Perhatian terhadap Hukuman Fisik

in esteem •  4 months ago

Dear sahabat steemians

2oayssfxfl.jpg

Ibnu Khaldun berpendapat, “Siapa yang biasa dididik dengan kekerasan di antara siswa-siswa atau pun pembantu-pembantu, ia akan selalu dipengaruhi oleh kekerasan, dan akan melahirkan jiwa-jiwa yang keras”. Semoga ini menjadi cermin bagi para pendidik tercinta ini, agar tidak membiasakan memdidik anak didiknya dengan kekerasan.
Permasalahan yang terjadi dalam realitas dunia pendidikan, seorang pendidik terlanjur berasumsi dan menfonis seorang anak berdasarkan atas pengalamannya (missal: siswa A tersebut harus dijemur di lapangan, siswa B harus dipukul dan sebagainya di saat siswa mereka melanggar suatu aturan), tanpa ia (guru) mencoba mencari tahu persmasalahan terlebih dahulu yang terjadi pada diri peserta didik tersebut. Perlu digaris bawahi, setiap induvidu (peserta didik) itu memliki perbedaan yang sangat mendasar dengan anak-anak lainnya baik dari segi tabi’at, sikap, karakter, akhlak, social dan lain-lain. Dengan cara demikian, pendidik akan mengatahui cara bergaul dengan mereka tanpa harus memborosi tenaga untuk menghakimi peserta didik yang ingin didiknya. Pendidik beranggapan bahwa, kekerasan yang diberikan akan mendatangkan suatu kebaikan sebagaimana yang mereka harapkan, padahal yang demikian itu hanyalah untuk membodohkan mereka dengan kebodohan yang telah ada.

Perhatian Islam terhadap Pendidik

Merawat (mendidik) anak-anak dengan lembut dan baik itu asli ajaran dari Rasulullah SAW, dan beliau adalah pendidik terbaik di kalangan umat manusia. Selanjutnya, berbicara masalah hukuman bagi Pendidik Islam, menurut Jamal Abdurrhaman (Athfaalul Muslimin Kaifa Rabbahumun Nabiyyul Amiin SAW, 1421 H: 172) menganjurkan, hukuman itu ialah sebagai tuntutan dan perbaikan, bukan sebagai hardikan atau suatu ajang balas dendam. Oleh karena itu, juru didik Islam harus mempelajari dulu segi tabi’at, sikap, karakter, akhlak, sosial dll, pada diri seorang anak sebelum memberi hukuman, bahkan mengajak si anak untuk turut serta dalam memperbaiki kesalahan yang dilakukannya. Dengan demikian, ia akan menyadari kesalahan-kesalahan dan kekeliruan-kekeliruannya setelah ia turut memperbaiki.
Sehingga tidaklah berlebihan ketika dalam Peraturan Pemerinta (PP) No. 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, yaitu adanya Kompetensi Pedagogik, kepribadian, profesional, dan sosial. Kemudian, adanya penambahan kompetensi kepemimpinan bagi yang memilki jabatan. Artinya, Pemerintah kita telah mensiasati syarat-syarat untuk menjadi seorang pendidik, dan untuk memenuhi ke-5 kompetensi tersebut tidaklah mudah. Sama halnya dengan beberapa pemikiran tokoh pendidikan Islam (Seperti, Al-Ghazaali, Ibnu Khaldun, Al-‘Abdari, dll). Apabila kita menala’ah konsep mereka, maka kita akan mengambil kesimpulan, bahwa ketatnya syarat-syarat penyeleksian menjadi seorang pendidik. seperti, pendidik harus memliki watak kebapakan, mempunyai kompetensi keadilan, kesucian, kesempurnaan, dan lain sebagainya. Bahkan, syarat secara fisik juga menjadi bidikan mereka. Nah, selanjutnya terlintas dalam pikiran ini, mengapa begitu ketatnya syarat untuk menjadi seorang pendidik ?
Adapun beberapa pertimbangannya (alasan), yaitu, agar pendidik tidak merusak fitrah peserta didik, pendidik dianggap sebagai ulama, kita mengakui dan diakui bahwa kuatnya pengaruh pendidikan terhadap peserta didik, dan Islam sendiri sangat mencintai ilmu. Beranjak dari pertimbangan tersebutlah, para tokoh pendidikan Islam terdahulu dan sekarang, begitu juga dengan Pemrintah setuju akan ketatnya persyaratan yang harus dilakoni oleh pendidik dalam upaya menimalisir dan menghilangkan akan hal-hal negatif (kekerasan) yang berefek dalam jangka panjang atau pendek terhadap anak didik.

image

Salam:

follow me in this link

image


Why should post via steem platform??

Basically, you do the same activities as on Facebook, Twitter, Instagram etc.!!!
The only difference! for once you can earn a nice income on the side!!!


Please sign-up for a free Steemit account.

u4a6sbth80.png

Download eSteem-App today if you haven't

Enjoy eSteem for:

eSteem SurferGoogle Play - AndroidAppStore - iOS (iPhone, iPad)
Get eSteem on Google PlayGet eSteem on Google PlayGet eSteem on AppStore

u4a6sbth80.png

g8ysgcsztp.png

u4a6sbth80.png

vote witness @good-karma
Authors get paid when people like you upvote their post.
If you enjoyed what you read here, create your account today and start earning FREE STEEM!
Sort Order:  

Kekerasab fisik dapat dilakukan, jika semua cara lunak sudah tidak lagi mempan.

·

Siip. Turun tangan memang diperbolehkan sebelum tanda tangan UU perlindungan . Terima kasih prof @jamalgayoni

Antara pendidik dan siswa harus sama-sama memegang itikad saling menghargai dan menghormati. Memang sulit menempatkan keadilan. Nyatanya, di Indonesia sendiri maraknya kasus guru yang dipolisikan orang tua siswa karena tidak terima karena anaknya ditegur.

Jika demikian siapa yang harus disalahkan?
Semoga rasa saling menghargai tetap dijunjung tinggi dalam kehidupan kita.
Terima kasih atas sharing yang bermanfaat Bang @doktormuslem

·

Iya mbak @ettydiallova. Begitu komplit rasanya melihat permasalahan tersebut. Hehe
Terima kasih atas masukannya ..

Ini Ceritamu sangat bagus kasih sayang sangat di perlukan di kalangan anak-anak

·