Kiat Sukses Menghadapi Hantu

in #indonesia8 years ago (edited)

images.jpeg
Source

Disclaimer: Jika engkau ingin menggunakan hak untuk menerapkan kiat ini, aku akan menghormati sepenuh hati.

Penuh rasa khawatir aku turut bersimpati atas pengalaman perhantuan Bung Edward Kennedy. Meski memiliki interaksi minim dengan hantu, aku bermaksud berbagi kiat yang sangat layak diragukan efektivitasnya. Semoga upaya dan naluri berbagi ini dapat mengikat jalinan kebangsaan berlandaskan IPOLEKSOSBUDHANKAMNAS. Sejujurnya, mengingat minimnya pengalaman bertemu hantu atau penampakan, terbersit ragu saat hendak berbagi. Namun, memberi apa yang ada tiadalah mesti bersambut kewajiban menerima.

Interaksiku dengan hantu biasanya berupa penampakan sekilas-lintas, kelebat bayang dan beberapa kali mungkin cuma pareidolia saja. Pola celah dedaunan di malam hari yang sepintas mirip sosok orang, siluet pohonan atau batu yang juga membentuk figur seperti manusia. Ya... segitu saja.

Sebelumnya kita harus bersepakat dulu mengenai ruang lingkup pemaknaan hantu. Aku menawarkan pembatasan hantu sebagai figur yang mendekati wujud manusia yang tak dapat disentuh, dapat terbang atau melayang, mampu menembus dinding dan merubah wujud seketika. Jadi, Genteut, Genderuwo, Kuntilanak, Kolong Wewe, Tuyul, Pocong (dengan satu 'g'), Jen Apui dan segala bentuk penampakan asing dan tak biasa berlingkup dalam kualifikasi hantu.

Lazimnya, hantu datang tiba-tiba, sekonyong-konyong dan mengejutkan. Penting menginstal kesadaran ini dalam diri untuk menghindarkan tubuh dari kepingsanan. Waspadai setiap penjuru yang mungkin menjadi lokasi kemunculannya.

Jika engkau terkejut, ada baiknya mengucap nama Tuhan sesuai agama masing-masing. Jadi, meski aku menghormati kaum atheis, hingga kini aku belum menemukan solusi sugestif ketika kalian bertatap-wajah dengan para dedemit.

Usah tergesa memutuskan untuk panik dan menampakkan rasa takut di depan hantu. Ingat, panik adalah pilihan, bukan takdir! Engkau mesti tampak PeDe di hadapannya. Lebih bagus lagi jika engkau bereaksi marah, "Hei...! Kau ini bikin kaget orang aja! Kalau aku jantungan macam mana...???!!!"

Intonasi dan mimik marah harus meyakinkan. Tunjukkan sikap egaliter selaku sesama makhluk Illahi jika tak mampu menunjukkan superioritas yang mendominasi. Buktikan pada hantu tersebut jika engkaupun berdaya marah. Ada baiknya kalau kemarahan barengi dengan cubitan atau pukulan ke pangkal lengannya (jika bagian tersebut masih ada, sebagian hantu perform tanpa bagian tubuh lengkap; ini mungkin berkaitan dengan cara mati atau trend yang sedang berkembang di alam mereka). Adegan tersebut harus ditutup dengan tampang bersungut-sungut kesal dan sebal.

Jika terjadi kontak semacam ini, kemungkinan engkau telah membangkitkan rasa segan dalam dirinya. Meski tingkat keberhasilannya tak dapat diukur dengan skala apapun. Engkau harus siap menerima risikonya sendiri.

Namun, jika kesan awalnya sedikit smooth, hantunya datang dengan memberi pertanda berupa suara, aroma atau cahaya di sudut ruangan, pendekatan dan reaksinya juga mesti berbeda. Anggaplah pertemuan dengan hantu serupa pertemuan pertama dengan idola, setelah bertahun-tahun mendengar kiprahnya dari cerita kawan atau film era Suzana.

Upayakan reaksi anda terlihat excited, kalau perlu harcem (harap-harap cemas) dan samasekali tak boleh cemhar (cemas-cemas harap). Sepintas memang terlihat seperti pembolak-balikan kata. Namun tak demikian maknanya. Mimik harap-harap cemas menutupi rasa takut karena ada dua kata 'harap' di dalamnya, sementara cemas-cemas harap menunjukkan rasa takut dan takluk, termaktub dalam dua kata cemas.

Baiklah. Kita tinggalkan si Harap dan si Cemas. Kita kembali fokus kepada si Hantu. Kesan perjumpaan pertama dengan hantu yang smooth, tertib dan bertahap dapat engkau lakukan layaknya bertemu idola. Misal, "Eee... Ini yang namanya hantu, ya... Kemana aja sich...? Koq baru sekarang ketemunya, ya...? Saya udah lama lho kepingin ketemu sama situ. Tapi memang dasar jodoh, pucuk di cinta hantu tiba. Disinilah kita bersua."

Jangan pula engkau terlampau ceriwis memberondongnya terus dengan keramahtamahan. Beri kesempatan si hantu untuk membalas keramahtamahan engkau punya sambutan. Tujuannya, kesan pertama yang engkau tancapkan dalam hatinya akan tampak interaktif, guyub dan membekaskan citra hangat. Cukup. Hantu juga butuh citra, lho... Bukan cuma Santi yang ingin seputih Sinta ataupun kandidat eksekutif-legislatif dan pejabat publik.

Penting sangat memastikan Sang Hantu menuai kesan bahwa engkau adalah sosok yang supel, hangat dan mudah bergaul. Jangankan dengan manusia, dengan hantu saja engkau ramah. Jika Arief Yahya tahu, kuat dugaan ia akan memberi rekomendasi khusus agar engkau menjadi duta wisata khusus. Ya sudah pastilah duta wisata perhantuan. Engkau harus bangga karena memiliki spesifikasi yang pasti sangat langka tersebut. Siapa tahu itu talenta terpendam nan unik, langka dan spesifik yang berpotensi fulus. Prospek orderannya juga bakal melimpah. Penting sungguh untuk mengembangkan analisa bisnis demi meredam rasa takut.

Nah... setelah si Hantu menjawab pertanyaan, lanjutkan dengan pertanyaan lain yang akan memperbesar jumlah informasi mengenai data diri si Hantu. Daftar Riwayat Hidup atau mungkin dalam konteks si Hantu, Daftar Riwayat Matinya harus engkau peroleh selengkap mungkin untuk menjadi penyemarak cengkrama dan keragaman topik bercakap-cakap.

Jangan luput menanyakan makanan kesukaannya, minuman, hobi, genre musik, tempat nongkrong yang paling digemari dan hal remeh-temeh lain yang dapat mengalihkan misinya untuk menakuti.

Tatkala suasana semakin mencair, ada baiknya engkau menawarkan minuman. Jangan lupa menetapkan batasan tentang minuman yang tersedia. Tujuannya, supaya engkau tak repot jika si Hantu sedang ingin minum Jus Hati Ayam Mentah, Darah Kambing, atau Air Rendaman Bunga Melati. Akan semakin susah karena galibnya hantu suka berkunjung malam hari. Jadi, tetapkan batasan ketersediaan minuman yang ada. Jangan khawatir, dia pasti memaklumi keterbatasan list minuman yang tersedia. Jika ia bandel dan tak mau tahu, engkau harus menegaskan posisi sebagai tuan rumah.

Setelah menghidangkan minuman, jangan lupa mempersilahkan engkau punya tamu untuk mereguknya. Semua hantu pada dasarnya pemalu. Itu sebabnya mereka menampakkan diri di malam hari, di tempat gelap, berdebu dan sepi. Jika hantu tak pemalu, yakinlah, banyak kalangan mereka yang menjadi artis. PH-PH sinetron akan berebut menyewa Hantu yang orisinil. Tindakan tersebut setidaknya akan mengurangi dosa mereka yang selama beberapa abad terakhir telah menghadirkan sosok-sosok palsu yang menyeramkan, oplosan, abal-abal. Itu cuma ilustrasi betapa tak PeDe-nya para hantu sesungguhnya. Belum ada 'kan, hantu yang muncul di keramaian?

Lanjutkan pembicaraan dengan tamu yang hantu atau hantu yang bertamu tersebut dengan topik yang makin mendalam. Tanyakan padanya keadaaan keluarga, suasana di lingkungan kerja, hubungan kekerabatan di kalangan hantu (untuk menggali sedikit informasi hantupologi {antropologi hantu}). Siapa tahu, semakin akrab engkau dengannya, ia akan bersedia membocorkan rahasia kelemahan mereka. Kebanyakan dari hantu mengusili manusia karena iseng semata. Mereka suntuk karena di siang hari tak dapat berinteraksi dengan manusia. Keterbatasan ruang gerak mereka terjadi karena Rencana Tata Ruang Wilayah tak mempertimbangkan nilai-nilai universal HAH (Hak Asasi Hantu).

Tingkat keseriusan pembicaraan dengan hantu harus semakin dalam dan detil. Hantu akan sangat suka jika anda berempati terhadap nasib mereka yang semakin hari semakin tersingkir. Pembangunan jalan dan jembatan mengusik ketenangan hidup mereka, penebangan pohon juga mengganggu pemukiman hantu dan jangan kaget ketika mereka mengungkapkan kekecewaannya karena nama mereka masuk dalam DPT Pemilu, Pilpres, Pilgub, Pilbup, penerima jadup, bahkan SK pengangkatan kepala dinas di provinsi paling barat Indonesia. Mereka marah betul dengan tindakan tersebut. Jadi, engkau harus berhati-hati karena temperamen hantu manapun akan memuncak saat membahas persoalan tersebut. Sebab, mereka juga memiliki instansi pemerintahan dan sistem kemasyarakatan sendiri. Jangan kaget jika di alam hantu tindakan tersebut masuk dalam ranah Pidana Khusus dan tergolong kesalahan terbesar dengan ancaman pidana berat.

Saat mimik dan intonasi suaranya bergetar, napasnya mulai tersengal, dadanya (kalau masih ada) naik-turun, jangan lupa mengingatkannya untuk menyeruput minuman yang sudah anda sediakan demi meredakan pergolakan adrenalin dalam dirinya. Tampakkan keberpihakan kepada kaum mereka dengan menatap penuh perhatian, sesekali mendesis, gemas, mengepalkan tangan seolah merasakan amarah yang sama dan membumbui dengan komentar yang sedikit provokatif dan cenderung hantuwi. Misal, "Iiihhh... Iya... ya... manusia memang sepeti itu, sering menyalahgunakan eksistensi hantu... Aku aja, yang sama-sama manusia sering dibikin sebel, dech...!" Upayakan berekspresi se-Syahrini mungkin saat mengungkap kesal dan sebal.

Sebisa mungkin (boleh berbumbu lebay) tampakkan bahwa engkau sedang berempati dan menempatkan keberpihakan sebagai manusia terhadap muramnya nasib para hantu dimanapun habitatnya dan apapun rasnya. Siapa tahu, setelah menyandang status hantu rasisme menjadi pudar karena para hantu cenderung berkoalisi melawan dominasi dan arogansi manusia. Bisa saja sekat negroid-mongoloid-caucasoid tak lagi relevan di alam non-jasad. Jangan-jangan Hitler dan Stalin sering ngebir berdua setelah jadi hantu.

Setelah engkau menunjukkan keberpihakan dan sikap yang mendukung prinsip dasar nilai-nilai Kehantuan yang Adil dan Beradab, engkau dapat mulai menyusupkan nasehat. Tentu akan lebih mudah menasehati hantu tamu/tamu hantu tersebut.

"Kalau bisa, Tuan/Nyonya/Nona/Jeng/Zus hantu jangan mengganggu kami lagi. Paling tidak jangan bikin kaget kalau datang. Ketuk pintu atau tekan bel. Jangan menerobos, pembantuku bisa mati berdiri. Jangan seram-seram sangat dengan anak-anak, kalau dengan Bapaknya boleh."

Fase ini sangat tepat menjadi giliran engkau yang mengajaknya untuk memahami nilai kemanusiaan. Engkau dapat menjanjikan sebuah makalah dengan tema 'Dampak Teknik Kemunculan Hantu dan Pengaruhnya Bagi Kesehatan Jantung Manusia' pada pertemuan selanjutnya. Jadi, tak ada ruginya membuat riset kecil untuk mempererat hubungan dengan kolega baru. Setelah merasa cukup, hantu pasti akan meminta izin. Biasanya, mereka akan meminta diri menjelang subuh. Bawakan kue kering atau penganan ringan yang ada di rumah sebagai oleh-oleh. Tak perlu ragu, hantu akan suka sekali menerimanya. Antarkan hingga di ambang pintu atau sudut dinding tertentu di rumah yang menjadi portal kehadiran dan keberangkatannya. Jangan lupa bilang, "Sering-sering main kemari, ya... Jangan sungkan-sungkan. Ingat, lho... aku udah janji mau bikinkan makalah..." Basa-basi sangat penting bagi para penghuni alam sebelah. Lambaikan tangan saat ia meninggalkan pekarangan atau hendak menembus dinding seolah engkau enggan melepas kepergiannya. Selamat membina hubungan dengan hantu.images.jpeg

Sort:  

Interaktif hahaha...

diyus seperti biasa, selalu bisa menghasilkan tulisan serenyah chitato rasa barbeque, mewah tapi terjangkau

aku paling segan sama hantu diyus

Coin Marketplace

STEEM 0.04
TRX 0.33
JST 0.100
BTC 63884.33
ETH 1774.38
USDT 1.00
SBD 0.39