Masjid Raya Kota Tebing Tinggi, Peninggalan Kerajaan Negeri Padang

in WORLD OF XPILAR5 months ago

IMG_20211026_132429-02.jpeg

Tebing Tinggi, sebuah kota yang berada di antara kota Medan dan kota Pematang Siantar. Jarak dari Medan ke kota ini kurang lebih 80 km, via jalan tol Medan - Kualanamu - Tebing Tinggi. Kota lintas yang dikenal sebagai kota Lemang ini mempunyai banyak bangunan bersejarah. Salah satunya adalah Masjid Raya Nur Addin. Masjid ini merupakan masjid tertua di Tebing Tinggi. Lokasi masjid berada di pusat kota, yaitu di jalan Latjend R Suprapto, No. 126, Badak Bejuang, Tebing Tinggi Kota, Tebing Tinggi, Sumatra Utara. Beberapa waktu lalu saya berkunjung ke kota Tebing Tinggi dan singgah di Masjid kebanggaan kota Tebing Tinggi ini. Berikut ulasannya yang saya dapat dari berbagai sumber 😀

Sejarah Masjid Raya Nur Addin, Tebing Tinggi

Siang itu, masjid Raya Nur Addin tampak ramai jamaah yang selesai melaksanakan salat zuhur. Saya menyempatkan diri untuk berkeliling masjid untuk mencari informasi tentang masjid ini. Masjid Raya Nur Addin di bangun pada tahun 1880 pada masa kerajaan Negeri Padang. Pada masa itu kerajaan dipimpin oleh Tengku Haji Muhammad Nurdin (Raja ke sembilan : Tengku Haji Muhammad Nurdin Maha Raja Muda pada 1870 sampai 1914). Dana pembangunan masjid ini dari dana konsesi pembukaan perkebunan oleh pengusaha Belanda kepada kerajaan Negeri Padang. Kerajaan Negeri Padang sendiri di Tebing Tinggi Deli berdiri sejak abad ke XVII di pimpin Raja Umar Baginda Saleh. Kolonial Belanda berusaha untuk menguasai kerajaan, tetapi selalu ditentang dan dilawan oleh raja pertama hingga raja ke XI. Raja Tengku Haji Muhammad Nurdin juga dikenal sebagai pendiri kota Tebing Tinggi. Kekuasaan kerajaannya membawahi Bandar Khalifah, Sipispis, Bedagai dan Dolok Merawan.

IMG_20211026_132405-01.jpeg


IMG_20211026_132742-01.jpeg

Sejak dulu hingga sekarang, masjid ini sebagai pusat ibadah dan syiar Islam. Masjid ini telah dipugar oleh pemerintah kota Tebing Tinggi dari yang dulunya dibangun dari kayu sejenis Siam, sekarang sudah bangunan batu beton dan namanya menjadi Masjid Raya Nur Addin. Di dalam masjid sepertinya sudah tidak ada lagi peninggalan kerajaan. Berikut ini gambar beberpa ornamen di salam masjid, termasuk kubah masjid.

IMG_20211026_132557-01.jpeg


IMG_20211026_132646-01.jpeg

Semoga ulasan saya bermanfaat. Apabila ada informasi yang salah, akan saya perbaiki. Saya sangat senang jika ada kritik membangun. Sampai jumpa di cerita perjalanan saya berikutnya.
😀🙏

Kamis, 30 Desember 2021

Tetap sehat supaya kita bisa makan-makan enak

Kaki Lasak : Food Blogger


Blogger Sumut 20191109_215306.jpg


yj0tc2ym17.jpg


Follow Me :
Steemit :Kaki Lasak
Blog/Website : Kakilasak.com
Facebook Husaini Sani
Instagram kaki lasak
Whatsapp +6282166076131

Coin Marketplace

STEEM 0.26
TRX 0.07
JST 0.039
BTC 29288.81
ETH 1969.89
USDT 1.00
SBD 2.40