Aku Sering Lupa #2
Dalam gerak diamku ini, aku menanam sebuah tanda tanya besar, tentang tiadamu dalam minggu-minggu yang kulewati, yang habis dengan sendiri.
Lagi-lagi aku lupa membuka buku harianmu, di dalam kepala sudah terjadi perang besar barangkali, hingga aku sering lupa menepikan hal-hal yang seharusnya kupunya, sebagai peganti dikesepianku, aku sering lupa.
Aku seperti tak ingin lagi jatuh cinta kepada bahasa indah, kepada dunia yang memabukkan, kepada ilusi yang meredamkan, duka duka.
Dimana tempatmu sekarang?
Datanglah bertandang, kembali disini.
aku terbunuh oleh perasaan
aku dikalahkan oleh keadaan
Sebagian bukti kuat, bahwa aku terjebak dalam cinta yang sekarat.
Aku sering lupa, aku sendirian.
(Yuknga:75)
