METERAN LISTRIK PRABAYAR BUAT RESAH MASYARAKAT

in indonesia •  last year 

IMG_20180630_231120.jpg

Listrik merupakan salah satu kebutuhan primer masyarakat yang kini menjadi polemik. Setelah sistem pemakaian listrik beralih dari sistem pasca bayar menjadi sistem prabayar. Jika sebelumnya pada sistem pasca bayar, kita bisa menikmati listrik terlebih dahulu, kemudian lalu di bayar di akhir bulan sesuai pemakaian kita. Akan tetapi, setelah berada di sistem prabayar kita harus membeli token listrik terlebih dahulu, baru kemudian bisa menikmati listrik.

Di fase awal penerapan sistem pemakaian listrik prabayar terkesan brilian dan canggih layaknya pulsa telpon seluler, akan tetapi pada akhirnya memunculkan banyak polemik di tengah-tengah masyarakat.

IMG_20180630_231155.jpg

Salah satu polemik listrik prabayar adalah tarif listriknya yang terbilang cukup mahal. Token senilai Rp. 20.000,- hanya mampu bertahan 3 hari saja, itu pun pemakaiannya hanya dengan menggunakan 2 bola lampu hemat energi tegangan 15 Watt. Apa jadinya jika kita tambah bola lampunya menjadi 3 buah ?, Bisa jadi hanya bertahan 1 hari saja.

Mahalnya tarif listrik membuat masyarakat harus membayar lebih mahal untuk mendapatkan penerangan yang layak. Di samping itu masyakarat juga harus mengenyam pahitnya mencari pekerjaan yang semakin hari semakin langka. Di saat yang bersamaan pula, harga kebutuhan pokok lainnya yang semakin membumbung tinggi melengkapi penderitaan masyarakat.

Selain tarif listrik yang mahal tadi, masih ada polemik listrik prabayar yang lainnya. Seperti meteran listrik prabayar yang sering eror. Sering kali meteran listrik prabayar mengalami eror saat hendak menginput nomor token listrik yang telah dibeli oleh masyarakat. Ketika nomor token diinput ke meteran listrik prabayar, tapi meteran listriknya menolak. Setelah dicek, nomor tokennya valid, akan tetapi tetap saja ditolak oleh meteran listrik prabayar.

IMG_20180630_231151.jpg

Akibatnya, selain harus merelakan uang yang yang dibelanjakan untuk membeli token listrik tersebut, masyarakat juga harus bersabar menerima kenyataan bahwa rumahnya gelap gulita di malam hari karena tidak bisa menikmati listrik prabayar.

Belum lagi jika kita melirik tata cara pelayan konsumen yang diberikan oleh pihak PLN. Semakin membuat kita pesimis untuk mencintai negara ini. Pihak PLN sangat lambat memberikan respon maupun tindakan atas problem yang dialami masyarakat. Kita melaporkan keluhan hari ini ke kantor PLN, bisa jadi responnya bulan depan.

Mengamati fenomena ini, saya merasa tergugah untuk turut terlibat dalam pengelolaan negara ini. Dengan turut terlibat, saya akan lebih bisa memantau dan mengontrol kinerja para penyelenggara negara ini dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat yang kita cintai bersama.

Authors get paid when people like you upvote their post.
If you enjoyed what you read here, create your account today and start earning FREE STEEM!
Sort Order:  

Complete the following task of being active at BlockGators Army Advertising Network for recognition as an active member of the steembloggers community.


Want more views to reach your posts? Try BlockGators Army Advertising Network

This post has received a 23.34 % upvote from @boomerang.

Memang menyedihkan, kehadiran Negara dalam kehidupan warna negara masih jauh dari kata berupaya memenuhi.