RE: Messages in a picture #1: Tiga Pekerjaan Terberat
He...he...
Ada beberapa hal yang mungkin menjadi sebab dan musababnya.
Pertama, saya berhusnudzan bahwa banyak yang tidak sempat membaca postingan kita, ataupun bila sempat melakukan upvote itu juga dikejar-kejar oleh waktu yang sempit (pengalaman pribadi 🤭).
Yang kedua, mungkin apa kita tuliskan tersebut bukanlah hal baru, dan beliau-beliau mungkin memiliki referensi yang lebih canggih dan segudang pula.
Yang ketiga, emang elu siapa? Sehingga postingan elu harus dikomentari.
Keempat, Ah postingannya nggak menarik, hanya retorika, klise, tidak kekinian, bla..bla...bla...
Kelima, merujuk pada fakta bahwa tingkat pendidikan, wawasan bahkan IQ orang +62 kita maklumlah ya ...(jika yg baca warga +62) 🤫
Keenam, kondisi psikologis orang secara umum sudah sangat jenuh dengan segala problematika kehidupan mereka sehingga mereka tidak suka dengan perkara-perkara yang SERUIS dan lebih suka yang bisa menghibur atau membuat mereka tertawa.
Ketujuh, ada fenomena akhir zaman dimana saya pernah dengar ucapan guru saya seperti ini : "Meunyo ingin terkenal, dong bak simpang peut, bek pake bajee..."
Artinya ada kecenderungan di akhir zaman, orang-orang lebih menyukai sesuatu yang viral, yang tidak biasa atau bahkan yang orang lain tidak berani melakukannya dan melanggar aturan, norma dan sebagainya.
Faktanya orang dengan kegilaannya (mungkin juga gila beneran) lebih terkenal dan dipuja-puji. You named it! banyak influencer termasuk artis memiliki jutaan followers. Sementara kualitas mereka apa?
'Ala kulli hal, di platform ini usernya memiliki berbagai macam motivasi (termasuk saya) sehingga ikut mempengaruhi bagaimana cara keaktifan dan aktivitas di sini. Ada yang hanya cari cuan, mencari teman, pengetahuan atau ketiga-tiganya. So, kita maklumi dan niekmati saja...😁
I see, sampaikanlah meski satu ayat dan tidak apa kalau tidak ada yang dengar atau baca. pokoknya sudah disampaikan, NOTED!!
Ya, saya sampai pada kesimpulan yang sama setelah mengalaminya sendiri juga. Kalau mau cari popularitas, jangan di sini. Sudah populer di Hive saja masih sering main di sini untuk sembunyi, betapa tidak bertanggung jawabnya kita saat sedang sendiri.
Ketika saya masih punya pekerjaan dan sangat sibuk sepanjang hari, saya sama sekali tidak melirik steemit, kecuali ada beberapa postingan di hive terkait game dan teman-teman yang saya setting untuk mendapat notif dari FRIDAY (bot baru pengganti ginabotnya steemchiller). Apalagi steemians yang menyempat-nyempatkan diri untuk bikin postingan padahal investasinya sudah cukup untuk upvote saja dan selesai tetap ngumpul cuannya (di hive, delegasi HP, ikut curation trail, kabur 4 tahun, dapat Hive 500 biji)
Saya sampai pada kesimpulan bahwa, tidak perlu juga selalu mengomentari atau membaca postingan teman, toh mereka juga barangkali tidak membutuhkan komentar atau perhatian kita. Noted! Jadi ngapain saya bikin program mengasuh aneuk seurideng lagi yaa? ini patut dipertimbangkan.
terima kasih atas sharingnya bangbro, selamat berakhir pekan
Nah, ini ayatnya lain lagi buk. Ini mengacu pada kaedah bahwa sebaik-baik manusia itu yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain atau setidaknya jangan jadi biang kerok atau banyak mudaratnya bagi orang lain.
Jika kita punya kemampuan dan kesanggupan untuk berbagi dan membantu orang lain, maka lakukanlah. Tentu porsinya disesuaikan situasi dan kondisi yang ada.
Saat ini untuk membuat postingan sendiri saja saya empot-empotan, apalagi untuk membantu atau membina para newcomers.
Pun demikian saya tetap berusaha membantu mereka walau hanya sedikit. Beberapa waktu yang lalu ada beberapa newcomers yang baru membuat akun tetapi tidak bisa membuat postingan, komentar dll karena Manna nya minim.
Jadi saya berinisiatif membantu mereka (5 orang) dengan cara mendelegasikan masing-masing 50 sp kepada mereka (sesuai kemampuan saya) agar mereka bisa membuat postingan dll.
Saya juga membuat sebuah wa grup dimana disana mereka bisa bertanya ttg apa yg menjadi kendala dan kami saling berdiskusi.
Kemudian mereka juga mendapatkan delegasi tambahan dari program Aneuk seurideng versi bang aneukpineung78.
Saat ini mereka sudah melihat angka, saat melakukan engkol walau hanya 0,0001 😁
kereeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeennn!!!
betewe, akhirnya kita ngobrol sesuai umur
kemaren-kemaren lupa kalau sudah kepala 5, hahahaahha
He..he..kita mengalir aja sich. Mo ngomong yg serius ok, mo ha ha hi hi juga hayuk...
Cuma kalo byk ngomong yg serius dan berat, yang baca pada ngantuk dan malas pun baca. Terbukti kan? Sepi komentar...🤭