Batu Maroppa, Legenda Batu Menggendong di Samosir

in WORLD OF XPILAR4 months ago

IMG_20210625_122443-01.jpeg

Halo sahabat lasak 😀👋

"Wow.. indahnya", begitulah komentar saya saat melihat sebuah foto pada halaman media sosial salah satu akun pariwisata di Sumatra Utara. Dua batu besar yang terlihat seperti sedang menggendong, di atasnya seorang petualang berdiri dengan gagah. Indah sekali. Batu Maroppa, sebuah destinasi baru di Samosir yang akhir-akhir ini jadi perbincangan di media sosial. Dalam hati saya berkata "Saya harus kesana!"

Rancangan Trip Batu Maroppa

Kesempatan itu datang. Saya ada kunjungan ke Samosir dan mempunyai waktu luang satu hari. Kesempatan tersebut saya manfaatkan untuk menjelajahi Batu Maroppa. Karena saya sendiri, saya mencari teman di Samosir yang bisa membawa saya ke sana. Alhamdulillah dalam waktu singkat saya dapat teman, yaitu bang Benny Sitohang, sekaligus saya menyewa becak motornya.

Sekilas tentang Batu Maroppa. Saya sempat searching informasi di internet. Ada beberapa nama yang sempat saya dapat, yaitu Batu Maroppa, Batu Marompa dan Batu Marsiompaan. Mungkin hanya perbedaan pengucapan atau imbuhan dalam bahasa Batak, tapi nama yang lebih banyak di catatan adalah Batu Maroppa. Lokasi batu ini ada di desa Tamba Dolok, kecamatan Sitiotio, kabupaten Samosir. Lokasinya berada di perbukitan danau Toba, di daratan Sumatra. Jadi bukan di pulau Samosir.

IMG_20210625_112741-01.jpeg

Perjalanan Menuju Batu Maroppa

Saya memulai perjalanan dari kota Pangururan pukul 8 pagi. Dari kota ini saya menuju dermaga Tara Bunga, di desa Simbolon Purba, kecamatan Palipi. Perjalanan memakan waktu +- 45 menit. Sesampainya di dermaga, saya langsung membeli tiket kapal KM Rajanaubanon. Motor dan penumpang 2 orang seharga Rp. 7.000,-. Gak pake lama, kapal langsung berangkat. Menyeberangi danau Toba dari dermaga Tara Bunga menuju desa Tamba Dolok tak terlalu lama, yaitu hanya +-5 menit. Inilah penyeberangan terdekat dari pulau Samosir menuju daratan Sumatra.

Desa Tamba Dolok sangat indah. Desa ini berada diantara perbukitan dan mempunyai hamparan pemandangan sawah berlatar belakang bukit dan juga danau Toba di bawahnya. Desa ini tak terlalu besar. Jalan raya pun tidak rumit dan tidak melihat ada kendaraan umum. Tidak terlalu sulit untuk menuju Batu Maroppa, karena kita hanya mengikuti arah jalan menuju bukit. Jika ragu, penduduk dengan senang hati memberi petunjuk. Sejak mendarat di dermaga Tamba Dolok hingga menuju bukit, kami banyak berhenti karena hampir semua jalan yang kami lalui mempunyai pemandangan alam yang indah. Kami singgah untuk berfoto dan membuat video.

IMG_20210625_102026-01.jpeg

Semakin lama, jalan yang kami lalui semakin sempit. Sesekali saya harus turun dari becak karena jalan yang dilalui terlalu menanjak atau curam. Saya melewati persawahan dan perkebunan kopi penduduk Tamba Dolok, hingga akhirnya saya sampai ke ujung kampung. Di sebuah pemukiman warga saya berhenti dan ijin parkir kendaraan. Perjalanan pun saya lanjutkan dengan berjalan kaki.

Baca juga : Wisata Keliling Pulau Samosir

Jalan setapak yang saya lalui adalah jalan penduduk menuju kebun kopi. Sesekali saya berpapasan dengan penduduk yang sedang berkebun. Kesempatan tersebut saya manfaatkan untuk menyapa dan bertanya tentang jalan menuju Batu Maroppa.

Akhirnya, Batu Maroppa sudah tampak dari kejauhan. Kemungkinan nyasar pun semakin kecil karena saya tinggal mendaki menuju lokasi. Pepohonan kopi, pepohonan pinus berganti menjadi ilalang. Batu Maroppa semakin dekat. Akhirnya saya sampai ke shelter, berupa tempat istirahat/gubuk yang sedang dibangun oleh warga. Saya istirahat sambil menyapa dan meminta ijin untuk naik ke lokasi Batu Maroppa. Mungkin karena usia dan juga bukan pendaki, jadi perjalanan mendaki yang menurut catatan selama 30 menit, saya lalui selama 1 jam. Tapi Alhamdulillah sampai!.

Welcome to Batu Maroppa

Ya, saya sudah sampai di Batu Maroppa. Batu yang terlihat seperti sedang menggendong. Besar sekali. Sebelum naik, saya mematuhi arahan agar tidak mengenakan alas kaki saat naik karena dikhawatirkan terpeleset. Apalagi tidak ada pengamanan dan di bawah batu adalah jurang. Dengan hati-hati saya naik Batu Maroppa dan berhasil naik hingga ke atas. Pemandangan sangatlah indah. Yes! I did it.

IMG_20210625_115946-01.jpeg


IMG_20210625_120828-01.jpeg


IMG_20210625_122530-01.jpeg

Sahabat lasak, ada cerita rakyat dibalik Batu Maroppa. Dikisahkan ada dua orang kakak beradik (satu marga) yang saling suka. Meski keluarga melarang tetapi mereka tetap menjalin hubungan terlarang. Akibat perbuatan mereka, alam murka dan menjadikan mereka buah batu yang menggendong.

Senin, 10 Januari 2022

"Lasaklah, sejauh dan sebisa mungkin, karena hidup adalah bergerak"

Kaki Lasak : Steemit -Travel Blogger


kakilasak.jpg


3jpR3paJ37V8JxyWvtbhvcm5k3roJwHBR4WTALx7XaoRove1vYohLk8nRjFcHUdkL9oHK9FEN4VySKVQQ9n1yabsnWrD5ziLgJyKA4efcpo7YycyWiJ9yxPfg45u4x7EfKLnz.png


e9p9nezhh7.jpg


yj0tc2ym17.jpg


Follow Me :
Hive.Blog : Kaki Lasak
Blog/Website : Kakilasak.com
Facebook Husaini Sani
Instagram kaki lasak
Youtube Chanel : Kaki Lasak TV
Whatsapp +6282166076131

Sort:  

these mountains are beautiful

This stone is named Maroppa Stone, located on the hill of Tamba, Samosir, North Sumatra

Thanks for reply.. So in the state of Indonesia

Yes, Indonesia hehe

Coin Marketplace

STEEM 0.26
TRX 0.07
JST 0.039
BTC 29124.96
ETH 1950.18
USDT 1.00
SBD 2.34