#1. "The Transporter" Mazda2 GT
Hi guys..
Senin sore kemarin, tanggal 13 November 2017, untuk sebuah keperluan saya harus berangkat ke kota Banda Aceh. Saya berdomisili di kota Bireuen, sebuah kota dengan jarak sekitar 200KM sebelah timur Banda Aceh. Untuk keperluan yang sama, kebetulan ada 3 orang teman saya yang lain dari kota Lhokseumawe yang meminta saya untuk berangkat bareng dengan mereka, karena Lhokseumawe menuju Banda Aceh melewati kota Bireuen, saya tentu sangat senang sekali. Akhirnya merekapun sepakat akan berangkat sore hari dan akan tiba di Bireuen sekitar pukul 20.00 WIB.
Menjelang magrib, merekapun sampai. Yang bikin saya senang selanjutnya adalah mereka mengenderai sebuah mobil yang cukup keren dan sporty menurut saya. Tunggangan milik salah satu teman ini adalah sebuah mobil hatchback dengan nama Mazda2 (mazda two) generasi kedua, tipe terbaru dan tipe tertinggi pula, Mazda2 GT, hmm..pasti mobil kencang, pikir saya. Sebagai penikmat otomotif dari gambar/video di Internet, kehadiran mobil ini sungguh membuat saya sangat senang, maklum, didaerah saya tinggal, mobil ini termasuk yang jarang dimiliki oleh para warganya.
Desainnya sangar tetapi juga cantik. Sangar karena facia atau wajah depannya memiliki grile yang cukup besar diapit oleh 2 lampu depan yang menyipit, cantik karena lekukan body yang mengalir dari samping lampu depan sampai ke buritan yang berakhir disisi stop lamp belakang yang bahenol. Kalau di ibaratkan sebagai cewek dalam salah satu tokoh fiksi, mobil ini seperti nona Lara Croft, jagoan sexy dalam trilogi film Tomb Rider. Ada yang tahu nama pemerannya? yes.. Angelina Jolie, oh i love her so much :-)
Bonus si cakep buat para steemian
(foto source: Google)
Akhirnya, setelah sholat isya dan makan malam (saya yang traktir pastinya), kami pun berangkat ke Banda Aceh sekitar pukul 21.00 WIB. Walau memakai mobil yang bisa saya kategorikan sebagai semi sport, kami sepakat untuk mengemudi secara santai saja, karena perkiraan waktu tiba akan mencukupi untuk kami beristirahat dan tidur nyenyak, tidak perlu buru-buru dan tidak ada yang harus dikejar. Mengejar si cakep juga percuma, doi sudah jatuh kepelukan Brad Pitt, pedih rasanya 😢
Sekitar 20 menit perjalanan, seorang teman yang sedang ngotak ngatik Handphone, membaca sebuah informasi di laman Facebook miliknya. Gawat, sebuah jembatan yang menghubungkan lintas timur Banda Aceh-Medan sedang dalam perbaikan dan banyak diberitakan di koran lokal. Sebelumnya kami sudah tahu jika untuk melalui jembatan tersebut gantian, dimana untuk melewatinya harus saling menunggu antara antrian yang di seberang jembatan dengan antrian di sisi lainnya. Tapi masalah muncul karena malam ini ada pekerjaan pengecoran lantai jembatan, dan kami tidak mengetahui jika di koran lokal hari ini sudah diumumkan bahwasanya jembatan akan di tutup atau tidak boleh di lintasi dari pukul 00.00 WIB sampai pukul 04.00. Semua kaget, termasuk teman yang menjadi driver malam itu.
(foto source: Google)
Urusan kami di Banda Aceh besok harinya membutuhkan stamina yang prima dan kondisi yang fit. Jadi kami sudah merencanakan untuk beristirahat yang cukup setibanya di Banda Aceh. Sungguh tidak terbayang jika kami terjebak di jembatan yang tutup dan harus tidur dimobil. Pasti istirahat yang tidak maksimal akan kami dapatkan. Semua tegang, solusi satu-satunya yang kami sepakati adalah Ngebut. Waduh, solusi yang pastinya akan memacu adrenalin.
Klik, si driver sekaligus pemilik mobil menekan satu tombol yang terletak dekat tuas transmisi matic. Terbaca oleh saya yang duduk di jok belakang, ada tulisan SPORT di tombol tersebut. Tiba-tiba terdengar suara raungan mesin lebih besar dari biasanya, mobilpun menjadi sedikit lebih keras bantingan Per dan suspensinya. Menurut si empunya mobil, mode Sport ini sering ia gunakan jika dalam keadaan menyetir dalam kecepatan tinggi. Tanpa basa basi lagi, gas pun di injak penuh. Dan seperti dikomando, semua kami diam, tanpa berkata-kata. Entah itu seru atau takut, saya pribadi, terus terang takut,hehe.
Mode ini tebukti ampuh, dengan kecepatan yang sangat tinggi, kami melewati jalan berkelok di pegunungan Seulawah. Tikungan demi tikungan tajam dilalui dengan suara decitan ban. Seperti mengetahui ketegangan kami penumpangnya, teman si pemilik mobil menjelaskan bahwa salah satu fungsi mode Sport tersebut adalah membuat Per yang lembut jika mobil dibawa santai menjadi lebih kaku dalam kecepatan tinggi, hal ini menjaga kestabilan mobil agar tidak limbung dan terguling di belokan atau tikungan tajam.
Menjelang 10 menit mendekati pukul 00.00 WIB, akhirnya kami sampai di jembatan tersebut. Tampak oleh kami kesibukan para pekerja proyek tersebut sedang mempersiapkan segala suatunya. Sebagian yang lain bersama petugas Dinas Perhubungan dan Polisi mengatur antrian mobil yang melintas. Kebetulan mobil dari arah kami yang sedang melewati jembatan tersebut. Ketegangan kami semua terbayarkan. Mode di mobil di kembalikan ke posisi normal. Dan kamipun melanjutkan perjalanan dengan perasaan yang lega. Sekitar 1 jam kemudian, kami tiba di kota Banda Aceh. Kami diantar ke tujuan masing-masing. Sebuah pengalaman yang menarik
Oke teman, demikian cerita pertama dari rangkaian cerita dengan judul Transporter ini. Cerita selanjutnya yg #2 coming soon yaa...
Salam,
@yudhi-ihsan
Gak ngajak2 nie..
itulah bang.. besoknya br tahu abg di sim.. berarti sama kita dari Bireuen malam selasa kemarin kan?
Bereh
bek hana sagai bang, haha
Congratulations @yudhi-ihsan! You have completed some achievement on Steemit and have been rewarded with new badge(s) :
Click on any badge to view your own Board of Honor on SteemitBoard.
For more information about SteemitBoard, click here
If you no longer want to receive notifications, reply to this comment with the word
STOP