep kerjanya. Banyak yang mengabaikan dengan alasan terlalu rumit atau bahkan alasan lainnya. Nyatanya kemampuan ini membantu kita tidak salah langkah, tahu sebuah sistem bekerja yang tepat dan bahkan bisa mengembangkan aplikasi platform serupa.

Para pengembang adalah para geek yang sudah belajar lebih jauh akan sistem blockchain. Melihat prospek yang menjanjikan dan juga banyak bidang yang bisa digeluti, akhir mereka membuat platform dan program serupa yang memudahkan masyarakat.

Pemahaman yang baik nantinya jadi modal berharga apalagi di era industri jilid 4.0. Anda tidak perlu meraba-raba jalan kerjanya. Namun cukup melanjutkan apa yang telah dilakukan oleh pendahulunya. Bahwa sistem blockchain akan punya peran besar di masa depan yang akan membuat mereka yang lebih paham bisa lebih berkembang dibandingkan yang sekedar ikut-ikutan.

Anda termasuk tipikal yang mana, ikut-ikutan atau memang tertarik dengan yang ditawarkan pada sistem blockchain. Silakan cerita pendapatnya di kolom komentar dan semoga menginspirasi.

Have a Nice Day

FollowUpvote Resteem.png

Sort:  

Awalnya aku tertarik sebab teman banyak yang pakai. Seperti steemit. Tapi setelah masuk yang aku sukai adalah setiap harinya aku akan menulis. Dari dulu suka menulis, tapi berhenti lama, setelah ikut steemit setidaknya.akan cari bahan untuk dijadikan postingan. Sambil pelan2 belajar lebih dalam dunia blockchain.
Dulunya yg tidak suka photography skrng mulai belajar, menggambarpun bisa dijadikan postingan. 😊

Berarti mbak terjun dahulu kemudian mempelajari secara perlahan-lahan. salute

Iya, Sebab ketika bertanya apa itu blockchain ke mereka yang sudah masuk, aku tetap.tidak bisa mencernanya dengan baik. Bertanya ke mereka bagaimana steemit itu, dijelaskan pun belum paham, sebelum masuk sendiri ke steemit.

Posted using Partiko Android