Kisah Inspiratif Mualaf: Ketika Iman Berbicara [Part 5]

in fiction •  18 days ago

pinterest.com

SELF-IMAGE YANG POSITIF

Zara merupakan orang yang dapat menggambarkan dirinya dalam berbagai aspek. Individu yang mampu menggambarkan diri dalam berbagai aspek dan memiliki kesamaan antara aspek satu dengan yang lain menunjukkan bahwa individu tersebut memiliki penyesuaian diri yang baik. Mampu menggambarkan diri secara positif namun tetap menyadari kekurangan yang ada pada dirinya sendiri. Ia dapat mengenal dan mengetahui apa yang dirasakan pada dirinya sendiri. Menjadi muallaf merupakan keberuntungan bagi Zara karena mendapatkan hidayah dari Allah SWT.

“Saya menggambarkan diri saya termasuk salah satu orang yang beruntung, yang mendapat hidayah, yang gimana ya saya bilang ya, yang dulunya mungkin saya dalam agama itu tidak teratur, tidak jelas, kemana arah dan tujuan itu tidak tau.”

Setelah memutuskan menjadi muallaf banyak perubahan positif yang ia rasakan. Seperti bertutur kata, sifat dan sikap yang lebih baik, inilah membuatnya dapat lebih mudah untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitarnya sekarang.

“Dulu saya manusia yang tidak punya tujuan setelah menjadi muallaf saya mempunyai tujuan hidup yang pasti. Merasa menjadi manusia yang lebih baik, dapat mengontrol amarah, tidak ngomong sembarangan. Dulu itu saya suka kali berkata kasar.”
“Tapi ya Alhamdulillah sekarang ini kalau mau marah Istighfar. Enggak sembarangan lagilah dek. Kakak takut. Kan banyak orang yang bilang kalau kita ngucapin sesuatu yang enggak baik sama orang lain ntar bisa balik kekitanya. Dan kekurangan saya ini juga masih banyak dek. Semoga bisa jadi lebih baik lagi.Amiin.Itu aja.Pasti dan pasti itu terjadi.”

Ia merasa memiliki kekurangan pada dirinya, namun keinginannya terus menjadi manusia yang lebih baik lagi dimasa depan.

“Kadang-kadang memang enggak bisa ketahan yakan tapi habis itu Istighfar minta ampun. Ya gitulah dek namanya manusia. Dan kekurangan saya ini juga masih banyak dek. Semoga bisa jadi lebih baik lagi, Amiin.... itu aja. Pasti dan pasti itu terjadi.”

pinterest.com

KEMAMPUAN MENGUNGKAPKAN PERASAAN

Rangkaian emosi selalu ada pada individu dalam setiap permasalahan yang dihadapinya. Bagaimana kemampuan seorang individu menyesuaikan diri dengan apa yang ia hadapi dalam kehidupan, dan kemampuan mengungkapkan perasaan menjadi salah satu indikatornya. Individu dengan penyesuaian diri yang baik mampu merasakan dan mengungkapkan perasaan melalui berbagai macam emosi yang tepat, mengatur, menempatkan emosi dibawah kendali diri sendiri, dan mencari alternatif lain dalam mengungkapkan emosi.

Ia merasa takut pada saat akan mengatakan kepada sang ibu atas keputusannya menjadi muallaf. Namun, ketika sang ibu sudah mengetahui hal tersebut semua permasalahan yang ia dapatkan dari lingkungan sekitar bukan merupakan suatu permasalahan yang besar. Dan Zara menerima setiap konsekuensi yang ia dapatkan.

Setelah Zara menjadi muallaf, permasalahan yang ia alami ia ceritakan kepada kakaknya. Perasaan marah, kesal, dan perasaan negatif lainnya sering ia lampiaskan dengan sang kakak. Zara lebih terbuka dengan kakaknya dibandingkan dengan teman-teman kerjanya. Karena ia merasa kakak dapat memahami emosinya daripada teman-temannya.

“diaa.. Kak Yuli (tersenyum). Karena dia merupakan sumber inspirasi, motivator yang sangat baik.”
“Dari agama saya masih Kristen sampek jadi Muslim pun dia mau aja dengeri ceritanya kakak. Anehkan kalau dipikir-pikir awalnya saya bukan keluarganya dia tapi dia tetap mau memberikan nasihat dan masukan untuk kakak.”

Pada waktu tertentu ketika ia tidak dapat mengendalikan amarahnya terhadap perilaku saudara ataupun teman kerjanya, Zara hanya bisa beristighfar dan mendekatkan diri kepada Tuhan. Terkadang ia juga mengeluh karena pekerjaan yang menumpuk. Dan pendapatan yang ia peroleh tidak sesuai dengan hasil jerih payahnya.

Dibalik ungkapan emosi dan perasaan negatif tersebut, kadang ia memikirkan apa yang telah ia lakukan, melihat alasan kemarahan dan mengungkapkan rasa bersalahnya kepada Tuhan. Hal ini ia lakukan ketika emosi yang ia rasakan mulai mereda dan nasihat dari sang kakak yang membuatnya sadar akan kekurangan yang ada didalam dirinya. Ia merasa beruntung dengan keadaan seperti ini yang dapat membuatnya lebih baik dari sebelumnya.

pinterest.com

HUBUNGAN INTERPERSONAL

Kualitas penyesuaian diri yang dilakukan individu terlihat dari bagaimana ia bisa membangun hubungan interpersonal dengan individu atau kelompok yang ada disekitarnya. Kesediaan dalam berbagi emosi dan perasaan, rasa disukai dan menyukai orang lain, dan menghargai keberadaan orang lain menjadi indikator bahwa seorang individu berhasil dalam membangun hubungan interpersonal yang memuaskan. Zara berusaha menjalin hubungan baik dengan orang-orang yang ada disekitarnya. Namun, ada sebagian yang kurang menerima keputusan yang ia pilih tetapi ia tidak terlalu mempermasalahkannya.

Zara merupakan orang yang mudah bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya. Ia berteman dengan siapapun. Tidak membedakan jabatan maupun agama. Namun, ia merasa lebih mendapatkan dukungan dari orang-orang muslim. Mereka sering mengajaknya mengikuti kegiatan keagamaan. Meskipun keterbatasan waktu yang ia miliki dikarenakan mengajar di sekolah dan les private, teman-temannya tetap mengajaknya untuk ikut serta. Ada sebagian keluarga yang belum menerima keputusannya menjadi muallaf, ia tetap menjalin kekeluargaan dengan keluarganya tersebut.

“Dukungan dari orang muslim itu lebih mendukung, ngajak pengajian. Tapi kadang-kadang waktu kita yang terbatas untuk mereka, kan gitu. Tapi mereka terus mengajak saya. Kalau ada acara dakwah disuruh datang.”
“Tapi kalau yang di Kristen ya. Ya kita tidak memutuskan tali silaturahmi kita ke mereka kan cuma kalau mereka sendiri yang memutuskan kan enggak masalah. Kita jalani aja seperti biasanya seperti apa. Gitu aja dek.”

Bersambung...

Wondering How Steemit Works, Read Steemit FAQ?

Authors get paid when people like you upvote their post.
If you enjoyed what you read here, create your account today and start earning FREE STEEM!