Mengenal Lebih Dekat Burung Cucak Gunung

in burungocehan •  4 months ago

Bila ditanya tentang jenis burung Cucak-cucakan mungkin yang umum kita kenal hanyalah dua saja yakni burung Cucak Ijo dan Cucak Jenggot. Hal ini dikarenakan kedua jenis burung cucak tersebut cukup banyak dipelihara dan sering diikutkan dalam berbagai ajang perlombaan burung ocehan. Hanya saja, jenis burung Cucak-cucakan sebenarnya cukup beragam dan ada beberapa di antaranya termasuk burung endemik yang keberadaannya tidak ditemukan di negara lain. Pada artikel ini coba mengulik terkait salah satu jenis burung Cucak yang belum umum dikenal orang-orang dan termasuk sebagai burung endemik. Adapun nama burung Cucak tersebut adalah burung Cucak Gunung.

Burung Cucak Gunung merupakan salah satu jenis burung Cucak-Cucakan yang habitat hidupnya hanya berada di kawasan hutan Indonesia. Daerah yang menjadi habitat hidupnya berada di Pulau Sumatera, Jawa, dan Bali. Di habitat aslinya keberadaan burung Cucak yang satu ini mendiami area pinggir hutan dan tempat terbuka yang ada di sekitar pegunungan. Selain itu, area pegunungan yang menjadi habitat hidupnya umumnya berada di dataran yang lumayan tinggi dengan ketinggian mencapai 800 sampai 3000 meter di atas permukaan laut.

Kehidupan burung Cucak Gunung di alam liar biasanya bergerak secara sendiri-sendiri untuk mencari makanan. Jenis makanan yang sering disantapnya pun cukup beragam mulai dari buah-buahan yang berukuran kecil, lebah, kumbang, dan jenis serangga lainnya. Sewaktu musim berkembangbiak tiba yang berlangsung di bulan Maret sampai dengan Oktober biasanya masing-masing indukkan akan sibuk membangun sarangnya yang berbentuk cawan. Sarang yang dibentuk indukkan biasanya dibuat dengan memanfaatkan ranting, daun, dan akar pohon yang nantinya akan ditaruh diantara semak belukar yang tak jauh dari permukaan tanah.


Gambar: Burung Cucak Gunung

Nah, ciri fisik burung yang bernama latin Pycnonotus bimaculatus ini memiliki ukuran tubuh yang tergolong sedang dengan panjang sekitar 20 cm. Corak warna yang menutupi bulu-bulunya terdiri dari beragam warna seperti putih, cokelat zaitun, hitam kecokelatan, dan kuning. Warna putih tampak di bagian bawah tubuhnya mulai dari dada, perut, dan sampai pangkal tunggirnya. Warna cokelat zaitun terlihat di bagian atas tubuhnya seperti mahkota kepala, tengkuk, punggung, sayap, dan ekornya. Warna hitam kecokelatan tampak menutupi area sisi bawah mata dekat paruh dan tenggorokannya. Lalu warna kuning terlihat di bagian pipi depan dan belakang mata, dekat sayap, dan tunggirnya.

Perlu diketahui juga bahwa burung Cucak Gunung mempunyai bentuk tubuh yang agak besar baik dari kepala, leher, perut, dan area sekitar tunggirnya. Paruhnya yang berwarna hitam pekat juga memiliki bentuk yang agak besar dan ukurannya tergolong pendek. Ekornya yang berwarna cokelat zaitun pun berukuran agak panjang dan terdiri dari beberapa helai bulu yang keras serta dapat dikembangkan. Kakinya yang berwarna hitam juga berukuran agak panjang dengan kuku yang tajam.

Adapun ciri kicauan burung yang dalam bahasa inggris dipanggil dengan nama Orange-spotted Bulbul ini memiliki volume kicauan yang agak tinggi dan terdengar lumayan melengking. Nada kicauannya bertempo yang cukup cepat tapi tidak seperti suara crecetan yang penuh dengan suara getaran. Akan tetapi suara burung Cucak Gunung terdengar seperti terpotong atau bernada pendek. Selain itu, bunyi nada kicauannya seperti “ciulk... ciulkk... ciulk” ataupun “cak... cakk... cuh... ciliuliuliu”. Walaupun demikian burung Cucak Gunung tergolong tipikal burung yang suka atau aktif berkicau.

Yup, demikianlah ulasan terkait dengan burung Cucak Gunung yang merupakan burung ocehan endemik di negara Indonesia. Hanya saja, keberadaan jenis burung Cucak Gunung di alam liar sebenarnya sudah mulai terancam dengan menipisnya populasinya yang diakibatkan oleh terus berkurangnya hutan atau lahan yang menjadi tempat tinggalnya di area pegunungan. Untuk itu, ada baiknya memang agar kita tidak perlu memeliharanya supaya jumlahnya di alam liar dapat bertambah. Akan tetapi bila Anda tertarik dengan warna kicauannya maka dapat menyimpan audio suaranya yang ada di internet. Okey.

Oleh: Satria Dwi Saputro
(satriadwisaputro@ymail.com)

Sumber Tulisan:

  1. http://www.kutilang.or.id/2011/11/26/cucak-gunung/
  2. http://bio.undip.ac.id/sbw/spesies/sp_cucak_gunung.htm

Sumber Gambar:
https ://commons.wikimedia.org/wiki/File:Orange-spotted_Bulbul_(Pycnonotus_bimaculatus)_-Flickr-Lip_Kee(1).jpg

Pilih Kami Sebagai Witness Anda - setiap suara menentukan.

  • Akses halaman Witness Voting.
  • Scroll down sampai bawah.
  • Ketik "puncakbukit" di textbox berikut.
  • Klik tombol "VOTE".
  • Kami akan follow anda.. ;-)
  • My Witness Update

Lihat juga:

Authors get paid when people like you upvote their post.
If you enjoyed what you read here, create your account today and start earning FREE STEEM!
Sort Order:  Trending

Bagus sekali postingannya @puncakbukit, udah di upvote ya..

Lestarikan burung ini, dan jangan sampai terjadi punah. Bagaimana @puncakbukit

Sangat menarik postingnya....sudah di upvote ya @puncakbukit

You got a 13.99% upvote from @upmewhale courtesy of @puncakbukit!

You got upvoted from @adriatik bot! Thank you to you for using our service. We really hope this will hope to promote your quality content!