Kemarahan Nambi
Kemarahan Nambi
Akhirnya Patih Nambi memberontak terhadap Raja Jayanegara. Nambi sudah lama dijadikan target operasi kelicikan Dyah Halayudha. Semenjak Raja Wijaya berkuasa Halayudha ingin menyingkirkan Nambi, tetapi selalu gagal. Saat Jayanegara berkuasa maka kesempatan emas bagi Halayudha terbuka lebar untuk melenyapkan Nambi.
Nambi bukanlah sosok penjilat, sabar, cerdas, tidak mudah emosi serta tidak haus kekuasaan. Dia pernah menolak pengangkatan dirinya menjadi patih, karena menganggap Ranggalawe paling berhak untuk posisi terhormat itu.
Pada saat, meninggalnya Arya Pranaraja atau Mpu Sina, ayahhanda dari Patih Nambi (salah seorang yang berjasa atas lahirnya Majapahit). Maka Nambi mengambil cuti, guna kembali ke Lumajang (Kabupaten Lumajang sekarang). Lantaran meninggal ayahhandanya Nambi meninggalkan kerajaan Majapahit untuk sementara.
Ketiadaan Nambi di istana dimamfaatkam oleh Halayudha. Ditambah lagi Jayanegara meminta Halayudha untuk menjumpai Nambi di Lumajang dan mengucapkan bela sungkawa atas kematian Arya Pranaraja. Kesemapatan ini tidak di sia-siakan oleh Halayudha, untuk menjalankan misi liciknya serta memutar balik fakta akan titah sang raja.
Halayudha meminta Nambi memperpanjang cutinya di Lumajang, Patih Nambi termakan hasutan Halayudha serta bersedia memperpanjang cutinya.
Perpanjangan cuti Nambi, dilaporkan oleh Halayudha sebagai strategi pemberontakan yang sedang dirancang di Lumajang. Jayanegara marah dan memberi titah untuk menumpas Nambi dan pengikutnya.
Inilah yang disebut puncuk dicinta, ulam pun tiba. Dyah Halayudha menyiapkan perang dan menyerang Nambi, walau pada saat itu Nambi sedang berduka karena meninggal orang tuanya.
Karena mau diserang, Nambi pun menyiapkan pasukan, layaknya seorang ksatria, Nambi tidak menerima harga dirinya diinjak dan dilecehkan. Disebakan karena kalah jumlah pasukan, serta Halayudha dibantu oleh pendekar bayaran akhirnya Nambi meninggal demi mempertahankan harga dirinya.
Kematian Nambi menjadi jalan tol bagi Halayudha untuk berkuasa. Raja Jayanegara kemudian mengangkatnya menjadi patih yang baru di Majapahit.
Apa yang bisa kita petik dari cerita ini?
Dalam hidup, kita tinggal memilih menjadi Nambi yang jujur, tidak culas dan licik atau Halayudha yang selalu menebar kebusukan di mana-mana.
Kemarahan Nambi, adalah sikap ksatria. Saat membaca cerita ini, saya kembali teringat sayup-sayup kata-kata guru saya @hasanuddin waktu kami masih sama-sama di dayah dulu. Guru kami dulu berkata; manusia memiliki tiga kekuatan: Pertama, kekuatan syahwiyah (keinginan syahwat); Kedua, kekuatan akliyah (kemampuan akal); Ketiga, kekuatan 'azabiyah (kemampuan marah).
Saat Nambi marah, pastinya kemampuan marahnya meningkat dan ini sesuatu yang tidak bisa dihindari dari kosekuensi sifat manusianya.

Salam dari Nanggroe Steemit Community (NSC).
Nisam Antara 25 November 2017


Review kembali surah awai, ternyata masuk sremeet juga...😃🤣🤣
Nyan surah di dayah dilee, menyoe na yang kureung teupat gure peu beutoi. Saleum takzem loen keu tgk Hasan.
Mantrappppp
Itulah pandangan yang coba saya cerna dari cerita tersebut. Terima kasih telah hadir di komentar saya.
Sama2 brother.. terus berkarya..
Insya Allah. Terus sama-sama kita berkarya bang.
Siippzz bg..
cerita ini baru kali ini saya baca, saya masih bingun dengan cerita ini
@syehlah, saya juga belum mampu bercerita dengan lengkap terkait kemarahan Nambi. Kalau dicoba browsing di google untuk lebih menyeluruh, saya nyakin kebingungan syehlah akan hilang.
hehe Insya Allah akan saya brosing aduen, supaya bek le bingung
Pilihan yang tepat bang.
Yang jelas syahwiyah akan merugikan diri kita sendiri suatu saat, karena kekuatan syahwat bisa saja mengalahkan akal sehat kita, bahkan ilmu agama yang bercampur baur dapat dikalahkan oleh Syahwat @usmanosama... hindari syahwiyah biarkan Allah yang menentukan baik buruknya. Tidak selamanya syahwiyah akan berhasil... hehehe...
Syahwiyah ini perlu dikontrol dengan hati sepertinya @safwaninisam. Bila meningkat puasa jalan yang bisa kita pilih. Menahan agar tidak menjadi nuklir. Hehehe
Nice pos
Terima kasih.
Ya bg...
Congratulations @usmanosama! You have completed some achievement on Steemit and have been rewarded with new badge(s) :
Click on any badge to view your own Board of Honor on SteemitBoard.
For more information about SteemitBoard, click here
If you no longer want to receive notifications, reply to this comment with the word
STOP