About My School Sukma Bangsa #5: Luar Biasa!  Sekolah di Pidie Terbitkan Empat Buku Bulan ini

in book •  13 days ago

 

Pidie, tanggal 17 Juli 2018 patut berbahagia, ada dua buku siswa dan dua buku karya guru diluncurkan di Sekolah Sukma Bangsa. Saya terlibat dalam dua buku siswa, mencarikan desainer untuk me-layout dan mencarikan penerbit. Setelah berbicara dengan beberapa orang teman siapa yang bisa dan mau, Aslan Saputra, CEO Gemugu studio menjadi layouter kami, yang mengurusi cover dan tata letak isi dalam buku –padahal dia bukan orang yang kurus lagi, kenapa dia mau mengurusi buku kami?-. Saya menjadi salah satu yang mengisi kata pengantar. Berikut bocoran kata pengantar salah satu buku yang saya tulis.

Cover Buku Kompilasi apa komplikasi Puisi Siswa Sukma Bangsa Pidie

Saya mengawali kata pengantar dengan dua quote:

>Ajarkanlah sastra kepada anak-anakmu

Agar mereka berani melawan ketidakadilan.

Ajarkanlah sastra pada anak-anakmu

agar mereka berani menegakan kebenaran.

Ajarkanlah sastra pada anak-anakmu

agar jiwa-jiwa mereka hidup.

Ajarkanlah sastra kepada anak-anakmu.

Sebab sastra akan mengubah yang pengecut menjadi pemberani. (Umar Bin Khattab)

>“Sesuatu yang dibutuhkan untuk menghaluskan jiwa adalah seni dan sastra” (Buya Hamka)

 

Selain asupan makanan untuk badan dan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk otak, manusia juga perlu diasupi jiwanya dengan sastra. Tubuh akan kenyang dengan makanan, jiwa akan kenyang dengan seni dan sastra. Makanya syair lagu yang indah selalu menenangkan, Alquran juga diturunkan bersajak dan 70% berisi cerita, hadir sebagai pengobat bagi jiwa manusia.

Peradaban yang maju juga ditandai dengan adanya penulis di masa itu, misalnya saat Aceh pada masa keemasannya, kita punya Syeikh Nurruddin Arraniry yang menulis Kitab, dan Syeikh Hamzah Alfansuri yang juga menulis kitab pertama dalam bahasa Arab Jawi (melayu). Sekolah-sekolah maju seperti Attahirah di Sulawesi, mewajibkan anak-anaknya menamatkan buku sastra, dengan jenjang yang berbeda-beda.

Dimasa saya sekolah, sebagai generasi 80an, kami punya ‘budaya’ mengirimkan surat kepada wanita yang kami cintai, saat itu handphone belum ditemukan. Saya sekolah 6 tahun di Pesantren. Walaupun ustaz dan ustazah kami memisahkan kami dengan tembok dan hijab di musalla, itu tak menghalangi kami untuk berkirim surat kepada gadis yang kami suka. Tapi sejak hape ditemukan, budaya literasi ini sudah tergerus jaman.

Ini Buku Kumpulan Cerpen Siswa-Siswi Sekolah Sukma Bangsa, Banyak cerita misteri didalamnya. hehe

Anak-anak Sukma Bangsa Pidie, untuk pertama kali menerbitkan buku kumpulan puisi ini. Saya sebagai guru mereka sangat bangga dengan hasil karya mereka ini. Ada puluhan murid berbeda kelas, yang sudah belajar berpuisi, mendengar pembacaan puisi di lomba-lomba di sekolah dan lomba di kabupaten sampai tingkat provinsi, juga mungkin mereka melihat bagaimana puisi yang seharusnya melalui guru bahkan youtube.

Beberapa puisi di buku ini masih menulis pantun, puisi bersajak dengan kaidah yang benar. Dalam lintasan sejarah Aceh, ada budaya orang-orang berkumpul untuk mendengarkan syair di warung atau tempat berkumpul dulu. Juga hiburan orang Aceh dulu adalah permainan musik perkusi, diiringi tari dan syair-syair indah berbait, mungkin dalam buku kompilasi puisi siswa ini, masih menganut budaya Aceh yang tempo dulu itu. Buku-buku cerita di Aceh, yang ditulis oleh orang Aceh dulu juga banyak terbit, mungkin bisa disebut novelet karena bukunya tipis, tapi buku cerita jaman dulu ini ditulis dengan bersajak.

Menulis sejak usia sekolah harus dibudayakan, mengingat pada masa kuliah mahasiswa diwajibkan untuk membuat karya tulis kalau ingin menamatkan kuliahnya. Dengan dibiasakan menulis sejak SMU, mungkin akan mudah nanti diperkuliahan, sebagaimana kita tahu skripsi itu masih menjadi ‘makhluk’ yang menakutkan bagi mahasiswa Indonesia.


Ini Penerbitnya, yang sudah berhasil menerbitkan banyak buku Aceh, termasuk buku Kamaruzzaman Bustamam Ahmad, Seorang Steemian @kba13

Sukma Bangsa Pidie sudah memulai menerbitkan buku, semoga niat baik ini menjadi percikan untuk sekolah-sekolah lain di Pidie khususnya dan di Aceh umumnya untuk melakukan hal yang sama. Selalu diperlukan karya yang baik dan buku yang baik dari generasi bangsa kita, supaya generasi ke depan punya tradisi literasi sejak dini.

 

Semoga percikan semangat menulis di buku ini menjadi inspirasi bagi sekolah lain untuk mulai membukukan karyanya. Banyak siswa yang pintar dan karyanya hebat, tapi selama tak dibukukan takutnya karya mereka akan hilang.

Saya sebagai guru Sukma Bangsa, juga Ketua Forum Lingkar Pena (FLP) Pidie menyambut baik terbitnya buku kumpulan puisi “Tentang Bintang Sang Pendekor Angkasa” saya sangat bangga siswa mau menulis.


Marthunis Bukhari, Direktur SSB (Sekolah Sukma Bangsa) Pidie. Menerbitkan buku sendiri, dan mendominasi buku kumpulan tulisan guru Kemang Meucehu, yang akan terbit beberapa hari lagi (Source)

Memang buku ini jauh dari kata sempurna, hanya Alquranlah kitab yang sempurna di dunia ini. Kami membuka pintu selebar-lebarnya kepada pembaca untuk memberikan saran dan kritik konstruktif supaya bagaimana buku karya siswa ini lebih baik kedepannya.

Mudah-mudahan buku ini bermanfaat bagi para pembaca. sedangkan satu buku lagi karya direktur sekolah, Marthunis Bukhari dan satu lagi buku Guru berjudul Keumang Meucehu, adalah kumpulan tulisan Guru yang berhasil menembus media masa. Selamat menikmati beberapa hari lagi.

 





Posted from my blog with SteemPress : https://riodejaksiuroe.knpipidie.or.id/luar-biasa-sekolah-di-pidie-terbitkan-empat-buku-bulan-ini/

Authors get paid when people like you upvote their post.
If you enjoyed what you read here, create your account today and start earning FREE STEEM!
Sort Order:  

Salut ma sekolah sukma bangsa, bisa kreatif gitu siswa ma gurunya 👍👍👍
Dari sini jg prnh, tp siswanya emg penulis yg udah merapikan buku-bukunya di rak buku gramedia.

·

ya, Sukma lain, selain Pidie..sudah menerbitkan buku lebih dulu, di Pidie, baru tahun ini

Wah wah wah adek saya yang laki sekolah disana bang. Dan yang cewek Alhamdulillah sudah tamat kemarin 2017..
Bangga saya bang @riodejaksiuroe

·

Alhamdulillah Teuku Rival.. ini semoga menjadi pemicu Bagi Steemians.. buat buku juga