Budaya Aceh Dalam Perkawinan

in #culture8 years ago

IMG_20171224_132132.jpg

Adat dan budaya merupakan suatu ciri khas bangsa dan negara. Adat merupakan suatau norma dan kebiasaan yang sering dilakukan disuatu daerah atau sering dilakukan oleh sebagian kelompok masyarakat. Budaya merupakan suatu cara atau pola hidup masyarakat yang berkembang dari hasil peninggalan orang terdahulu dan dikembangkan oleh generasi baru seuai dengan perkembangan zaman. Adat dan budaya disuatu daerah akan berbeda beda karena indonesia memiliki berbagai keragaman budaya pada umumnya. Khusus di Aceh pada saat ingin melakukan acara pernikahan (meukawen dalam Basa Aceh) akan dilakukan dengan berbagai persiapan untuk menunjang terlaksananya dan untuk menyukseskannya acara tersebut, mulai dari persiapan membangun pelaminan dan selanjutnya dihiasi dengan berbagai kain dengan kombinasi warna yang berbeda dan dilapisi dengan bordiran dengan motif khas Aceh yang menunjukkan bahwa acara tersebut merupakan dua pasangan mempelai dari orang Aceh, mempelai pria menggunakan pakaian khas adat dengan topi khas Aceh (Tupi Meukeutuep dalam Bahasa Aceh) dan mempelai wanita juga menggunakan pakaian khas adat dengan menggunakan konde dibagian atas kepalanya dengan kombinasi berbagai jenis bunga dipasang diatas konde (Boh Langgoi dalam Bahasa Aceh).

IMG_20171224_132844.jpg

Para tamu undangan kebiasaannya membawa kado sebagai bentuk terimakasih kepada pihak keluarga yang sudah mengundang dirinya untuk menghadiri acara tersebut, kado tersebut dibungkus dan dilapisi dengan hiasan berbagai motif penutup sehingga isinya tidak bisa ditebak oleh tamu yang lain, ada berbagai bentuk kemasan mulai dari yang kecil dan ada juga kado yang besar.

IMG_20171224_132513.jpg

Kepada para tamu undangan ada dipersiapkan makanan untuk disajikan yang diatur oleh sebagian kelompok famili dan sanak keluarga, ada juga disediakan makanan ringan selesai makan berupa pisang, tape khas buatan famili, putu bambu dan juga sup nasi ketan (Kuah Tehe dalam Bahasa Aceh). Kepada para tamu undangan dipersilahkan pada tempat yang telah disediakan karena tamu dipisah antara tamu perempuan dan tamu laki-laki.

IMG_20171224_132532.jpg

Para tamu laki-laki juga menyajikan makanan yang sudah disediakan oleh pihak keluarga dengan nyaman karena jauh dari bisingan kaum perempuan (Kaum perempuan biasanya didaerah Aceh bising misal sudah jumpa sesama perempuan) ada saja ceritanya. Tamu laki-laki menyajikan makanan dengan nyaman dan sedikit omongan sesama tamu bila jumpa sama kawan yang lama tidak pernah jumpa.

IMG_20171224_132501.jpg

Setelah selesai makan, kepada para tamu undangan juga disediakan kopi khas Aceh (Kupi Sareng dalam Bahasa Aceh) untuk disajikan sambil duduk dan ngobrol-ngobrol sesama tamu dan kerabat yang jumpa dalam acara tersebut, tamu undangan menyajikan kopi sambil mendengarkan lantunan lagu-lagu Islami khas Aceh dan juga mendengarkan pantun-pantun (Meu Ca'e dalam Bahasa Aceh) antara satu pihak dengan pihak kedua.

IMG_20171224_132312.jpg

Pantun-pantun yang diucapkan juga dalam bahasa Aceh diiringi nada suara dan irama-irama sesuai dengan pantun, sambil ucapan pantun juga diiringi dengan suara rapai yang beralun-alun sehingga para tamu undangan dengan nyaman dan terhibur sambil menikmati kopi.
Segala fasilitas dan konsumsi, pihak masyarakat setempat juga bisa menikmatinya...

Sort:  

meukawen aju meu 4 boh,,,,hahahah

Ehehehe...
Rencana meunan sit bg...

Coin Marketplace

STEEM 0.04
TRX 0.32
JST 0.077
BTC 63686.31
ETH 1660.93
USDT 1.00
SBD 0.42