The Diary Game, Selasa, 22 September 2020 (Bergelut dengan Rutinitas Harian)steemCreated with Sketch.

in Steem SEA9 months ago

IMG_20200923_205051.jpg

Hari ini saya memulai hari seperti biasa. Saya bangun pada jam 4.30 pagi. Sebelum bangkit dari tempat tidur, saya duduk sebentar di pinggiran ranjang. Kemudian saya beranjak ke kamar mandi untuk mencuci muka, agar segarnya air bisa menghalau rasa kantuk yang masih sangat kentara saya rasakan. Setelah merasa lebih segar, saya menuju dapur dan menanak nasi terlebih dahulu, sebelum melakukan aktivitas lainnya.

Sambil menunggu nasinya matang sempurna, saya menyiapkan semua bumbu masakan yang saya butuhkan untuk memasak menu sarapan dan makan siang. Satu jam kemudian, menu untuk hari ini selesai saya hidangkan di atas meja makan. Ada Tumis Ikan Kakap yang saya masak dalam jumlah yang lumayan banyak, agar cukup untuk makan siang nanti, dan juga ikan goreng untuk anak-anak. Kelar dengan urusan masak-memasak, saya membereskan semua peralatan dapur yang kotor dan mencuci nya sampai bersih.

IMG_20200923_231308.jpg
menu hari ini, tumis Ikan Kakap dan Ikan Goreng

Selesai dengan urusan dapur, saya berwudhu dan menunaikan sholat subuh. Kemudian membangunkan Si Kembar, agar bisa segera mandi dan bersiap-siap, agar tidak terlambat ke sekolah. Urusan menyapu dan membereskan mainan anak-anak yang berserakan menjadi tugas suami. Beliau punya kesadaran sendiri membantu saya, tanpa harus saya suruh, karena kami dua-duanya bekerja. Selesai memakai kan seragam sekolah Si Kembar, saya menyuapi mereka makan, kemudian membereskan semua perlengkapan sekolah termasuk bekal yang akan mereka bawa ke sekolah. Tak lama setelah mereka siap, mereka berangkat ke sekolah dengan di antar oleh ayahnya.

Ketika mereka sudah pergi, saya sendiri segera bersiap-siap agar saya tidak terlambat ke sekolah. Si Kakak masih seperti kemarin, tidak saya izinkan dulu ke sekolah sampai tubuh nya betul-betul sehat. Saat saya sudah selesai bersiap, saya segera berangkat ke sekolah setelah menitipkan Si Kakak dan Si Kecil kepada neneknya (ibu mertua saya). Saya berangkat ke sekolah melalui rute yang biasa saya lewati. Akan tetapi, saat akan melewati pasar tradisional Keude Blang Jruen, jalanan yang biasa saya lewati telah di palang, sebagai tanda tidak diperbolehkan untuk kita lewati. Saat saya pertanya kan kepada petugas yang sedang berjaga, mereka mengatakan bahwa jalanan ini akan segera di Aspal, jadi untuk hari ini tidak boleh di lewati dulu.

IMG_20200923_205511.jpg
anak murid yang serentak berdiri sambil mengucapkan salam saat melihat kedatangan saya

Mau memutar arah, terlalu jauh. Akhirnya saya mengambil rute jalanan pintas di depan Polsek Tanah Luas, yang pernah saya lewati beberapa hari yang lalu. Saya sudah hapal jalan nya, sehingga saya bisa berkendara dengan kecepatan lumayan cepat agar tiba disekolah tepat waktu. Dua puluh lima menit kemudian saya tiba di sekolah. Sebelum masuk kelas, saya masih punya waktu untuk beristirahat sebentar, menjalankan protokol kesehatan dengan menggunakan masker dan mencuci tangan. Saat giliran saya tiba, saya masuk ke dalam kelas. Saat melihat kedatangan saya, anak-anak langsung berdiri diiringi dengan ucapan Salam.

IMG_20200923_205629.jpg
guru dan murid-murid bergegas pulang saat bel pulang berbunyi

Kegiatan saya di sekolah hanya berlangsung sampai jam 11 pagi. Saya, guru dan semua murid keluar dari kelas saat bel pulang berbunyi. Hari ini kami ada jadwal berkunjung ke rumah Almarhumah Bu Fajriah untuk memperingati hari ketujuh beliau meninggal dunia. Saya tidak ikut serta karena anak dirumah masih sakit. Saya mengambil tas dan memutuskan untuk pulang. Saat melewati Keude Matangkuli, saya singgah sebentar di Minimarket Indomaret, untuk membeli susu kental manis, susu bubuk dan minyak makan. Dan saya membayar sebesar Rp. 143.500 untuk barang belanjaan hari ini.

IMG_20200923_205217.jpg
barang belanjaan yang saya beli di Minimarket Indomaret Matangkuli

Saat pulang saya mengambil rute melewati desa Blang Bidok,Tanah Luas. Matahari bersinar sangat terang. Peluh bercucuran. Hanya terasa sesekali angin bertiup sepoi-sepoi membelai wajah saya. Saya mempercepat laju kendaraan dengan tetap menjaga kewaspadaan, karena jalanan yang saya lewati kerap di lintasi binatang peliharaan. Jam 12.21 siang saya tiba di rumah dengan selamat dan tak kurang suatu apapun. Sebelum bercengkrama dengan anak-anak, seperti biasa, saya membersihkan diri terlebih dahulu di kamar mandi dan berganti pakaian bersih. Agar saya bisa segera memeluk Si Kecil yang sudah menunggu pelukan saya dengan mata berbinar.

IMG_20200923_205319.jpg
pemandangan langit yang indah menemani perjalanan saya kembali ke rumah

Saat jam menunjukkan pukul 1 siang, saya tinggalkan anak-anak yang sedang makan siang bersama neneknya untuk menunaikan solat dhuhur. Selesai sholat, saya menikmati makan siang berdua dengan suami. Setelah nya kami berbincang-bincang dan bermain bersama anak-anak sambil mendengar kan cerita seru yang di alami Si Kembar di sekolah. Dari Si abang Hasan saya tahu, bahwa hari ini Si Adek Husein menangis karena tidak bisa menggambar buah Apel yang di suruh oleh gurunya di sekolah. Setelah aksi saling teriak yang berujung dua-duanya hampir menangis, saya mengajak anak-anak tidur siang sebentar, setelah menasehati keduanya.

IMG_20200923_172237.jpg
rute pulang yang saya ambil yang melewati Desa Blang Bidok Tanah Luas

Saya terbangun dari tidur siang tepat saat suara Azan berkumandang dari mesjid terdekat. Saya menunaikan solat Ashar terlebih dahulu sebelum di sibukkan dengan aktivitas lainnya. Sisa sore harinya, saya isi dengan kegiatan membersihkan rumah, menyapu dan mengurus semua kebutuhan anak-anak.

Malam harinya, saya isi dengan rutinitas seperti biasa. Setelah sholat dan makan malam, saya dan suami bergantian mengajari anak-anak mengaji. Setelah nya saya mengajari Si Kembar cara menggambar buah-buahan yang menjadi pekerjaan rumah mereka hari ini. Jam 9 malam, mereka menuju ke kamar mandi untuk mencuci tangan dan kaki sebelum masuk ke kamar dan tidur. Saat mereka sudah terlelap, saya gunakan kesempatan ini untuk menyiapkan diary saya hari ini.

Sekian diary saya hari ini, terimakasih bagi teman-teman yang sudah berkunjung ke postingan saya.

Saya tergabung dalam tim Aceh-indonesia yang terdiri dari @anroja, @p3d1, @muzack1 dan @lord-geraldi.

More about me click👉 (Here)

Gabung bersama kami di Discord The Diary Game Indonesia.

Salam @ernaerningsih.

Sort:  
 9 months ago 

Ketika wanita mampu mengatur rutinitas dengan baik dan mampu menjaga energi yang terkuras akibat rutinitas maka saya salut bahkan setiap orang akan mengangkat salut. Sukses selalu kak

#onepercent
#indonesia

Thank you so much @green07 😊

 9 months ago 

Thank you to

Sepertinya murid yang paling depan itu, mengalami masalah dengan kepalanya. Saya lihat tangannya memegang kepala, mungkin itu reflek dia menahan sakit 😁

🤣🤣🤣🤣🤣
Dia saya suruh betulkan peci.

Ohhh,, kirain kenapa ?
Tapi ekspresi mirip

pening aku... Pening aku 😂

Seolah dia berkata demikian.

🤣🤣

 9 months ago 

Salut dengan kegiatannya yang padat, namun tetap semangat dan penuh kehangatan melayani keluarga terbaiknya...tante layak dapat jempol 👍👍👍

#onepercent
#indonesia

Tante agaiiinnnnn... Aq kezellll... 🤣🤣🤣

 9 months ago 

Jadi terbawa gara-gara adek kecil yang badan paling besar @jondahl, hehehe

😂😂

 9 months ago 

Sebuah rutinitas para ibu rumah tangga yang super sibuk, dari pagi sampai malam. Semoga anda sehat selalu . Salam buat si kembar

#onepercent
#indonesia

Terimakasih pak @muzack1. Insya Allah salamnya akan di sampaikan

Kegiatan yang sangat padat merayap namun tidak pernah macet untuk postingan, salut banget @ernaerningsih, kan kuikuti jejak jejak ini kwkwkwk

Saya punya trik jitu. Boleh di ikuti. Kegiatan pagi hari saya tulis jam 10. Harus sempat sesibuk apapun. Sisanya saya tulis jam 12. Di atas jam 12,saya tulis jam 2 atau 3. Kejadian sore hari, saya tulis malam hari. Jadi tidak ada yang terlupakan dan terlewatkan. 😊😊

 9 months ago 

Pengen masakan Aceh Besar, tapi Made in kak @ernaerningsih😋👍
#onepercent
#indonesia

Nggak boleh. Masakan qu hanya untuk dia, my baby honey bunny sweety. 🤩🤩
@nazarul suruh masak sama dek ayu aja. 🤭🤗

 9 months ago 

Hahha alahai po cut kak. Kalau dek ayu selalu bakso meukarat teuh

🤣🤣🤣

Thank you for taking part in The Diary Game on Steem.

And thank you for setting your post to 100% Powerup.

Keep following @steemitblog for the latest updates.

The Steemit Team