Komponis Ismail Marzuki Kembali

in #story8 years ago

IMG_20180215_231814.jpg
foto oleh @willyana menggunakan kamera HP Hisense
Steemian semua jangan kaget dengan judul tulisan saya di atas. Sebelum saya menjelaskan tentang judul tulisan saya itu, saya akan berbagi tentang kasak - kusuk kepulangannya tersebut.

Pusat Kesenian Jakarta yang lebih populer dengan sebutan Taman Ismail Marzuki (TIM) diresmikan oleh Gubernur Pemerintah Daerah Provinsi DKI Jakarta yaitu Jendral Marinir Ali Sadikin, pada tanggal 10 November 1968.

Sejak berdiri hingga sekarang, TIM menjadi ruang ekspresi seniman yang menyajikan karya - karya inovatif. Pertunjukan eksperimen, atau karya seni yang sarat dengan dunia ide.

Ismail Marzuki sendiri adalah seorang Musisi Betawi. Yang lahir di Kwitang, Senin, Batavia, pada tanggal 11 Mei 1914. Kemudian beliau meninggal di Kampung Bali, Tanah Abang, Jakarta, pada tanggal 25 Mei 1958 dalam usia 44 tahun. Nah untuk mengapresiasi karya dan semua dedikasinya di bidang kesenian dipakailah nama beliau di tempat Pusat Kesenian Jakarta itu dan nama beliau dipakai hingga sekarang dengan sebutan Taman Ismail Marzuki.

Tidak hanya itu saja, Taman Ismail Marzuki juga memiliki Landmark (penanda, tengara) yaitu Patung Dada Bapak Ismail Marzuki sendiri. Yang dibuat oleh Arsono pada tahun 1984. Patung yang diberi tanda IM dibagian depan dan nama Arseno dan tahun 1984 di bagian belakang. Dibuat atas pesanan Bang Ali Sadikin, pada saat dirinya menjadi Pengurus Dewan Kesenian Jakarta Komite Seni Rupa. Awalnya patung tersebut dibuat dari tanah liat, kemudian dicetak Perunggu oleh Iqnatinus Gardono Yogyakarta . Dan Bang Ali Sadikin sendirilah yang menginginkan patung itu berada di depan PKJ TIM. Juga merupakan Icon TIM yang sudah berumur 34 tahun.

Kenapa saya bilang kalau Komponis Ismail Marzuki Kembali ?
Tentu saja bukan orangnya yang kembali pulang, tapi Patung Dada yang saya jelaskan di atas itu.

Pada tanggal 10 Oktober 2017 Patung tersebut dipindah paksa oleh pengelolah PKJ TIM. Ke depan Teater Besar. Tidak ada yang tahu alasan kenapa dipindahkan. Hingga menyebabkan perdebatan dari berbagai pihak. Dan pastinya dari pihak keluarga pembuat Patung tersebut yaitu Bapak Arsono. Dan ini sempat menyebabkan polemik juga di PKJ TIM sendiri. Nah belakangan diketahui pemindahan Patung Dada Ismail Marzuki ke situ adalah bagian dari penataan Plaza yang akan diresmikan Gubernur DKI Djarot Syaiful Hidayat sebelum serah terima dengan Anies Baswedan. Itu menurut saksi mata cak Kacung seorang pemain teater asal Surabaya yang "bermarkas" di TIM tersebut.

IMG_20180214_154123.jpg

Setelah melewati beberapa pertemuan antara pihak pembuat Patung yaitu bapak Arseno dengan pengelolah PKJ TIM juga Gubernur DKI Jakarta Bapak Anies Baswedan. Akhirnya kini Iconnya PKJ TIM sudah kembali ke rumah asalnya. Pada tanggal 14 Februari 2018. Dan pada saat proses pemasangan Patung itu kebetulan saya @willyana sedang berada di sana bersama bang @musismail untuk prepare pertemuan dengan Steemian Komunitas Steemit Chapter Jakarta pada malamnya. Lalu saya tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. Dan saya langsung mengabadikan proses tersebut dengan memotretnya.

Selamat kembali pulang untuk Icon TIM. Semoga tidak akan ada lagi yang akan mengganggu ketenangannya di rumah aslinya. Sebab sejarah itu nilainya tidak terganti oleh apapun juga. Tugas kita semua untuk tetap menjaganya agar tidak tergusur, punah, dan hilang ditelan zaman.

Depok, 16 Februari 2018.
Salam damai dan sukses untuk kita semua.
Willy Ana | @willyana

Sort:  

Very Weldon Indonesia post

Alhamdulillah. Sudah kembali ke titiknya....

Informatif sekali

Coin Marketplace

STEEM 0.04
TRX 0.33
JST 0.092
BTC 63220.79
ETH 1775.69
USDT 1.00
SBD 0.39