Sepatu dan Sandal Anak
Selamat sore sahabat Steemian, hari ini aku ingin berbagi cerita tentang sandal yang aku beli untuk anak-anakku, Aisyah dan Meta.
Beberapa minggu yang lalu, setelah sepedaku diperbaiki di bengkel, aku bersepeda sambil membonceng anak keduaku Aisyah menuju pasar tradisional Bojonggede, Bogor, propinsi Jawa Barat, Indonesia. Postingan tentang bengkel sepeda sudah pernah aku posting di sini.
Aku ingin membeli sepasang sepatu untuk kebutuhan anak keduaku Aisyah sekolah di TK (Taman Kanak-kanak). Seperti biasa kalau mempunyai "anak kembar" tetapi berbeda umur, aku juga harus membeli sepasang sepatu atau sandal juga untuk Meta anak bungsuku agar dia tidak iri.
Setelah beberapa menit memilih model dan ukuran yang pas untuk kaki anak-anakku, aku membeli sepasang sepatu untuk Aisyah seharga hanya tiga puluh ribu Rupiah dan sepasang sandal untuk Meta seharga hanya dua puluh lima ribu Rupiah. Aku juga membeli sepasang kaus kaki berwarna hitam seharga hanya lima ribu Rupiah untuk melengkapi seragam Pramuka anak pertamaku Zahra.
Aku tidak membeli sepatu untuk Zahra karena dia sudah memiliki dua pasang sepatu yang masih layak untuk dipakai. Aku lebih suka membeli sepatu yang harganya murah namun tetap bagus daripada sepatu mahal karena untuk menghemat anggaran pengeluaran uang belanja. Sepatu dan sandal anak pun hanya dipakai sebentar saja karena kaki anak akan cepat tumbuh besar seiring bertambahnya usia sehingga pasti tidak akan terpakai lagi.
Lihat saja sandal untuk Meta anak bungsuku, karena dia tidak ikut waktu aku membeli sepatu dan sandal, ukurannya pas sekali bahkan hampir sempit, tidak ada kelonggaran di kakinya berarti sandal tersebut mungkin hanya dipakai selama kurang lebih enam bulan saja karena pasti kaki anakku akan tumbuh besar sesuai dengan umurnya.
Itulah sekilas ceritaku tentang sepatu dan sandal untuk anak-anakku. Bagi ibu-ibu sederhana sepertiku berbelanja barang murah meriah di pasar tradisional dan masih bisa ditawar harganya memiliki kepuasan tersendiri. Terima kasih telah meluangkan waktunya untuk membaca postingan sederhana ini, selamat sore.
- English Version :
Good afternoon Steemian friends, today I want to share stories about sandals that I bought for my children, Aisyah and Meta.
A few weeks ago, after my bicycle was repaired in the garage, I rode while riding my second child Aisyah to the traditional market of Bojonggede, Bogor, the province of West Java, Indonesia. I have posted postings about bicycle workshops here.
I want to buy a pair of shoes for the needs of my second child Aisyah school in kindergarten. As usual, if I had "twins" but different ages, I also had to buy a pair of shoes or sandals as well for my youngest child's Meta so she would not be jealous.
After a few minutes choosing the right model and size for my children's feet, I bought a pair of shoes for Aisyah for only thirty thousand Rupiah and a pair of sandals for Meta for only twenty-five thousand Rupiah. I also bought a pair of black socks for just five thousand Rupiah to complete my first daughter Zahra Pramuka (Scout) uniform.
I did not buy shoes for Zahra because her already has two pairs of shoes that are still fit to wear. I prefer to buy shoes that are cheap but still better than expensive shoes because to save budget spending on spending money. Children's shoes and sandals are only used for a while only because the child's legs will grow quickly with age so it will not be used anymore.
Just look at the sandals for Meta my youngest child, because her didn't join when I bought shoes and sandals, the size was right even almost narrow, no leeway on his legs meant the sandals might only be used for about six months because my daughter's feet would grow big according to her age.
That's a glimpse of my story about shoes and sandals for my kids. For simple mothers like me to shop for cheap goods in traditional markets and still bargain the price has its own satisfaction. Thank you for taking the time to read this simple post, good afternoon.

Ada pramukanya. Suka ingat ekstrakurikuler paling saya sukai.
Pengalamn banyk didapt Karenya
Iya mbak @nnaachlam
Kegiatan Pramuka capek tapi seru & melatih kedisiplinan dan kemandirian ya 😊
Awas ketuker teh @santiintan 😀
Kaki kanan & kaki kiri ketuker ya bg @imam03 ? 👣😁
Mau dong dibeliin 😀😀
Posted using Partiko Android
Boleh2 nanti ya kalau mbak @dwiitavita udah punya momongan ✌️😁
Wahhh... Bisa saja 😀😀
Posted using Partiko Android
Sandalnya cantik dek. Pasti anak2 happy ya
Iya kak @nyakti
Alhamdulillah anak2 senang meskipun hanya sandal & sepatu murah 😊
nice Slippers
Thank you @sergey44
Congratulations @santiintan! You have completed the following achievement on Steemit and have been rewarded with new badge(s) :
Click on the badge to view your Board of Honor.
If you no longer want to receive notifications, reply to this comment with the word
STOPTo support your work, I also upvoted your post!
Thank you @steemitboard