Kejujuran Penulis
Tuan dan Puan Steemians...
Dalam postingan kali ini kita akan mencoba menyinggung tentang kejujuran. Terkait definisi "jujur" bisa Tuan dan Puan pelajari sendiri melalui berbagai buku atau bacaan lainnya.
Kita semua yakin tidak ada satu agama pun yang mengajarkan pengikutnya untuk berbohong. Sebab kebohongan adalah kejahatan, tidak saja dalam ajaran agama, tapi juga dalam "kemanusiaan" itu sendiri.
Akal dan agama menuntut kita untuk jujur, tidak hanya kepada orang lain, tapi juga bagi diri sendiri. Singkatnya, "kesalehan" tanpa kejujuran adalah bohong.
Kejujuran harus masuk dan hadir ke dalam setiap lini kehidupan. Artinya, setiap gerak aktivitas yang kita lakoni harus disertai oleh kejujuran. Sebab kejujuran adalah "pengawal."
Sebagaimana aktivitas lainnya, seorang penulis juga dituntut untuk jujur, dan bahkan wajib. Kejujuranlah yang kemudian melahirkan tulisan-tulisan bermakna, bukan omong kosong.
Aneuk dara @tinmiswary
Ada beberapa kejujuran yang mesti dimiliki oleh penulis;
Pertama, kejujuran pesan (materi tulisan). Dalam hal ini, segala pesan yang kita wujudkan dalam tulisan haruslah didasari oleh kejujuran pikir. Artinya, tulisan kita harus mampu mencerminkan isi pikiran yang sebenarnya. Bukan lain di kertas, lain pula di "otak." Singkatnya tidak "plin-plan."
Kedua, kejujuran tujuan. Maksudnya, tulisan-tulisan yang kita hasilkan harus sesuai dengan maksud hati. Artinya, curahan rasa yang kita sampaikan lewat tulisan harus mampu memperjelas kecenderungan sikap, bukan justru bersembunyi di balik kata "bercabang." Singkatnya tidak "munafik," lain di "kertas," lain di hati.
Ketiga, kejujuran sumber. Dalam menulis terkadang kita membutuhkan ucapan atau tulisan orang lain sebagai sumber informasi atau sebagai penguat argumen.
Seorang penulis yang jujur secara sadar akan menghargai ucapan atau tulisan orang lain dengan menyebut sumber dalam tulisannya.
Menyebut sumber dalam menulis bukanlah aib, tapi adalah wujud kejujuran. Sebab kehormatan seorang penulis tidak akan pernah jatuh hanya karena menyebut sumber dalam tulisan-tulisannya. Sebaliknya, ketidakjujuranlah yang akan merusak kewibawaan seorang penulis.
Dengan demikian kita berharap agar para penulis mampu menjaga kejujuran agar tulisan-tulisannya tidak menjadi "bom atom" yang menghancurkan martabat si penulis itu sendiri.
Demikian dulu Tuan dan Puan Steemian, lain waktu disambung kembali...
Kejujuran pangkal kepercayaan. Juga pangkal untuk tetap tegak dalam pergaulan.
Kheun ureung Aceh, sulet keu pangkai, kanjai keu laba
Terimakasih telah membagikan wacana yang baik ini. Banyak memang yang terlupa tentang kejujuran itu dalam penulisan.
Untung saja @steemit selektif tentang aturan penulisan, apalagi mengenai kejujuran kreatif.
Postingan ini semakin menekankan kejujuran yang lebih makro. Terimakasih.
Salam Steemian:
Irman Syah || @mpugondrong
Tengkiyu, steemit belum mampu mengawalnya, sebab itu sama2 kita kawal bang
Siap :)