3 Perangkap

in #indonesia8 years ago (edited)

image

°

Tiga perangkap godaan yang jarang seseorang bisa meloloskan diri, walau sekuat apapun benteng pertahanan namun menghadapi godaan ini sebagian besar kita akan bertekuk lutut.

Perangkap pertama adalah wanita, siapa yang berani bertaruh bisa lolos dari perangkap ini..?, Sejarah membuktikan banyak orang besar yang reputasinya jatuh diakibatkan seorang wanita. Nabi Adam terpaksa menanggalkan fasilitas surga karena terpengaruh oleh rayuan Siti Hawa untuk memakan buah khuldi, dan pembunuhan pertama di muka bumi juga disebabkan oleh pertengkaran Qabil dan Habil dalam memperebutkan seorang wanita.

Kecantikan merupakan sedikit hiasan surga yang diturunkan ke bumi, maka tak pelak bidadari dijanjikan sebagai kenikmatan surga sehingga manusia berlomba-lomba menggapainya.

Perangkap selanjutnya adalah anak, siapa yang tidak sayang anak..? Kehadiran sang buah hati biasanya sedikit menggerus perhatian terhadap orang tua kita. Demi anak seseorang rela melakukan apapun, segenap perhatian tercurahkan demi kebahagiaan si anak.

Anak adalah penciduk hati, rasa lelah terbayarkan ketika melihat anak-anak kita bermain, kita memohon dipanjangkan umur demi bisa melihat anak-anak kita tumbuh, namun dikarenakan anak perhatian terhadap orang tua kita sedikit bergeser. Oleh karenanya kita diminta untuk tidak mencintai anak secara berlebih, beri perhatian sesuai porsinya saja karena anak hanya titipan Tuhan.

image

°

Perangkap terakhir adalah materi, harta adalah perekat dalam hidup, hidup tanpa harta laksana Padang pasir yang tandus. Seseorang rela bekerja banting tulang demi untuk mengumpulkan harta sehingga lupa dengan zat pencipta, biasanya semakin banyak harta yang kita kumpulkan maka semakin banyak godaan yang datang.

Tiga perangkap diatas bisa menerpa siapa saja, namun ketika kita menyadari bahwa tiga hal diatas adalah cobaan, sudah sepantasnya kita mawas diri dan berhati-hati.
Wallahu'alam.

Coin Marketplace

STEEM 0.04
TRX 0.32
JST 0.083
BTC 60578.05
ETH 1558.21
USDT 1.00
SBD 0.50