I became a fighter among children

in LifeStyle5 years ago (edited)

IMG_20210402_022653.jpg(boy my age first)

I still remember in my head about my story before, it happened about 19 years ago when I was only 7 years old, I was a child who was short, bigger than other children. I will tell the story of the fighter only. Because there are many other stories that I cannot summarize.

Like other children, they always spend their days playing, from morning to evening while waiting for the big time to arrive.
In my hometown I play the role of a very naughty child, a child who doesn't feel afraid of other people, but my only weakness is my father, the person I fear until now.

I live in a small village very small far from the city, a beautiful village by the river and surrounded by ravines, a village in a mountain valley, many residents have moved to other places because they have no place to live anymore.

Over generations, this small village still has the same population, not increasing one bit because many have gone to make other settlements due to the lack of housing.

Now far across from the green hill there is a village, a village that was just built by my villagers who moved because of the lack of housing, so the people in that village are no stranger to me because they used to live in my village.

However, when big days such as weddings and Eid celebrations, those who move from the village, return to my village because that is where they were born and in my village their parents and relatives live.

Fight

When the big day arrived, the children from the new settlement came to my village, saw children from the new village roaming around, knowing we were boys who had a fighting spirit, when we met them, we always had fights, because we as hosts didn't like to see them. they roam in my village, the night of the party arrives, we have a fight between the new village children and my village, remember this fight is illegal, not known by adults, only among children my age.
The new village boy sent his best fighter named Tony, my village sent me as his trusted fighter, the naughty kid at that time.

The rules for fighting are very simple, first, only use bare hands and whoever cries the first is declared the loser.
Because we often hold battle contests, that night I cried the first, that night was a long night because I accepted defeat.

That's how it happened years until we were adults, and my opponent named Tony is now married, we really get along until now,
Since enmity is only on the boxing field,
Every time we met him, we always brought up the story and laughed together.
IMG_20210402_022912.jpg(we are now)

(I write in Indonesian in English using a translation)

Masih teringat dikepala tentang cerita aku yang dulu, kejadiannya sekitar 19 tahun yang lalu ketika aku baru berumur 7 tahun, aku seorang anak yang bertubuh pendek, besar dari anak yang lain. Saya akan menceritakan kisah petarung saja Karena masih banyak kisah yang lain yang tidak sanggup aku ringkaskan.

Seperti anak anak lainnya, selalu bermain menghabiskan hari hari dengan bermain, dari pagi hingga sore sambil menunggu waktu besar tiba.

Di kampung halamanku aku perperan sabagai anak yang sangat nakal, anak yang tidak merasa takut dengan orang lain, tetapi hanya satu kelemahan ku yaitu ayahku, orang yang aku takuti hingga saat ini.

Aku tinggal di suatu desa kecil sangat kecil jauh dari kota, desa yang indah di tepi sungai dan di kelilingi jurang, desa yang berada di dalam lembah gunung, banyak warga yang pindah ketempat lain karena tidak mempunyai tempat tinggal lagi.

Seiring bergantian generasi, desa kecil ini masih memiliki penduduk yang sama tidak bertambah sedikit pun karena banyak yang pergi membuat pemukiman lain karena minimnya tempat tinggal.

Sekarang jauh di seberang bukit yang hijau terdapat sebuah desa, desa yang baru di bangun oleh warga desaku yang pindah karena minimnya tempat tinggal, jadi warga di desa itu tidak asing lagi bagiku karena meraka pernah sekampung dengan aku dulu.

Namun pada ketika hari hari besar seperti pesta pernikahan dan lebaran, mereka yang pindah dari desa, kembali ke desaku karena disana tempat kelahiran mereka dan didesaku orang tua dan sanak famili meraka tinggal.

Pertarungan.

Ketika hari besar tiba maka berdatangan lah anak anak dari pemukiman baru ke desaku, melihat anak dari desa baru berkeliaran, maklumlah kami anak laki laki yang mempunyai jiwa petarung, ketika bertemu dengan mereka, kami selalu mengadakan perkelahian, karena kami sebagai tuan rumah tidak suka melihat mereka berkeliaran di desaku, malam pesta pun tiba, kami mengadakan petarungan antara anak desa baru dengan desaku, ingat petarungan ini tidak legal tidak diketahui orang dewasa hanya di kalangan anak anak sebaya saya saja.

Anak desa baru mengutus petarung handalnya yang bernama tony, desaku mengutus aku sebagai petarung kercayaannya, anak yang paling nakal pada waktu itu.

Peraturan perkelahian sangat simple, pertama hanya memakai tangan kosong dan siapa yang paling awal menangis dia dinyatakan kalah.

Karena seringnya kami mengadakan kontes pertarungan, pada malam itu saya yang paling dulu menangis, malam itu terasa malam yang panjang karena menerima kekalahan.

Ketika aku pulang kerumah sekitar Jak 8 malam di marahi oleh ayah ku karena mengetahui pertarunganku, mungkin di beri tahu oleh warga sekitar, malam itu malam yang kelam, menerima malu karena kekalahan dan dimarahi oleh orang tuaku.

Begitulah kejadian bertahun tahun hingga kami dewasa, dan lawanku yang bernama Tony sekarang sudah menikah, kami sangat akur sampai saat ini, Karena permusuhan hanya di lapangan tinju.
Setiap berjumpa dengannya, kami selalu mengungkit kembali cerita dulu dan tertawa bersama.

Sort:  

Hey, welcome on steemit. I'm intrigued by your writing. I wanna add that due to covid, students spend most of their time home and this has caused quarrelsome situations for them. For this, some home tuition service providers enable students to get an education at home. I'm associated with the Jinnah Tutor Academy where students can hire a home tutor in Karachi. Now, having home tuition in Karachi or anywhere else has become much easier with classes being conducted online. It is also fun and super easy for the parents and kids to get educated at home without facing any hassle. Home Tutor in Karachi | Home Tuition in Karachi

Coin Marketplace

STEEM 0.04
TRX 0.33
JST 0.102
BTC 64011.44
ETH 1858.50
USDT 1.00
SBD 0.39