Sebab Kenapa Aku Mendelegasikan Steem Power Untuk Indonesianers Meski Jumlahnya Cuma Seupil

in Indonesia2 months ago

IMG_20210801_214945.jpg

ITU, DI GAMBAR atas adalah tangkapan layar dompet akun steemitku. Aku potong atas bawah khusus untuk menunjukkan jumlah Steem Power (SP) yang kupunya; seratus tiga puluh satu biji saja. Lantas sebagaimana yang nampak dalam tanda kurung itu jumlah steem power yang ada kena pengurangan seratus biji. Sisanya? Kurangi saja sendiri.

Kenapa SP aku kena pengurangan? Karena telah kudelegasikan ke akun lain. Kenapa didelegasikan? Karena: bosan juga kulihat SP yang tidak seberapa mana jumlahnya itu terus-terusan nangkring di dompet akun. Sementara untuk nge-vote postingan orang dengan jumlah SP segitu tidak akan menghasilkan apa-apa dan ini berarti kemungkinan bagi hasil untuk diriku bakalan nihil adanya.

Kukira, postingan yang kena vote oleh orang-orang fakir SP seperti aku ini adalah sesial-sialnya postingan. Bikin semangat si penulis kembang kempis. Kembang ketika melihat karyanya diperhatikan, tapi langsung kempis saat perhatian yang ada sama sekali tak menghasilkan. Di lain pihak fakta begitu rupa hanya akan mendudukkan platform steemit ini sama dengan platform media sosial kebanyakan, yang akhir-akhir ini jumlah konten para penggerutu benar-benar telah menyaingi konten iklan.

Oke. Tapi sebentar, delegasi itu apa ya? Aku tak seberapa tahu. Yang jelas, dengan mendelegasikan SP yang kita punya, mungkin hampir sama artinya seperti menginvestasikan kekayaan yang kita punya ke suatu perusahaan. Si perusahaan tambah modal, si delegator kebagian hasil. Clear? Takira ka laju keudeh/anggap saja sudah.

Lalu, ke akun mana aku mendelegasikan SP yang cuma seupil itu? Seperti yang kalian lihat pada gambar berikut ini.

IMG_20210801_215046.jpg

Indonesianers? Ya, @indonesianers. Peu binatang nyan teuma/apa pula itu gerangan? Boleh cari tahu di sini, indonesianers. Terus, kenapa harus ke akun itu? Karena menurutku, akun ini dikelola oleh orang-orang yang sudah kutahu sepak terjangnya di dunia nyata, terutama dalam urusan-urusan di seputar literatur atawa konten-konten kreatif lainnya.

Memangnya siapa saja pengelolanya? Ada beberapa. Salah duanya @akukamaruzzaman dan @cicisaja. Nama pertama itu, sebelum ketemu di steemit lebih duluan kukenal sebagai penjual buku-buku penting dan langka di media sosial sebelah. Satunya lagi, hmmm... Ini orang mantan pejabat negara; komisioner di Komisi Informasi Aceh pada masanya.

Maka tak pelak lagi Komunitas Indonesianers menjamin kebahanaannya tersendiri di tangan dua orang ini. Pertautan ide keduanya, sungguh, mengingatkanku pada Nairobi dan Helsinki dalam serial Money Heist, atau tautan tokoh-tokoh penting perempuan dan laki dalam Kura-Kura Berjanggut, semisal, Kamaria dan Si Buduk saat merencanakan pemberontakan dan pembebasan para tahanan politik di Penjara Jalan Lurus di bawah dampratan keras Nenek Apiun.

Benarkah? Aku tak ingin buduk, tentu saja.

Sort:  

kee enak, tinggal nulis suka-suka, kami yang mikir cemmana supaya postingan itu berisi votenya.. hahahha
terima kasih tapi untuk delegasinya, minimal sudah jadi salmon sekarang akun itu, dah bisa pakek voting slider wak!

udah nilai cuma 0.01, mau pake slider pula, sama aja kek kee yang engkol yaa. kee kenal aku bukan karena aku KIA beuh!

voting slider itu apa kak? :D

kalau udah 501 sp, waktu tekan vote bisa atur antara 0-100% powernya