SANDIWARA WARTAWAN ISTANA

in #aceh8 years ago

Anda pasti sudah tau bagaimana ketatnya pengamanan seorang Presiden, meskipun pengamanan terhadap Presiden republik Indonesia, Jokowi termasuk yang sedikit longgar, namun terkadang ada kondisi yang sulit bagi para pemburu berita untuk menangkap moment - moment penting sang Presiden.

Seorang jurnalis terkadang perlu taktik untuk melupuhkan kesangaran pasukan berbatik yang mengelilingi pak de, nyali tentunya anda juga harus punya, maklum om - om ini berbadan tegap, sangar dan bersenjata lengkap.

Moment yang sulit dan mendapat penjagaan ketat seperti yang saya ceritakan diatas, saya alami saat Presiden Jokowi mengunjungi beberapa korban Pidie Jaya yang sedang mendapat perawatan dirumah sakit umum Zainal Abidin Banda Aceh, beberapa pemburu berita telah berkumpul satu jam sebelum Presiden tiba.

Beberapa pria berbatik lalu lalang disekitar lokasi rumah sakit, beberapa menit sebelum tibanya presiden pasukan berbatik ini langsung merapatkan barisan, area gerak jurnalis dan masyarakat mulai dibatasi.

Begitu orang nomor satu ini tiba, barisan semakin rapat, seperti susunan pagar bambu di depan rumah, seekor kambing kurus pun akan sulit menerobos masuk kedalam. Pak de berlalu begitu cepat sambil menebar seyum. Bagi juru foto mungkin hanya berhasil mengabadikan 5 - 10 frame foto, yang bisa dipakek mungkin tak ada satupun, apa lagi abang - abang videografer mungkin gambar bagusnya hanya beberapa second, pak de telah menghilang memasuki ruangan perawatan di rumah sakit.

Para jurnalis dilarang mengikuti gerak Presiden, padahal moment ini moment yang paling penting untuk diliput "Presiden menjeguk korban gempa", saya bersama beberapa juru foto dan videografer mulai resah, membayangkan frame harunya para korban saat bertemu dengan orang penting sekaliber Presiden.

"Sampai disini saja jangan maju lagi, ujar seseorang keamanan", ya yang namanya jurnalis pasti sedikit bandel di anatara dua pilihan, dimarahi om - om berbatik atau dimarahi koorlip liputan, jadi ya pura - pura bodoh dan tuli, sambil terus merangsek maju dikit demi sedikit, hingga bentakan yang lebih sangar terdengar" tahan - tahan mereka jangan kasih lewat, disini kamu jaga" sambil mengarahkan pasukan lainnya untuk menahan kami, hingga beberapa rekan - rekan lain berlarian mencari peluang lain agar misak menerobos masuk, saya pasrah bertahan diposisi semula.

Hingga tiba - tiba ada suara yang mengilhami saya untuk berkreasi dan bersandiwara muncul, "Yang wartawan istana disilakan masuk, wartawan istana tolong diarahkan", bisik - bisik seorang om - om yang terdengar via HT sesama pasukan keamanan. Sandiwarapun dimulai, dengan dialeg rada - rada gaul, "Gue - gue rombongan istana ne, gimana mau masuk" teriak ku, sambil mengangkat id dan camera, seorang om - om berbatik pun mengarah ke saya, "Wartawan istana? iya, cepat - cepat masuk, baru beberapa langkah saya berlari saya dicegat om - om berbatik lain, "wartawan istana kok pakek sendal? baru dari kamar mandi" jawab ku, hingga seorang menteri yang ikut rombongan yang juga akan masuk keruangan tempat presiden menjenguk korban gempa dirawat, berujar " Sudah gak apa - apa masuk aja" saya pun diizinkan masuk.

Didalam ruangan telah ada beberapa journalis istana yang bertugas di istana sedang mendengarkan intruksi dari komanda pengamanan untuk meliput dengan hati - hati dan tidak ribut, sebab ada beberapa pasien yang sedang tidur.

Alhasil sandiwara saya sukses menjadi wartawan istana.

Sequence 01.Still002.jpg

http://news.liputan6.com/read/2673758/cerita-nailul-amna-korban-gempa-aceh-saat-dijenguk-jokowi?source=search

http://news.liputan6.com/read/2673635/presiden-kunjungi-korban-gempa-di-banda-aceh?source=search

Coin Marketplace

STEEM 0.05
TRX 0.32
JST 0.082
BTC 62816.13
ETH 1674.13
USDT 1.00
SBD 0.41