Kawan Menurut Kenangan Saat Mendengar Khutbah Jumat Tadi

in aceh •  2 months ago

 

Sebelum khutbah berlangsung, aku bertemu seorang kawan. Dia sudah lama tidak berjumpa dengan saya, dan saya sudah sebentar tidak menjumpai dia secara fisik, karena saya mengupdate teman-teman di media sosialnya. Kalau sudah seminggu tidak update status dan foto di medsos, mungkin ada masalah atau ada masalah dengan hapenya, saya menunggu beberapa minggu lagi, kalau dia muncul lagi, berarti dia masih hidup dan sehat wal selamat.

Ada juga teman yang sudah tidak muncul lagi setelah wisuda. Teman-teman jauh dan menjauhkan diri. Kadang ada yang jauh karena memang tinggalnya jauh, ada juga yang menjauh karena tak mau bertemu lagi dengan kita. Saya ceritakan dua saja, yang teman tak mau bertemu lagi dengan teman-teman sekolahnya.


ilustrasi teman-teman yang lama tak bersua

Jani, adalah nama pria. Dia biasa-biasa saja di sekolah, tidak bodoh sekali dan sama sekali tidak pintar. Di SMP dia ditolak beberapa kali oleh wanita yang disukainya dan gagal dalam bebepara pelajaran sehingga dia malu dan minder. Setelah sekolah dia hilang kabar berita. Tak ada yang tahu dia kemana, dan tak penting juga untuk dicari.

Dalam perjalanan konstelasi bintang, bumi berputar pada porosnya, matahari juga berputar-putar saja karena suntuk tak tahu mau kemana, mau dekat dengan planet-planet maka planet akan terbakar, jadi matahari berputar dan sesekali memercikkan lava panas. Aku bertemu lagi dengan Jani di Gayo. Di tempat yang jauh, dimana dia bekerja sebagai ahli teknik, teknik pangkas.


Dia shock saat pertama bertemu denganku. Kok bisa ada yang mencariku sampai ke sini. Padahal di sini aku kuliah pengabdian masyakarat (KPM) jadi bertemulah dia, masih dengan gaya sewaktu sekolah, rambutnya dibiarkan mengembang seperti jamur, dan bajunya juga tak mau move-on dari gaya 70-an. Baju kemeja dan celana kain dengan tali pinggang. Dia berpesan, jangan bilang sama kawan-kawan lain saya di sini dan kerja ini.

Satu lagi kawan yang tak mau dikawani lagi sebut saja namanya Rasfan. Akibat ikut sekali menonton film tak senonoh saat sekolah, dia sudah jadi ketagihan setelahnya. Pulang ke Gampongnya, dia membawa pulang CD yang dinonton waktu sekolah. Empunya CD baru ketahuan CD-nya hilang saat mendengar kabar ini, Rasfan terpaksa menikahi sepupunya karena pada suatu hari dia ditinggal sendiri bersama sepupunya –tadi sendiri? Ini sama sepupunya? Yang mana yang benar?- dan orang tua mereka ke kebun, dan terjadilah hal-hal yang diingikan antara mereka berdua dan sepupunya hamil.


Maka menikahlah mereka dan memindahkan diri dari kampungnya supaya jangan malu keluarga. Rasfan membakar CD terkutuk itu disaksikan oleh seluruh anggota keluarga. VCD itu ditangisi pak lurah, karena gagal melihat bagaimana isinya. Rasfan bertaubat dan menjadi petani biasa di Gampong baronya. Teman-temanku adalah spesialis bully, termasuk kadang-kadang aku, makanya dia akan menghindar kalau bertemu.

Teman-teman selalu ada untuk kita. Ada yang ada saat kita senang, dan ada beberapa kalau kita sedang susah. Berteman, menjaga silaturahmi, seperti kata khatib tadi itu merupakan amalan yang lebih baik dari beriktikaf sebulan di dalam masjid. Nabi bersabda ada lima perkara yang wajib ditunaikan sesama muslim, menjawab salam, mendoakan yang bersin, memenuhi undangan, menjenguk orang sakit dan mengantar jenazah.

Kunci baik dalam bermasyakarat di Aceh juga begitu, kita harus ada dalam khenduri ureng mate (acara kematian) dan khenduri ureng udep (acara kehidupan?) maksudnya kita harus menghadiri apa saja kegiatan di Gampong yang dilakukan bersama-sama kecuali memandikan dengan air comberan, orang yang terciduk berpacaran. Itu kalau tak hadir, tak apa-apa.


 


Posted from my blog with SteemPress : https://riodejaksiuroe.knpipidie.or.id/kawan-menurut-kenangan-saat-mendengar-khutbah-jumat-tadi/

Authors get paid when people like you upvote their post.
If you enjoyed what you read here, create your account today and start earning FREE STEEM!