Memancing Rejeki #1
Tidak akan miskin seseorang yang rajin bersedekah.
Mungkin kita sering mendengar ungkapan ini, tapi sangat sedikit orang yang kritis untuk menguji ini, betul apa tidak.
Sedekah adalah salah satu cara untuk mengetuk pintu langit, bahwa apa yang sudah dengan ikhlas kita sedekahkan, akan dibalas berkali lipat oleh yang Maha Kuasa. Sehingga orang yang rutin sedekah, akan dijauhkan dari segala kesulitan hidup.
Al-Hadid 57:18
إِنَّ ٱلْمُصَّدِّقِينَ وَٱلْمُصَّدِّقَٰتِ وَأَقْرَضُوا۟ ٱللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا يُضَٰعَفُ لَهُمْ وَلَهُمْ أَجْرٌ كَرِيمٌ
Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah dengan pinjaman yang baik, akan dilipatgandakan (balasannya) bagi mereka; dan mereka akan mendapat pahala yang mulia.
Ayat diatas dengan jelas mengemukakan bahwa sedekah kita akan dilipat gandakan. Ini adalah janji Tuhan sang maha pencipta. Tapi banyak yang ragu dan kikir untuk melaksanakannya. Dikiranya hartanya akan berkurang, malah sebaliknya akan dilipat gandakan.
Pertanyaan yang patut kita jawab sekarang adalah, Kapan terakhir kali kita bersedekah..???
Banyak yang tidak mengetahui atau bahkan sudah tau tapi tidak mengamalkan, bahwa bersedekah adalah jenis investasi yang paling baik dunia dan akhirat.
الْمَاهِرُ بِالْقُرْآنِ مَعَ السَّفَرَةِ الْكِرَامِ الْبَرَرَةِ وَالَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَيَتَتَعْتَعُ فِيهِ وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌّ لَهُ أَجْرَانِ
Orang yang Mahir membaca Al-Quran akan bersama para Malaikat yang Mulia, sedangkan orang yang membaca (Al-Quran) dengan terbata-bata dan mengalami kesulitan dalam membacanya, maka dia akan mendapatkan dua pahala.
[HR. Muslim dalam Shahihnya dari `Aisyah Radhiyallahu ‘anha]
Dari Abdullah bin Amr radhiyallahu ta’ala ‘anhu, bahwa Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
بَلِّغُوا عَنِّى وَلَوْ آيَةً
“Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat”
(HR. Bukhari)

