Kepada Tuhan Yang Mana?

in #terorism8 years ago


img source

Indonesia kembali menangis. Rentetan ledakan bom kembali terjadi di Surabaya. Hari ini, di akhir bulan ra'jab jelang ramadhan, tangis kembali pecah di kotanya bu Risma. Aku sendiri bisa membayangkan kondisi kota Surabaya sore ini sedang dalam kondisi mencekam. Semuanya sedang berduka. Kecuali kaum jomblo yang sedikit gembira sebab tak harus melihat orang lain jalan berdua dengan pasangannya. Sebab banyak orang yang memilih menjauh dari area publik, tinimbang ketiban serangan susulan jika ada.

Anjrit, tadinya mau cerita sedih kok akunya malah jadi ga fokes gini ya?

Steemians, bangun tidur tadi aku mendapat kabar dari grup WA soal ledakan bom di Surabaya. Mendapat kabar begitu rupa, aku langsung browsing beritanya. Rupanya itu kejadian pagi tadi, saat aku masih di alam mimpi. Kabarnya ada 11 korban tewas, dan 41 orang luka-lukie. Dua diantaranya, anggota Kepolisian RI. Begitulah pernyataan pak Kabid Humas kantor Polisi. Namanya kamu cari saja sendiri. Kalau terlalu banyak kutulis itu informasi, datang @cheetah pula nanti kesini.

Dari berita yang kubaca di laman viva.co.id, bom pertama sekali meletup di ngagel. Persisnya di gereja Santa Maria Tak Bercela pukul setengah tujuh pagi. Tapi ngomong-ngomong, itu waktunya kaum Kristiani ibadat kan? Ga kebayang gimana ramenya. Selang waktu yang sama dengan satu babak pertandingan sepak bola, bom kembali meledak di GKI Jalan Diponegoro.

Setelah ledakan babang-babang Gegana langsung menyisir beberapa lokasi. Pasukan penjinak-jinak burung merpati, maksudku penjinak bom ini berhasil menemukan satu bom lagi di GKI jalan Diponegoro. Dua bom aktif lainnya di ledakkan di Gereja Pantekosta Jalan Arjuno. Total, ada tiga rumah ibadat yang diguncang bom pagi itu.



img source

Dari hasil scroll-scroll temlen medsos kudapat informasi bahwa pelakunya terekam kamera. Katanya itu adalah perempuan bercadar yang membawa dua orang anak kecil. Kuat dugaan ia adalah bagian dari jaringan terorisme antar negara ISIS. Yang pada akhirnya oleh warganet yang maha pesong dikait-kaitkan dengan Islam.

Teroris, cadar, dan Islam selawit ini memang telah jadi tiga serangkai yang dipersatukan atas nama kepentingan media. Dan hingga kini ketiganya sulit di pisahkan. Dampaknya, jika ada seorang muslimah bercadar maka orang-orang akan mencurigai dia sebagai teroris. Atau jika ada aksi terorisme yang dilakukan oleh wanita bercadar, maka masyarakat dunia serta-merta akan menuding kemuka umat Islam.

Sebagai ummat Islam, aku di ajarkan untuk melakukan shalat ghaib atau minimal mengirim doa jika mendengar kabar saudara yang meninggal dunia. Itu disampaikan oleh teungku mengajiku dulu. Hal itu katanya agar kita mawas diri bahwa kapan saja nyawa dapat berpisah dari raga. Bahwasanya kita hidup di dunia yang fana dan menuju ke akhirat belaka. Dan sore ini, muncul pertanyaan nakal di dalam kepala:

Jika aku berdo'a untuk para korban, harus kutujukan ke Tuhan yang mana?
Tuhan si pelaku serangan atawa Tuhannya si korban?
Keduanya adalah saudara; yang satu se-agama dan satunya lagi sebangsa.


img source

Sort:  

Memang sudah waktunya kongres manusia pertama segera diadakan. Lelah sudah dengan perkara yang seperti ini, terlalu kejam dan jahat.

Iya mba. Kesel juga!

Emang kamu punya berapa tuhan kaka?

Satu aja. Tapi tuhanku bukan tuhannya kaka... Hehe

Bukankah Allah yang menciptakan semua makhluk kaka? Berdoa saja padanya. Sisanya biarkan DIA yang menentukan bagaimana bagaimananya...hehe

Tuhan yang tak tercemar dengan politik.

Apa tuhan berpolitik? Atau kita yang berpolitik dengan tuhan?

Coin Marketplace

STEEM 0.04
TRX 0.33
JST 0.095
BTC 62390.74
ETH 1741.56
USDT 1.00
SBD 0.39