BATAS
BATAS
Untuk Adikku (alm.)
“Cemara menderai sampai jauh
terasa hari akan jadi malam”
[Chairil Anwar, 1922-1949]
I.
Semakin larut, kenangan bertaut
di dinding putih
lantai bersih
langit-langit kamar
jendela
pintu
ranjang
mengeriap, semua yang pernah tersingkap
tahu ada yang belum lengkap
tak lengkap:
kau, ibu, bapak, masa kanak
rumah, pelukan, sawah, belaian tangan
halaman, tanah lapang, pekarangan, pohon ketapang
kelereng, layang-layang, gambreng, ular-ularan
sekolah, guru, sejarah, ilmu nahwu
tatap mata, kisah cinta, remaja, tamasya
dewasa, senggama, anak, bapak
senyum, tangis, murung, sinis
namun detik demi detik
membisik, mematok batas
saat berkemas
tahu ada yang harus lepas
menjauh meluruh mengabur melebur membuyar memudar menghilang
II.
Sebuah batas
lebih tajam dari cadas
sebuah diam
lebih kelam dari kuburan
pelan-pelan menyerap, menghisap
seperti Tuhan
seperti pohon beringin besar
di pekarangan rumah
kampung halaman
akarnya besar menjalar
mencengkeram tanah sejengkal
menyedot humus rerumputan
dan terpaksa kita menyerah:
sesuatu telah pecah
sebuah wajah, menjadi tanah
lalu pada nisan kembar
setelah kembang ditaburkan
setelah doa penghabisan
dikepakkan
hanya tinggal kesal
juga sesal:
hidup hanya gelembung tanggal
membesar, membesar lalu hilang
hidup hanya pendaran air kolam
membesar-membesar lalu datar
menghilang.
III.
Mungkin hanya perlu riang
setelah tanah digundukkan
dan pulang
sambil diam-diam, kita rahasiakan kenangan
(layang-layang, tanah lapang, ular-ularan, pohon ketapang
pelukan, belaian tangan, tatapan, tawa ringan)
mungkin
tak perlu menyimpan
cuma menyusur jalan
mengepak ingatan
mungkin tak perlu disimpan
ketika album memudar
catatan menjadi buram
semua ruang
meremang
IV.
Tapi kita terlanjur mencatat
mata telah saling tatap
dan kita jadi punya harap:
sebuah benih menguncup
ria yang menelusup
dalam hidup
sebuah wajah rekah
rumah menjadi cerah
dan kita pun menari
di pekarangan, sawah, belakang rumah
di teras, ruang tamu, loteng
sambil menyangka
itu Matahari
kita punya Matahari
(Original poetry. All rights reserved -- © Zaim Rofiqi)



@zaimrofiqi upvoted this post via @poetsunit!!

Poetsunited - DISCORD - @poetsunited - witness upvote
Ini benar-benar indah! Saya berharap saya memiliki bakat Anda! Sangat kreatif dan kata-kata Anda mengalir dengan baik!
Terimakasih bnyk, dear friend @jennifer78... ☕❤
You are very welcome! I miss seeing you! So much has changed!
Congratulations @zaimrofiqi: this post has been upvoted by @minnowhelpme!!
This is a free upvote bot, part of the project called @steemrepo , made for you by the witness @yanosh01.
Thanks for being here!!