Generasi Jaman Now
Hai steemian...?
Apa yang terlintas dipikiran kalian ketika melihat photo diatas..?
Pasti yang pertama ada dipikiran adalah beberapa orang yang sedang sms atau memegang ponsel.
Yah, inilah "generasi jaman now", tidak melewatkan sedikitpun kesempatan untuk selalu menunduk sambil memainkan jari di layar ponsel. Tidak perduli dimana mereka berada dan siapa saja yang ada disekitarnya.
Terkadang saya sendiri juga sering lalai jika sedang memegang ponsel. Dan pada akhirnya kesal sendiri karena banyak waktu yang terbuang karena sibuk dengan ponsel dan segala fasilitas yang ada didalamnya.
Pernah sesekali saya tidak menggunakan smartphone, dan rasanya memang tenang, seperti tidak ada yang mengusik. Tapi namanya jaman sekarang, tetap saja godaan untuk ingin melihat segala sesuatu melalui media sosial dan smartphone, terutama untuk melihat postingan di steemit (he..he..he..).
Yang paling menyebalkan jika semua keluarga sedang kumpul, walaupun sedang ngobrol bareng, tapi tetap saja mata dan jari tidak lepas dari smartphone.
Kalau sedang berjauhan, semua bilang kangen dan ingin beremu. Tapi ketika sudah bertemu satu sama lain, entah kenapa smartphone tetap tidak bisa di tinggalkan sejenak agar bisa fokus berbincang bersama. Atau bisa jadi semua berkumpul didalam satu ruangan, tapi semua sibuk dengan ponsel masing-masing.
Seperti yang dikutip dari sumber
Ustadz Wijayanto
"HIDUP TAPI MATI"
Bertamu, main HP…
Ngaji, main HP…
Terima tamu, main HP…
Bekerja, main HP…
Belajar, main HP…
Sambil makan, main HP…
Di tengah keluarga, main HP…
Kiamatlah duniamu tanpa HP…
Kadang terlihat dua orang saling duduk berhadapan, tidak berbicara sama sekali, karena salah satu atau keduanya sibuk main HP.
Kalaupun harus bicara akhirnya tidak nyambung dan muncul sikap tidak lagi peduli.
Punya masalahpun bukan lagi mendatangi keluarga yang dekat, tetapi membahas di sosmed rasanya lebih 'afdhal'.
Manusia menjadi 'ada tapi tiada'sahabat..
Jasad - jasad yang telah menjadi zombie berkeliaran.
Hidupnya hanya seputar dunia dalam ponselnya.
Basahnya embun pagi…
Hangatnya matahari pagi…
Jabat erat tangan sahabat telah hilang dan diganti dengan gambar - gambar mati pada ponsel…
Gerak petualangan akan hebatnya bumi juga sudah diganti hanya dengan gerakan telunjuk dan jempol..
Hidup dalam kematian itu adalah keniscayaan, tapi mati dalam kehidupan itu pilihan.
Maka bangunlah, hiduplah sebagaimana manusia itu hidup.
Saat suami/istri datang, simpan HPmu !
Saat anak bercerita, simpan HPmu !
Saat ibu bapak bicara, simpan HPmu !
Saat tamu berkunjung, simpan HPmu !
Saat rumah bau berantakan, simpan HPmu
Perhatikan duniamu dengan seksama
Sebab nikmat Ilahi ada di sana.
Hiduplah !!
Engkau belum mati,, tapi sudah bertingkah seperti mayat.
Saya bukan pakarnya untuk membahas masalah ini. Tapi saya sendiri merasakan bagaimana suasana yang kaku, tidak ada keceriaan pada saat semua sibuk dengan ponsel. Tidak ada kehangatan, tidak ada komunikasi, dan seperti nya semua memiliki dunia masing-masing.
Sangat berbeda dengan Jaman dulu, dimana seluruh anggota keluarga biasa menghabiskan waktu bersama anak-anak untuk saling bercerita dan berbagi keceriaan.
Saya sering protes ke suami saya saat sedang bicara berdua, tiba-tiba ada notifikasi pesan masuk ataupun telepon dari teman-teman suami yang hanya sekedar ingin ngobrol, dan tentu saja obrolan selalu terputus karena sibuk menerima telepon dan juga membalas pesan-pesan yang masuk.
Sekedar mengingatkan, bukan berarti tidak boleh menggunakan dan memanfaatkan kecanggihan teknologi, tapi hendaknya kita bisa menempatkan waktu penggunaan smartphone pada kondisi yang tepat. Jangan sampai mengabaikan silaturahmi, komunikasi dengan orang lain yang ada di sekitar, apalagi dengan anggota keluarga, terutama anak-anak.
Kembali lagi pada fungsi smartphone itu sendiri, yaitu memudahkan kita dalam berkomunikasi jarak jauh, dan juga memudahkan kita mendapatkan dan memberikan informasi dalam urusan pekerjaan, bukan untuk menjadi pribadi yang acuh terhadap sekitar, terutama dengan keluarga dan anak-anak.




Yes I agree