Bumiku Indah, Alamku Lestari
Kau pinjam sejenak
Bukan untuk kau warisi
Kau tempati sesaat
Bukan untuk kau cemari
Akulah pewaris sejati
Sebuah permata indah
Yang diberi nama bumi
Rumah singgah segenap insani
Saling menjaga agar lestari
Permataku itu adalah bumi
Puisi diatas bercerita tentang alam yang kita tempati sekarang. Alam yang semakin sakit akibat ulah manusia yang merampas hasilnya, tanpa memperdulikan kelanjutan keberagaman makhluk hidup di dalamnya.
Pesona alam indonesia yang kaya akan panorama indah, sumber daya alam dan kesuburan lahan perkebunan dan pertanian, membuat negeri ini jadi primadona di mata negara-negara dunia.
Kemakmuran dan kekayaan alam indonesia ini banyak yang masih tersimpan dan sebagian besar belum terjamah, bukan tidak mungkin suatu hari nanti akan punah dan hilang akibat ulah diri kita sendiri.
Perbuatan yang merusak serta kurang peduli membuat keadaan alam semakin gersang dan tandus, jumlah populasi hewan langka yang berada di ambang kepunahan serta pencemaran alam oleh perilaku kita yang membuang sampah dan limbah sembarangan adalah penyebab pertamanya.
Kehadiran panorama alam ini mestinya kita syukuri dan patut kita jaga kelestariannya, masyarakat indonesia seharusnya ikut berperan aktif dalam menjaga hutan, kebun binatang, cagar budaya dan panorama alam lainnya.
Seperti panorama alam ini contohnya,
sepanjang perjalanan terhampar pemandangan hijau nan indah, sesekali mata kita akan berpapasan dengan kawasan pantai yang terlihat dari jarak jauh.
Jalanan yang beraspal dan lancar adalah salah satu usaha pemerintah daerah dalam mempermudah pengunjung untuk mencapai kawasan wisata alam ini.
Walaupun tak jarang juga kita akan menjumpai jalanan yang berlubang dan berlumpur ketika hujan. Sampai ke tempat tujuan, suasana menjadi sejuk dan dingin karena tempat ini dipagari dengan pohon-pohon besar yang telah berusia puluhan tahun.
Objek wisata ini adalah sebuah goa yang besar dan lokasinya berada di desa LAWEUNG, kabupaten PIDIE, NAD. Dan nama objek wisata tersebut adalah gua 7. Kurangnya promosi wisata ke tempat ini, membuat wisatawan agak kebingungan dalam mencari arah lokasi goa tersebut.
Atau mungkin saja pemerintah sudah menyediakan denah lokasinya tetapi dicopot atau dipindahkan oleh tangan-tangan jahil yang tidak bertanggung jawab.
Sebuah tugas bagi pemerintah kita dalam memajukan daerah tujuan wisata ini. Dari mulut goa terlihat beberapa spanduk tergantung yang menjelaskan tentang asal usul goa tersebut. Spanduk-spanduk itu berasal dari tugas KKN mahasiswa dari universitas setempat, serta ada juga spanduk dari pemda yang mengingatkan pengunjung untuk berbusana sopan dan larangan membuang sampah sembarangan.
Nah, poin yang terakhir ini yang sangat sulit diarahkan kepada para pengunjung di lapangan.
Kurangnya kesadaran kita akan kesehatan lingkungan, menyebabkan gundukan sampah dimana-mana. Berbagai macam sosialisasi yang dilakukan pemerintah sangat minim dampaknya terhadap perilaku masyarakat kita. Tempat sampah yang disediakan kurang dimanfaatkan dan sering dialih fungsikan oleh masyarakat.
Jadi, kapankah kita sadar akan pentingnya kebersihan alam tercinta kita ini?
Kelestarian hutan, keberagaman flora dan fauna serta kekayaan bahari negeri ini adalah pinjaman dari anak cucu kita dan warisan yang dipinjamkan kepada kita yang sifatnya sementara.
Mari bersahabat dengan alam! Agar hijaunya tidak lenyap oleh kegersangan akibat ulah kita.
Sayangilah alam, selamatkan bumi dari sampah dan mari memulainya dari sekarang!
Tulisan ini sebagai bentuk kepedulian dan mengetuk rasa kesadaran kita untuk lebih sadar dalam merawat dan menjaga sumber daya alam yang telah dianugerahkan tuhan kepada kita sebagai penduduk bumi.
Kalau bukan kita yang menjaganya, lalu siapa lagi?
Demi kelangsungan hidup anak cucu kita nanti.
pertamaxxx
Semoga menjadi inspirasi @fajrieffendi
Good Work @zakiah
Thank you @foarsyad