APAPUN ITU TETAP SEDEKAH

in #indonesia8 years ago (edited)

IMG_20171209_205432.jpg

Pada Pagi ini saya mendapat email dari Yusuf Mansur yang mengisahkan suatu cerita ....

Kisah ini, saya ceritakan juga ke jamaah di Semarang. Datang ke saya, seorang anak muda, pengusaha digital printing. Setelah beliau mendengar beberapa kisah terbaik, beliau rupanya berkenan sedekah. Dengan sedekah terbaik.

Namanya Dodi dari Semarang. Keluarga dari Pemilik Travel Fatimah Zahra Semarang. Anak muda ini kemudian menjadi anak muda hebat, yang mencintai saya karena Allah, dan mencintai sedekah. Pertemuan dengan saya sesungguhnya “kurang menyenangkan” bila imannya cetek, banyak suudzon-nya, dan keselan sama orang.

Di depan bandara Semarang, beliau berhasil menemui saya. Dan that was the beginning...

“Ustadz... Ustadz...” Panggil Dodi.

“Ya, ada apa?”

“Saya pengen sedekah terbaik...” Lanjut Dodi.

Saya menghentikan langkah saya. Koper yang saya tenteng, terhenti juga. Dodi ini kemudian cerita... “Saya punya lima outlet (digital printing kalau tidak salah). Satu yang terbaik, dari lima outlet saya, buat Allah.”

Dodi cerita, yang bakal diberinya adalah yang terbaik. Omset paling bagus. Pelanggan paling loyal. Staf juga paling okeh. Lokasinya? Lokasinya juga paling strategis. Dibanding empat outlet yang lain, yang disedekahin ini, paling yang disayang. Luar biasa. Luar biasa. Dodi bisa mengalahkan egonya. Biasanya kita sedekah receh, sisa, yang paling kecil jumlahnya, yang paling sedikit. Dodi beda. Dia punya lima, justru satu yang terbaik yang disedekahkan. Saya pandangi Dodi, sambil saya isyaratkan saya jalan kembali.

“Dod... Ada ga yang paling jelek, di antara yang lima?”

Dodi menolak, “Loh, jangan Ustadz! Ustadz kan mengajarkan sedekah yang terbaik... Kenapa harus yang paling jelek...?”

Saya melanjutkan, “Tahan yang jelek itu, sedekahin yang empat...”

Saya melihat wajah Dodi yang terbelalak. Dodi yang datang dengan lima outlet. Lalu outlet terbaiknya disedekahin. Eh malah ditanya outlet yang paling jelek. Beliau berpikir beda. Beda dengan saya. Saya malah nantang beliau, gimana kalau yang paling jelek ditahan? Yang empat sedekahin. Ini baru BEDA!!!

Dodi saya lihat hanya mundur sekejap, kemudian tangannya terkepal... Dan dijulurkan ke saya...

“Siap Ustadz...!!! Saya akan rawatin yang paling jelek, sampe bagus. Lalu setelah bagus, saya berikan untuk Allah sekalian!!!”

He he, Subhaanallaah... Luar biasa sekali anak muda ini. Saya pun masuk ke dalam. Melanjutkan terbang ke Jakarta. Alhamdulillah, rupanya Dodi yang saya ceritakan kepada jamaah di Semarang, ada yang kenal. Ya. Dodi yang punya Derajat Celcius Offset. Saya malah kehilangan kontak.

Ternyata Dodi terus mencintai sedekah, bahkan menulis buku saku tentang perjalanan sedekahnya, hingga menghasilkan iman yang lebih bagus ke Allah. Dodi udah ga mikirin lagi bayaran dari Allah. Walau saya suka mengingatkan beliau, bahwa ga baik bila ga ada permintaan ke Allah. Dan saya berbeda pula di soal pengharapan dan keyakinan. Buat saya, berharap kepada Allah adalah satu keutamaan, juga yakin akan janji-Nya.

Wassalam,
@syahruddin

Coin Marketplace

STEEM 0.04
TRX 0.33
JST 0.100
BTC 64802.30
ETH 1880.54
USDT 1.00
SBD 0.38