filosof aceh

in #indonesia8 years ago

desain-artistik-rumoh-aceh-tahan-segala-bencana.jpg
FILSAFAT ACEH
Keberatan dalam menghasilkan rangkaian konsep tentang Filsafat Aceh dan pada sesi diskusi tentang ilmu dan peradaban di kampus UIN Ar-Raniry pada bulan februari yang disampaikan oleh Dr.Asna Husein yang mengatakan bahwa;
“Ada perdebatan antara guru besar yang menyaksikan bahwa Islam itu tidak bisa melepaskan diri dari Filsafat barat,dan ada juga yang mengatakan bahwa tingkat orang Islam baru sampai pada tahap pemikir bukan Filosof ,dan lebihnya lagi ada yang mengatakan bahwa kita tidak dapat berkembang pesat karna kita tidak bisa menandingi Filsafat barat,kita tidak dapat memberikan pengaruh bagi mereka melainkan mereka telah memberikan pengaruh dalam islam”
Dari gambaran pada diskusi tersebut hampir mirip pengalaman Carlos ketika mengajar Filsafat di Indonesia dan dia mengajarkan kepada mahasiswanya “Berfilsafat” ketika mampu mengadopsi konsep-konsep dari Yunani dan kerangka konsep dari barat harus menjadi pijakan untuk menafsirkan Khazanah tradisi Filsafat dikawasan non barat. Jadi dalam berfilsafat orang Aceh ada 4 hambatan
“Yang pertama upaya untuk merekonstruksi gagasan atau ide orang Aceh itu belum sampai pada tahapan membangun suatu keilmuan yang kokoh kedua,orang Aceh tidak dapat membangun fondasi metafisika karena tidak adanya tokoh atau intelektual yang diminati di Aceh. Ketiga, hambatan secara konseptual keempat, hambatan terhadap penteorian ilmu-ilmu di Aceh,kondisi tersebut merupakan hal yang sulit bagi siapapun untuk membangun ilmu-ilmu local di Aceh apalagi yang nantinya akan disejajarkan dengan ilmu-ilmu yang sudah mapan seperti yang dilakukan oleh sarjana-sarjana barat”
Biarpun sangat sulit dan banyaknya hambatan tapi bukan berarti berhenti menggali ide-ide Filsafat Aceh karena kemajuan itu pengaruh dari luar apalagi pada Era Modern ditambah lagi dengan karya-karya intelektual dari Aceh. Oleh karena itu kita harus memiliki gerak cara berfikir secara Filosofis di Aceh merupakan suatu hal yang mesti atau harus dilakukan .
Kajian kefilsafatan Islam dan barat pun berbeda dan itu terletak pada semakin Modern sebuah pemikiran maka semakin jauh manusia dengan Tuhan dan sebaliknya, didalam Islam semakin dalam kita dalam berfilsafat maka semakin dekat manusia dengan Tuhan dimana filsafat Islam memiliki kajian filsafat tentang Tuhan, Alam,dan Manusia. Kembali mengenai filsafat Aceh sejauh ini, belum adanya tokoh-tokoh Filosof di Aceh dan juga belum ada konsep filsafat Aceh yang diteliti oleh peneliti, maka perlu digali lagi dari Filsafat Aceh adalah bagaimana membuat sadar masyarakat orang Aceh ditambah lagi juga nilai-nilai etika, Intelektual, religi, alam dan sosial lalu kemudian menyatukan hal itu dengan spirit orang Aceh.sejauh ini pun belum ada proses pembelajaran filsafat Aceh dan lembaga pendidikan Aceh pun belum menawarkan kurikulum itu karena memang dilsafat Aceh belum masuk kedalam pendidikan formal akan tetapi kehidupan orang Aceh pernah masuk kedalam pemikiran filosofis. Dan Filsafat Aceh merupakan kesadaran untuk menemukan jati diri dikalangan orang Aceh untuk membentuk ciri khas dan karakter orang Aceh yang memiliki kesadaran dalam kemajuan berfikir orang Aceh hingga dapat bertahan dalam suatu entitas peradaban Dunia. Dan untuk lebih tau mengenai filsafat aceh maka yang pertama,perlu dilihat kembali tradisi berfikirnya orang aceh dari dulu hingga sekarang. kedua,tidak boleh menafikan adanya pertemuan ilmu dan Ideology orang Aceh dengan sumber-sumber yang ada di luar Aceh. Ketiga,tidak boleh mengabaikan pola pendidikan orang Aceh yang sudah membesarkan diri mereka sendiri. Keempat, tidak mengabaikan pula kemampuan untuk mendeskripsikan keacehan ditengah perkumpulan yang ada di nusantara

Coin Marketplace

STEEM 0.04
TRX 0.32
JST 0.083
BTC 60578.05
ETH 1558.21
USDT 1.00
SBD 0.50