The diary game ( 13-agustus-2020 ) Berdagang ikan untuk pembeli kebutuhan rumah tanggasteemCreated with Sketch.

in Steem SEA6 months ago

Salam untuk steemians dimanapun berada, semoga selalu sehat dan dapat beraktifitas dengan lancar, tentunya steemians bisa berbahagia dengan keluarga.

Selalu menulis dan membaca menjadi sesuatu kecanduan, hal ini membuat saya ingin terus berkontribusi atau berpartisipasi di contest ini.

Saya berharap selalu bisa menulis cerita-cerita harian saya di contest ini, begitu juga dengan steemians supaya selalu bisa terus berkontribusi secara kontinue.

Hari ini saya tidak berdagang seperti biasa, namun saya memutuskan untuk sedikit menjaga keseimbangan modal yang tersisa untuk tidak terkuras saat dagang terhenti sama sekali.

Saya memutuskan untuk berdagang kecil-kecilan, hal ini biasa di sebut MUKAT UNGKOT BACUT, artinya jualan ikan dengan cara ini hanya di jual untuk kebutuhan rumah tangga, bukan di jual dalam jumlah besar seperti biasanya saya lakukan.

IMG_20200514_171720.jpg
foto para pedagang yang sedang menjual ikan untuk rumah tangga

Jam 6:00 wib.
Saya bangun dan melakukan kegiatan seperti biasa di rumah, setelah sarapan pagi saya langsung keluar rumah menuju pelabuhan untuk belanja ikan sebagai barang yang akan saya jual di pasar.

Seperti biasa saya berjalan kaki saat pergi ke pelabuhan, setelah tiba di pelabuhan saya harus menunggu kapal boat seperti biasanya.
Tidak terlihat suasana yang berbeda dari beberapa hari sebelumnya, pelabuhan masih terlihat sepi karena ikan nelayan masih belum mendapatkan hasil tangkapannya dengan normal, masih dalam kondisi krisis ikan.

IMG_20190923_071802.jpg
foto saat kapal boat milik nelayan merapat ke pelabuhan

Jam 7:30 wib.
Saya masih berada di pelabuhan sedang menunggu kapal boat milik nelayan, tidak lama kemudian sebuah kapal boat milik nelayan merapat ke pinggir dan menurunkan sekotak ( piber ) ikan, saya langsung menuju ke sana dan menawarkan harga ikan tersebut untuk saya beli.

Setelah beberapa kali kami saling tawar menawar harga ikan hingga saya memutuskan untuk membeli ikan tersebut dengan harga Rp.13.000/1kg harga ini sekitar 0.900 SBD. Jumlah ikan yang saya beli 70 kg.
Jumlah modal yang harus saya keluarkan untuk 70 kg ikan Rp.910.000.
Belum terhitung untuk biaya lainnya, saya memanggil tukang becak untuk segera mengangkut barang menuju tempat saya jualan.

Jam 8:15 wib.
Ikan yang saya beli tiba di tempat, berjualan ikan untuk kebutuhan rumah tangga sangat berbeda dengan berjualan untuk "MUGE", pembeli dalam jumlah besar atau pedagang yang menjual ikan ke pihak lain.
Sedangkan hari ini saya menjual ikan dalam jumlah kecil karena konsumen adalah pembeli hanya untuk kebutuhan rumah tangga saja.

Jadwal berdagang pun berbeda, berdagang di tempat ini biasanya saya membuka dagangan pukul 11:00 wib. Sedangkan berdagang pada tempat biasanya harus pukul 6:30 hingga selesai.

Jam 9:00 wib.
Setelah membereskan barang yang saya beli dan mempersiapkan LAPAK ( meja kecil untuk menumpuk ikan ), selanjutnya saya menuju warung untuk minum kopi sambil menunggu waktu berjualan.
Seperti biasa saat berada di warung saya bersama kawan-kawan sesama pedagang berbincang tentang jenis ikan atau barang yang akan kami jual nanti.

Jam 10:30 wib.
Saya kembali menuju tempat saya menjual ikan dan saya membeli es balok untuk proses pendinginan ikan agar lebih awet, hal ini adalah kewajiban yang harus di lakukan bagi setiap pedagang ikan.

received_289452969021402.jpeg
foto saat saya melakukan proses pendinginan ikan

Ikan yang akan saya jual hari ini di sebut "UNGKOT JEREUBOK" ikan tonggkol kecil, saya tidak mengetahui sebutan untuk jenis ikan ini dalam bahasa daerah lain.
dengan modal Rp.13.000/1 kg. Seperti yang telah saya sebutkan di atas tadi dan saya harus menjual dengan harga Rp.20.000/1 kg.

Jam 11:00 wib.
Saya mulai menumpuk ikan di atas meja kecil sebagai tempat saya berjualan, berjualan dengan cara ini membutuhkan waktu lebih lama di bandingkan dengan cara berdagang seperti hari-hari biasanya.

Ini saya lakukan untuk mendapatkan tambahan uang agar modal tidak tergerus selama saya tidak berdagang di tempat biasa, ini adalah salah satu cara untuk bertahan saat situasi atau kondisi ikan belum normal.

Pembeli biasanya datang dengan sepeda motor dan mobil, pembeli juga di dominasi oleh ibu-ibu rumah tangga dan sangat jarang para lelaki yang menjadi pembeli, mungkin ini di sebabkan ibu-ibu rumah tangga sudah menjadi kebiasaan di sini.

Berjualan di sini harus mengeluarkan biaya tambahan seperti, kantong plastik untuk menaruh ikan kepada pembeli dan es balok untuk proses pengawetan atau pendinginan ikan.

Jam 12:30 wib.
Saya menutup dagangan untuk beristirahat sambil makan siang, waktu ini biasanya pembeli mulai sepi.
Setelah makan siang saya pulang ke rumah untuk melaksanakan shalat dhuhur.

Jam 13:15 wib.
Saya berada di rumah, tidak membuang waktu saya langsung menuju kamar mandi dan melanjutkan kewajiban dengan melaksakan shalat dhuhur, setelah selesai dan saya langsung menghidupkan sepeda motor dan menuju tempat berjualan.

Jam 14:00 wib.
Saya tiba di tempat jualan ikan, saya melanjutkan berjualan seperti biasa.
Berjualan ikan seperti ini membutuhkan kesabaran karena pembeli tidak seperti di tempat biasa berdagang, pembeli di sini hanya membeli belanjaannya dalam jumlah kecil, waktu pun di sini akan tersita hingga sore bahkan terkadang harus melanjutkan jualan hingga malam.

Jam 16:00 wib.
Saya kembali menutup dagangan karena waktu asar telah tiba dan saya harus pulang untuk melaksakan shalat asar, hal ini saya lakukan seperti tadi saat shalat dhuhur.

Jam 16:45 wib.
Saya kembali berjualan, waktu ini adalah puncak dari keramaian, waktu sore pembeli mulai berdatangan untuk membelanjakan kebutuhan rumah termasuk membelikan ikan.
Hingga menjelang pukul 18:30 wib dagangan saya habis terjual.

Jam 18:45 wib
Saya pulang kerumah dan membersihkan diri di kamar mandi dan melanjutkan shalat maghrib, setelah makan malam saya keluar rumah menuju warung kopi untuk berasantai setelah seharian berjualan di pasar, di sini biasanya kami bersama kawan menghitung keuntungan dan kerugian dalam berdagang.

Inilah cerita singkat sebagai partisipasi saya di contest #thediarygame hari ini, semoga bermafaat untuk setiap pembaca.

Salam hormat kepada @anroja dan saya juga menucapkan turut berduka cita atas musibah atau meninggalnya mertua beliau, mohon maaf belum sempat untuk berkunjung karena waktu dan keadaan belum memungkinkan saya saat ini.

Jika ingin mengenal saya lebih dekat klik disini

Sort:  
 6 months ago 

Postingan ini telah dihargai oleh @steemcurator08 dengan dukungan dari Proyek Kurasi Komunitas Steem.
Ikuti @steemitblog untuk mendapatkan info tentang Steemit dan kontes.

Salam: @anroja

Seorang nelayan yang sangat membantu sekali dalam menyediakan ikan untuk di konsumsi oleh masyarakat luas,, salam sukses untuk kita semua...

#onepercent
#indonesia

 6 months ago (edited)

@ana07, benar sekali apa yang anda katakan, tanpa nelayan daerah kita akan sangat krisis kebutuhan masyarakat dan akan membuat perekonomian masyarakat anjlok, tidak mungkin kita harus mengkonsumsi telur ayam dalam waktu jangka panjang.
Saya sebagai pedagang ikan sangat bergantung kepada antusias nelayan untuk terus melaut, nelayan juga memberi kestabilan ekonomi masyarakat, tetapi akhir-akhir ini para nelayan mendapat kendala dengan cuaca yang exstrim seperti angin kencang dan ombak yang besar hingga tangkapan ikan menurun drastis

#onepercent
#indonesia

 6 months ago 

Diary yang sangat bagus dan tulisan yang tersusun rapi @green07 . Ikan sangat di butuhkan oleh banyak masyarakat, selain tinggi akan protein mengkonsumsi ikan juga bisa menurunkan resiko serangan jantung. Rasa salut saya juga untuk nelayan dengan cuaca tidak menentu seperti ini mereka terus berusaha mencari ikan. Ayah saya juga seorang nelayan, saya sangat bangga mengatakan itu.

#onepercent
#indonesia

Hai @green07, You have won a contest from the Steem SEA Community (4th winner). 6 STEEM prizes have been transferred.

Congratulations, your post has been upvoted by @dsc-r2cornell, which is the curating account for @R2cornell's Discord Community.

Curated by @blessed-girl

r2cornell_curation_banner.png

Enhorabuena, su "post" ha sido "up-voted" por @dsc-r2cornell, que es la "cuenta curating" de la Comunidad de la Discordia de @R2cornell.

Thank you for taking part in The Diary Game on Steem.

Sorry we missed the voting window on this post. An extra vote will be added to your next Diary Game post.

Keep following @steemitblog for the latest updates.

The Steemit Team