Kampung Halaman – Kampung Kedamaian ( Bagian II )

in esteem •  3 months ago

IMG_5789.JPG

Aku tinggal di sebuah desa bernama Gosong Telaga Barat. Orang-orang kampungku sering pula menamai desa kami Anak Laut. Hal ini karena di kampung kami tersebut terdapat sebuah laut, dikatakan Anak Laut karena lautnya memang kecil, di kelilingi pulau-pulau yang memiliki tumbuhan laut seperti pohon cemara, bakau dan pepohonan lainnya. Dan di balik pepohonan tersebut terbentang laut seluas mata memandang. Makanya orang-orang kampungku menamainya Anak Laut.

Dari laut itu pula orang-orang kampungku sebagian ada yang mencari ikan, sebagai mata pencaharian. Ikan dan spesies lainnya oleh nelayan di kampungku jual ke pasar-pasar, kadang tak sampai ke pasar sudah laku terjual. Selain itu kebanyakan masyarakat kampungku memiliki kebun kelapa sawit, pinang, kelapa hingga coklat. Namun yang paling dominan adalah kelapa sawit, sebab hanya tanaman tersebut yang nampaknya cocok di tanam pada tanah kami.

Pemuda disana lebih suka melaut ketimbang berkebun, sebab jika melaut dan setelah pulang melaut ikan atau kerang yang di ambil cepat laku terjual, sementara jika berkebun harus menunggu beberapa minggu dan bahkan hingga berbulan lamanya. Kami di ajarkan mandiri sejak kecil, tak meminta uang jajan kepada orangtua kami, selagi kami bisa berbuat sesuatu yang menghasilkan uang untuk sekedar jajan, maka akan kami lakukan.

Biasanya sepulang sekolah atau hari-hari libur, kami bersepakat untuk pergi melaut beramai-ramai, kadang sampai membawa bekal dari rumah agar tak kelaparan dan kehausan disana. Dengan menaiki perahu bermesin, kami menyebutnya robin. Menuju seberang laut dan di atas air, kami lalu menyelam mencari kerang bulu yang menghasilkan uang itu. Semua anak-anak di kampungku tak satupun yang tak pandai menyelam atau berenang, sebab laut terletak di depan rumah kami, sering pula kami bermain dan mandi di laut tersebut.

Begitulah kehidupan anak seusia kami, tak ada yang mengeluh soalan jajan sebab semuanya pandai mencari uang. Dengan demikian kami tak lagi meminta uang jajan kepada orangtua baik itu ketika bersekolah maupun diluar sekolah.

Sekolah kami juga terletak di kampung kami, SD, SMP dan juga SMA. Kalaupun lapar ketika sekolah, waktu istirahatnya kami luangkan untuk pulang sebentar untuk minum dan juga makan di rumah. Sehingga terkadang kami tak memerlukan jajan lagi.

Sama dengan anak yang lainnya, kami juga suka bermain. Ada banyak jenis permainan yang kami miliki, mulai dari mainan kelereng, mobil-mobilan yang terbuat dari pelepah kelapa hingga senjata yang terbuat dari bambu ukuran kecil. Terkadang juga kami memainkan layang-layangan ketika angin tak terlalu kencang. Biasanya angin di perkampungan kami selalu ribut, hal ini karena kampung kami dekat dengan air laut.

Join eSteem University

@djamidjalal

Authors get paid when people like you upvote their post.
If you enjoyed what you read here, create your account today and start earning FREE STEEM!
Sort Order:  

Thanks for using eSteem!
Your post has been voted as a part of eSteem encouragement program. Keep up the good work! Install Android, iOS Mobile app or Windows, Mac, Linux Surfer app, if you haven't already!
Learn more: https://esteem.app
Join our discord: https://discord.gg/8eHupPq