Sandiwara dalam Kerajaan
Keseharianya hanya menghabiskan waktu di warung tuak, bukan tak bekerja karena tak ada pekerjaan tetap baginya, namun tetap bekerja. Menulis adalah hobinya mengembara kesukaannya. Orang-orang menyebutnya dengan nama Pepeng singkatan dari pemuda pengembara.
Suatu sore, seperti hari-hari biasa Pepeng datang ke warung tempat biasanya ia minum tuak bersama sahabat-sahabatnya. Tuak adalah minuman khas Negeri kerajaan orange. Menurut cerita tuak telah menjadi salah satu hasil komuditi penghasilan rakyat dan kerajaan. Tuak kerajaan orange telah di kenal di belahan dunia.
Disebuah meja antara tengah sudut depan warung telah duduk dua sahabat lamanya.
Langsung saja Pepeng menyapa dan duduk di samping mereka. Mereka ternyata sedang membicarakan tentang kerajaan, idialisme dan profesionalisme. Demikian yang ditangkap Pepeng dari pembicaraan mereka.
Pembangkang kerajaan tak selamanya idialis, kata endos sambil menatap ke arah Harfon yang sekarang bekerja di kerajaan orange, Harfon orang kepercayaan raja sekaligus menjadi pengawalnya Ia telah bekerja di kerajaan semenjak kerajaan orange dikuasai oleh kerajaan merah. Namun dalam peperangan merebut tahta, kerajaan merah kalah dan harus tunduk kepada kerajaan orange. Walau kerajaan merah kalah namun beberapa para menteri dan pengawal raja pada masa kekuasaan kerajaan merah masih bekerja di kerajaan orange. Walau satu demi satu para menteri kerajaan diganti dengan orang-yang raja tunjuk, Demikian kira-kira.
Dalam kerajaan semua peran harus dimainkan. ujar Endos dengan nada mengajarkan Harfon. Endos lebih berpengalaman dalam istilah kerajaan. Karena endos seorang pembela orang-orang bersalah di pengadilan kerajaan. Tak jarang juga ia menang di pengadilan kerajaan. Bahkan ia mampu memenangkan pengusaha yang menjarah hasil alam dalam wilayah kekuasaan kerajaan di pengadilan kerajaan.
Yang penting cara memainkan dan cara olah dalam kerajaan, idialis itu perlu, tapi apa yang bisa dijadikan koin mainkan saja. Kata Endos. "Dimana Koin merupakan mata uang kerajaan".
Saya berteman juga dengan orang-orang idialis yang suka mengkritik dan membangkang kerajaan dan orang-orang yang bekerja di kerajaan seperti dirimu, tujuan saya untuk mendapatkan dukumen kerajaan dan kumainkan jadi sebuah kasus selanjutnya aku jadi pembela. Nah jika demikian dalam membela orang yang dinyatakan bersalah sangat gampang bagiku. Karena semua dokumen ada padaku. Ujar Endos Setengah berbisik sambil melihat kiri kanan.
Pepeng hanya mengangguk-angguk dan tersenyum seolah ia baru mengerti. Pepeng salah seorang yang kritis terhadap kerajaan. Tapi bukan pembangkang yang berakhir anarkis. ia mengkritik dalam bentuk karya tulisan-tulisannya.
Endos melanjutkan, tak jarang juga orang-orang berwatak idialis kusulap jadi dualisme dan tunduk padaku karena nenurutku orang-orang pembangkang semua karena lapar dan akan anarkis ketika kurang logistik. Untuk itu koin jadi penawar bagi mereka.demikian menurut Endos.
Tak berdeda cerita di kisahkan Harfon dengan membenarkan pernyataan Endos. Setiap menteri kerajaan yang diganti oleh sang Raja semua membawa orang kiri dan kanan setidaknya ada10 orang. Kata Harfon.
Ketika itu Pepeng tak begitu mengerti maksut Harfon. Tapi harfon menjelaskan kembali. Orang yang dibawa menteri untuk di pekerjakan sebagai Pengawal Raja, Pengawal Ratu dan juga Pangeran. Biasanya orang yang dibawa oleh Menteri untuk juga orang-orang yang dulu kritis atau pembangkang kerajaan. Begitu cerita Harfon.
"Oooh mungkin orang-orang yang dibawa itu tekah di racun sama koin". Demikian kata dalam hati Pepeng.
Konon di Negeri kerajaan orange banyak pegangguran, Bekerja di kerajaan jadi peringkat pertama atau pekerjaan yang paling didambakan oleh penduduk negeri.
Bayangkan jika ada lebih dari 50 menteri dalam kerajaan dan masing masing membawa 10 orang. Sedangkan koin upah mengawal Raja sangat terbatas sehingga hak kami yang telah lama bekerja di kurangi dan dibagi sama rata. Cerita harfon dengan nada kecewa.
Nah, jika berharap pada upah hanya sedikit koin yang kau dapat kapan kau bisa kaya?? Tanya Endos pada Harfon. Makanya Cari celah dan mainkan!. Ajar Endos.
Entah apa yang mau dimainkan mereka Pepeng tak begitu mengerti. Pepeng juga enggan bertanya lebih jauh karena mereka bercerita berlogat rahasia. Dan Pepeng juga tak ambil pusing karena Pepeng tahu Semua Sandiwara dimainkan dalam kerajaan yang pernah dikuasai oleh kerajaan Merah itu.
Sebagian penduduk Negeri juga tahu akan sandiwara yang dimainkan para penguasa kerajaan. Konon sudah menjadi rahasia umum. Tak heran orang-orang penguasa dan pekerja di Kerajaan semua hidup dalam kemewahan. Sedangkan rakuatnya hidup dalam kelaparan. Ironis memang, tapi itulah kenyataan yang terjadi di kerajaan Orange. Raja boleh saja berganti tapi sandiwara tetap berjalan. Karena orang-orang diperdaya oleh harta dan tahta.
Petani tetap jadi petani, pelaut juga tetap dengan perahunya, Pepeng juga tetap menjadi Pemuda Pengembara yang selalu membawa penanya.

Semoga pepeng tidak terjebak dalam sandiwara kerajaan
Pembakang lebih mulia dari pada penjilat
Hehe
Mengutip kata bijak dari orang bijak
Hahahah... ya bang... pepeng tetap jadi pengembara bang @zulfikark-kirbi
Congratulations! This post has been upvoted from the communal account, @minnowsupport, by tompi from the Minnow Support Project. It's a witness project run by aggroed, ausbitbank, teamsteem, theprophet0, someguy123, neoxian, followbtcnews, and netuoso. The goal is to help Steemit grow by supporting Minnows. Please find us at the Peace, Abundance, and Liberty Network (PALnet) Discord Channel. It's a completely public and open space to all members of the Steemit community who voluntarily choose to be there.
If you would like to delegate to the Minnow Support Project you can do so by clicking on the following links: 50SP, 100SP, 250SP, 500SP, 1000SP, 5000SP.
Be sure to leave at least 50SP undelegated on your account.